KILAS DAERAH

Kilas Daerah Jawa Tengah

Kasus Covid-19 Klaster Keluarga Melonjak, Ganjar Minta Aparat Tegas Bubarkan Kerumunan

Kompas.com - 25/05/2021, 12:10 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersama jajarannya mengikuti rapat Covid-19 di Kantor Gubernur Jateng, Senin (24/5/2021).
DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersama jajarannya mengikuti rapat Covid-19 di Kantor Gubernur Jateng, Senin (24/5/2021).

 

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta agar aparat penegak hukum tidak ragu membubarkan kegiatan yang banyak mengundang massa atau kerumunan.

“Kami koordinasikan agar penegak hukum tidak ragu kalau ada event yang di create dan menimbulkan kerumunan apabila tidak bisa diperingatkan maka harus ditutup,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (25/5/2021).

Selain itu, Ganjar mengimbau kepada warganya untuk tetap patuh pada penerapan protokol kesehatan (prokes). Hal ini menyusul adanya kenaikan jumlah kasus Covid-19 yang berasal dari klaster keluarga.

"Ada tren peningkatan kasus harian sampai minggu ke-20. Ini diakibatkan dari aktivitas liburan mudik atau nekat mudik. Puncak balik lebaran terjadi pada Selasa (18/5/2021) dan telah tercatat 48.754 kasus,” ucapnya

Baca juga: Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Proporsi klaster terbesar itu, lanjut dia, ada keluarga dengan persentase 62,4 persen, lembaga pemasyarakatan (lapas) 18,7 persen dan klaster agama 11,5 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, Ganjar kembali meminta warganya tidak abai akan prokes. Pasalnya, dua minggu setelah lebaran terdapat tren peningkatan kasus Covid-19.

"Hari ini kami benar-benar melihat lagi hitungan 14 hari setelah masyarakat datang ke sini. Dan ini nyata, maka butuh bantuan dan partisipasi masyarakat," tegasnya, setelah mengikuti rapat Covid-19 di Kantor Gubernur Jateng, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Jateng Tertinggi ke-3 di Indonesia, Pemprov Diminta Gencarkan Edukasi Masyarakat

Pemprov Jateng fokus selesaikan kasus Covid-19 di tiga kabupaten

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sendiri saat ini tengah fokus menyelesaikan kasus Covid-19 di tiga kabupaten.

Tiga wilayah itu adalah Kudus dengan laporan kenaikan kasus, Cilacap dengan catatan varian Covid dari B.1617.2 India dan klaster lapas di Kendal.

Langkah strategis dilakukan Pemprov Jateng dengan upaya penambahan tempat tidur rawat di rumah sakit (rs) dan penegakan prokes secara tegas.

“Untuk kasus di Cilacap, tenaga kesehatan (nakes) yang tertular varian baru Covid-19 dari India telah diatasi dengan isolasi terpusat. Lalu kami minta seluruh tempat tidur (rumah sakit) wilayah Jateng ditingkatkan," ucap Ganjar.

Baca juga: Muncul Covid-19 Varian India, ASN Pemkab Banyumas yang Berdomisili di Cilacap Diminta WFH

Adapun kasus penyebaran Covid-19 di Cilacap, diduga berasal dari anak buah kapal (ABK) MV Hilma Bulker yang mengangkut gula rafinasi asal India.

Dari belasan ABK yang terpapar, lantas menginfeksi 47 perawat dari para pelaut itu.

Untuk memastikannya, pemerintah juga telah mengirimkan sampel mukosa nakes kepada Universitas Gadjah Mada (UGM). Terdapat 12 sampel yang telah diteliti di fasilitas kesehatan (faskes), sesuai persyaratan medis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, tiga kabupaten itu memiliki kriteria kasus yang berbeda-beda.

Baca juga: Kondisi Terkini 32 Nakes RSUD Cilacap yang Terpapar Covid-19 dari ABK Filipina

Namun demikian, sebut dia, pihaknya tetap melakukan penatalaksanaan secara ketat terhadap kasus tersebut.

"Perlakuan yang dilakukan sama, yakni dengan tracing, tracking dan treatment (3T). Karena varian baru penyebarannya cepat, maka kami harus ketat. Padahal teman-teman sudah menggunakan APD namun tetap tertular karena perilaku virus," ucap Yulianto.

Ia menjelaskan, sejauh ini sudah ada 172 petugas kesehatan yang menjalani tes. Sampai hari ini ada 47 orang nakes telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Terkait kasus di Kudus, Yulianto mengaku telah menerapkan langkah antisipatif dengan menyiagakan rs di sekitar Kudus. Hingga kini, diketahui bahwa tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit masih lega.

Baca juga: Hajatan di Kudus yang Undang Dewi Perssik Diduga Langgar Protokol Kesehatan, Ini Respons Bupati

"Lonjakan kasus di kudus cukup tajam, sehingga bed occupancy rate (BOR ) tinggi sekitar 75-80 persen. Maka, kami siapkan rs di Semarang seperti Wongsonegoro. Sebab, daerah itu memiliki tingkat BOR rendah dengan ketersediaan tempat tidur memadai," jelas Yulianto.

Oleh karena itu, kata dia, setiap pasien Covid-19 ‎akan dirujuk di Wongsonegoro. Bagi kabupaten sekitarnya juga akan siap memberikan dukungan.

Menurut Yulianto, tingginya kasus persebaran Covid-19 di Kudus karena banyaknya pelanggaran prokes.

"Penyebabnya karena tidak taat prokes. Dimulai dari klaster keluarga, saat makan bersama lepas masker dan saling bercengkrama. Artinya, semua masyarakat harus lebih waspada, baik di rumah atau restoran," ujarnya.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.