[POPULER NUSANTARA] Ajudan Pribadi Komandan KKB Tewas | Kalimat Jenaka Ditempel di Mercon

Kompas.com - 16/05/2021, 06:45 WIB
Proses evakuasi jenazah Ali Mom (16 tahun) siswa kelas 1 SMAN 1 Ilaga, yang tewas dibunuh KKB di Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (16/4/2021) Dok Humas Satgas NemangkawiProses evakuasi jenazah Ali Mom (16 tahun) siswa kelas 1 SMAN 1 Ilaga, yang tewas dibunuh KKB di Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (16/4/2021)

KOMPAS.com - Kontak senjata yang terjadi antara pasukan gabungan TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengakibatkan Wendis Enimbo (29) tewas.

Wendis merupakan ajudan pribadi dari Lesmin Waker, komandan KKB Wilayah Pintu Angin pimpinan Lekagak Telenggen.

Berdasar pencocokan sidik jari, wajah, dan identitas lainnya, jenazah Wendi berhasil diidentifikasi.

Berita populer lainnya adalah seputar kalimat jenaka yang ditempel di mercon.

Mercon sepanjang 13 sentimeter dan berdiameter 37,5 sentimeter itu merupakan barang barang sitaan aparat Kepolisian Resor (Polres) Blitar.

Namun, yang membedakan dari ratusan mercon lainnya adalah di mercon tersebut terdapat kertas berisi kalimat jenaka.

Berikut adalah berita-berita yang menjadi sorotan pembaca Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Kontak senjata tewaskan ajudan pribadi komandan KKB

Personel TNI-Polri saat mengevakuasi jenazah Wendis Enimbo (29) ajudan pribadi Lesmin Waker, Jumat (14/5/2021).Satgas Humas Ops Nemangkawi Personel TNI-Polri saat mengevakuasi jenazah Wendis Enimbo (29) ajudan pribadi Lesmin Waker, Jumat (14/5/2021).

Wendis Enimbo (29) tewas dalam kontak senjata antara pasukan gabungan TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Kamis (13/5/2021).

Peristiwa ini terjadi di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Wendis diketahui merupakan ajudan Lesmin Waker, komandan KKB Wilayah Pintu Angin pimpinan Lekagak Telenggen.

Jenazah Wendis dievakuasi dari medan kontak senjata pada Jumat (14/5/2021).

"Proses evakuasi jenazah dilakukan pada hari Jumat, 14 Mei 2021 Pukul 14.50 WIT, bertempat Distrik Woloni, Kabupaten Puncak oleh Satgas Gakkum dengan pengamanan ketat personel TNI Polri," ujar Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy dalam keterangan tertulis, Jumat malam.

Jenazah Wendis kemudian dibawa ke Puskesmas Ilaga untuk diidentifikasi.

Berdasar pencocokan sidik jari, wajah, dan identitas lainnya, tim keamanan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Wendis.

Baca juga: Anggota KKB yang Tewas Teridentifikasi Ajudan Pribadi Komandan Lesmin Waker

 

2. Mercon “dear mantan”

Mercon besar dengan tempelan kata-kata bernada mengelikan berada diantara ratusan mercon yang turut diamankan Polres Blitar bersama sepuluh orang pemiliknya, Kamis (13/5/2021)Dok. Polres Blitar Mercon besar dengan tempelan kata-kata bernada mengelikan berada diantara ratusan mercon yang turut diamankan Polres Blitar bersama sepuluh orang pemiliknya, Kamis (13/5/2021)

Dari seratusan mercon yang disita oleh personel Polres Blitar, ada satu yang mencuri perhatian.

Di mercon tersebut terdapat tempelan kertas yang berisi kata-kata menggelitik.

"Geli juga kita bacanya. Rekan-rekan juga tertawa geli ketika melihat ada tulisan seperti itu," ucap Kepala Sitipol Polres Blitar Budi, yang memimpin penggerebekan ratusan mercon.

Di kertas itu ditulis:

Dear mantan. Mugo-mugo luputmu lan luputku dilebur koyo mbledose mercon iki!! (Dear mantan. Semoga kesalahanku dan kesalahanmu dilebur seperti meletusnya mercon ini!!)."

Pembuat mercon itu yang turut dibawa ke Markas Polres Blitar, sempat ditanyai oleh Budi, apakah kalimat tersebut cuma candaan atau serius.

"Katanya mereka, bercanda iya, serius juga iya. Katanya, 'Siapa sih yang gak punya mantan (kekasih)," tuturnya.

Ratusan mercon itu disita polisi selama pengamanan malam takbir dan shalat Idul Fitri 1442 H di Blitar, Jawa Timur.

Baca juga: Kalimat Jenaka pada Mercon Besar Sitaan Bikin Polisi Geli, Begini Bunyinya...

 

3. Bantahan Khofifah soal kabar kasus Covid-19 di Jawa Timur meledak

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai rapat koordinasi di BPSDM yang ada di Jalan Kawi, Kota Malang, Rabu (28/4/2021).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai rapat koordinasi di BPSDM yang ada di Jalan Kawi, Kota Malang, Rabu (28/4/2021).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan bantahan soal pesan berantai yang menyebut angka Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) meledak.

Khofifah menegaskan bahwa pesan yang beradar lewat aplikasi WhatsApp tersebut adalah hoaks.

"Berita yang ramai beredar di aplikasi WA (WhatsApp) terkait meningkatnya jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Jawa Timur, saya pastikan itu semua adalah tidak benar atau hoaks," tandasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/5/2021)/

Khofifah juga mengklaim bahwa kasus Covid-19 aktif di Jatim merupakan yang terendah dari 3 provinsi besar di Pulau Jawa.

Dia juga menyatakan, kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur tidak ada yang berada di zona merah.

Baca juga: Beredar Pesan Berantai Sebut Kasus Covid-19 di Jatim Meledak, Khofifah: Hoaks!

4. Camat tertangkap basah minta THR ke tiap desa

Bupati Kediri Hanindhito Himawan saat sidak di Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 5 Juni 2021. 
dok Pemkab Kediri Bupati Kediri Hanindhito Himawan saat sidak di Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 5 Juni 2021.

Camat Purwoasri di Kediri yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) tertangkap basah oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Saat melakukan inspeksi mendadak, Hanindhito menemukan uang Rp 15 juta.

Uang itu diduga merupakan transaksi yang dilakukan oleh Kepala Seksi PMD Kecamatan di sebuah Balai Desa Ketawang Purwoasri.

Pungli berupa permintaan tunjangan hari raya (THR) itu diduga dilakukan Camat Purwoasri kepada pemerintah desa se-Kecamatan Purwoasri.

Kasus dugan pungli ini terungkap setelah ada warga yang menyampaikannya.

"Setelah saya dengar pada tanggal 4 Mei 2021, setelah buka puasa, lalu saya telepon camat yang bersangkutan untuk menghentikan penarikan THR. Jika sudah telanjur menarik, maka saya minta untuk dikembalikan," tutur Hanindhito, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Bupati Kediri Tangkap Basah Camat Minta THR ke Tiap Desa

 

5. Kesaksian korban banjir Parapat

Sejumlah kendaraan melintas di jalan pasca-longsor di Dusun Sualan Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Jumat (14/5/2021). Dok. Karmel (warga) Sejumlah kendaraan melintas di jalan pasca-longsor di Dusun Sualan Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Jumat (14/5/2021).

Banjir menerjang Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (13/5/2021).

Salah satu korban banjir tersebut adalah Dewi Butar Butar.

Rumah Dewi yang tak jauh dari Sungai Batu Gaga, ikut kemasukan air pascameluapnya sungai tersebut.

Saat hujan lebat, air Sungai Batu Gaga meluap. Luapan tersebut bercampur batu. Dewi dan keluarga segera melarikan diri.

Dewi mengatakan, hujan memang sering melanda wilayah Parapat. Namun, Dewi menyebut, hujan pada Kamis itu lain dari biasanya.

“Akhir-akhir memang sering hujan, tapi enggak seperti semalam itu derasnya. Sungai meluap, bawa batu, ketimpalah rumah saya,” bebernya.

Akibat peristiwa tersebut, rumah Dewi rusak parah, bahkan ada belasan rumah yang tersapu banjir bercampur lumpur dan batu dari perbukitan Bangun Dolok.

Baca juga: Kesaksian Korban Banjir Parapat: Sungai Meluap Bawa Batu, Ketimpalah Rumah Saya...

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kompas TV Timika, Irsul Panca Aditra; Kontributor Blitar, Asip Agus Hasani; Kontributor Surabaya, Ghinan Salman; Kontributor Pematangsiantar, Teguh Priadi | Editor: David Oliver Purba, Aprillia Ika, Sandro Gatra, Abba Gabrillin, Caroline Damanik)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Varian Delta dan Delta Plus Ditemukan di Jambi

Virus Corona Varian Delta dan Delta Plus Ditemukan di Jambi

Regional
38 Jam Kandas, KM Tidar Akhirnya Kembali Berlayar ke Ambon

38 Jam Kandas, KM Tidar Akhirnya Kembali Berlayar ke Ambon

Regional
Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar dan Surabaya, Diduga Bermuatan Politis hingga Dilaporkan ke Polisi

Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar dan Surabaya, Diduga Bermuatan Politis hingga Dilaporkan ke Polisi

Regional
Cerita 2 Anggota Paskibraka asal Sulbar Gagal ke Istana Negara karena Positif Covid-19

Cerita 2 Anggota Paskibraka asal Sulbar Gagal ke Istana Negara karena Positif Covid-19

Regional
Tak Terima Diejek, Pria Ini Aniaya Bocah 7 Tahun di Parkiran Mal, Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap

Tak Terima Diejek, Pria Ini Aniaya Bocah 7 Tahun di Parkiran Mal, Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap

Regional
2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Gubernur Papua Minta Masyarakat Tenang

2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Gubernur Papua Minta Masyarakat Tenang

Regional
Cabuli Siswi SD di Mobil, Pemilik Toko Kelontong Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli Siswi SD di Mobil, Pemilik Toko Kelontong Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Gara-gara Belum Vaksinasi Covid-19, Warga Ini Diusir dari Desa di Bali

Gara-gara Belum Vaksinasi Covid-19, Warga Ini Diusir dari Desa di Bali

Regional
Pembunuhan Bos Barang Bekas, Pelaku Pegawainya Sendiri, Mayat Dimasukan Karung Berisi Batu Agar Tenggelam

Pembunuhan Bos Barang Bekas, Pelaku Pegawainya Sendiri, Mayat Dimasukan Karung Berisi Batu Agar Tenggelam

Regional
31 Ruas Jalan di Kota Semarang Masih Ditutup Selama PPKM Level 4

31 Ruas Jalan di Kota Semarang Masih Ditutup Selama PPKM Level 4

Regional
Tes Antigen Massal di Batam, Petugas: Ada yang Bandel, HP Dimatikan, Terpaksa Kita Gedor Rumahnya

Tes Antigen Massal di Batam, Petugas: Ada yang Bandel, HP Dimatikan, Terpaksa Kita Gedor Rumahnya

Regional
Pelajar 15 Tahun Sukses Bisnis Karangan Bunga Saat Pandemi, Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Per Hari

Pelajar 15 Tahun Sukses Bisnis Karangan Bunga Saat Pandemi, Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Per Hari

Regional
Pemkot Batam Anggarkan Rp 10 M untuk Pelaksanaan Tes Antigen Massal

Pemkot Batam Anggarkan Rp 10 M untuk Pelaksanaan Tes Antigen Massal

Regional
Pejabat dan ASN Banyumas Patungan Bantu Warga Isoman dan Terdampak PPKM

Pejabat dan ASN Banyumas Patungan Bantu Warga Isoman dan Terdampak PPKM

Regional
Kendala Polisi Ungkap Kasus Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar

Kendala Polisi Ungkap Kasus Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X