Jember Perbolehkan Shalat Idul Fitri Berjemaah, Ini Syaratnya

Kompas.com - 11/05/2021, 11:17 WIB
Hendy Siswanto memberlakukan kebijakan karantina selama lima hari bagi pekerja migran yang pulang kampung ke Jember Kompas.com/Bagus SupriadiHendy Siswanto memberlakukan kebijakan karantina selama lima hari bagi pekerja migran yang pulang kampung ke Jember

JEMBER, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memperbolehkan warga melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid maupun mushala.

Kendati demikian, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni mengacu pada zonasi lingkungan.

“Untuk zona oranye, yang hadir tidak boleh melebihi 15 persen dari total tempat,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto di Pendopo Wahyuwibawagraga, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Pemkab Gresik Izinkan Shalat Idul Fitri di Masjid, asal...

Sedangkan daerah yang sudah masuk zona kuning atau hijau tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat.

Untuk lingkungan dengan zona merah diminta melaksanakan shalat di rumah masing-masing.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jember zona oranye, ada sebagian yang sudah kuning,” tambah dia.

Hendy mencontohkan, Masjid Raudlatul Muchlisin yang memiliki kapasitas sekitar 2.000 jemaah hanya diperbolehkan 15 persen atau sekitar 300 orang mengikuti shalat Idul Fitri.

Baca juga: Plt Wali Kota Tasikmalaya: Tahun Ini Terpaksa Masjid Agung Tak Gelar Shalat Idul Fitri

Tak hanya itu, penyelenggara shalat Idul Fitri juga wajib menerapkan protokol kesehatan.

Hendy juga meminta kepada para tokoh agama agar berdoa agar wabah virus corona bisa segera selesai.

“Kami minta tolong setiap lima waktu ada doa khusus Covid-19,” jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 12 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 12 Juni 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 12 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 12 Juni 2021

Regional
Marah pada Kepala Desa, Warga Segel Bangunan Baru untuk Pasien Covid-19

Marah pada Kepala Desa, Warga Segel Bangunan Baru untuk Pasien Covid-19

Regional
Video Viral 2 Siswi SMP Berkelahi di Lapangan, Polisi Turun Tangan

Video Viral 2 Siswi SMP Berkelahi di Lapangan, Polisi Turun Tangan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 12 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 12 Juni 2021

Regional
Akan Dibuka Juli, Bagaimana Alur Kedatangan Wisatawan Mancanegara Saat Masuk Bali?

Akan Dibuka Juli, Bagaimana Alur Kedatangan Wisatawan Mancanegara Saat Masuk Bali?

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 112 Juni 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 112 Juni 2021

Regional
Pulang dari Jakarta, Sekeluarga Terpapar Covid-19 dan Menulari 16 Orang di Sebuah SMK

Pulang dari Jakarta, Sekeluarga Terpapar Covid-19 dan Menulari 16 Orang di Sebuah SMK

Regional
Merasa Bertanggung Jawab, Puan Maharani Lakukan Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Dapilnya

Merasa Bertanggung Jawab, Puan Maharani Lakukan Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Dapilnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 12 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 12 Juni 2021

Regional
Fakta Anak Bunuh Ayah Kandung, Berawal Sakit Hati Disebut Tak Berguna hingga Buat Rekayasa Perampokan

Fakta Anak Bunuh Ayah Kandung, Berawal Sakit Hati Disebut Tak Berguna hingga Buat Rekayasa Perampokan

Regional
BNPT Gelar Dialog Nasional untuk Membangun Kesejahteraan Papua

BNPT Gelar Dialog Nasional untuk Membangun Kesejahteraan Papua

Regional
Usai Tanyakan Kenapa Kondisi Jalanan Gelap, Wanita Pengemudi Taksi Online Dibunuh Penumpangnya

Usai Tanyakan Kenapa Kondisi Jalanan Gelap, Wanita Pengemudi Taksi Online Dibunuh Penumpangnya

Regional
125 Nakes di Bangkalan Positif Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

125 Nakes di Bangkalan Positif Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Bapak dan Anak Meninggal Hampir Bersamaan, Bermula Kaget Saat Sang Ayah Tenggelam

Bapak dan Anak Meninggal Hampir Bersamaan, Bermula Kaget Saat Sang Ayah Tenggelam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X