Adik Anton Charliyan Mantan Komandan KRI Nanggala-402, Sakit akibat Keracunan Zat Besi Kapal Selam

Kompas.com - 30/04/2021, 15:56 WIB
Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Mantan Kapolda Jawa Barat, Irjen (Purn) Anton Charliyan mengatakan bahwa adiknya, Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa, pernah menjadi Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmabar II TNI AL.

Iwa pernah menjabat sebagai Komandan KRI Nanggala-402.

Menurut Anton, adiknya kemudian sakit parah akibat mengisap terlalu banyak zat besi selama puluhan tahun bertugas sebagai pasukan khusus kapal selam.

Baca juga: Cerita Mantan Komandan KRI Nanggala-402 Kolonel Iwa Kartiwa: Risiko Pasukan Khusus Kapal Selam, bak Gadaikan Hidup dengan Maut

Kondisi ini tidak hanya dialami oleh adiknya saja.

Menurut Anton, hampir semua anggota pasukan khusus kapal selam mengalami hal yang sama.

"Sampai saat ini, adik saya masih 6 tahun lagi masa tugasnya, tapi sakit akibat zat besi, kandungan selama bertugas di kapal selam. Sedangkan mereka yang bertugas di luar kapal selam meraih sukses karirnya. Bukan apa-apa, ini saya sakit hati sebagai kakak kandung dan merasakan," kata Anton kepada Kompas.com, Jumat (30/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kronologi Guru di Sukabumi Lumpuh Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Menurut Anton, dulu Iwa beserta rekan-rekannya selalu berkumpul di rumahnya atau di tempat kerjanya.

Mereka biasanya menceritakan pengalaman semasa bertugas menjadi pasukan khusus kapal selam.

Anton mengatakan, adiknya dan para pasukan kapal selam selalu cerita tentang bahaya yang dihadapi dalam bertugas.

Misalnya, saat mesin mati selama beberapa menit dan tak bisa menyala, bisa berakibat fatal terhadap keselamatan semua awak kapal selam.

"Ternyata bahayanya selain dari alat yang sudah berumur, juga alam di dalam laut. Mereka tahu risikonya begitu, karena sudah mengemban tugas negara. Betul-betul jiwa dan raganya diberikan, menjaga kedaulatan negara," kata dia.

Saat ini, menurut Anton, kondisi adiknya belum terlalu baik.

Iwa masih susah berbicara dan hanya terbaring lemah di kamar tidur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantul Berduka, Nakes yang Sedang Hamil 7 Bulan Meninggal karena Covid-19

Bantul Berduka, Nakes yang Sedang Hamil 7 Bulan Meninggal karena Covid-19

Regional
'Desa Mati' di Majalengka, Ditinggalkan Warga Sejak Tahun 2012 karena Rawan Bencana

"Desa Mati" di Majalengka, Ditinggalkan Warga Sejak Tahun 2012 karena Rawan Bencana

Regional
Cerita Ibu Nuryani, 8 Bulan Jadi Pengubur Jenazah Pasien Covid-19, Siaga 24 Jam, Pulang Jelang Pagi

Cerita Ibu Nuryani, 8 Bulan Jadi Pengubur Jenazah Pasien Covid-19, Siaga 24 Jam, Pulang Jelang Pagi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Permintaan Jokowi soal Ekspor Porang | Tanda Tanya Penyebab Kematian Hartijo

[POPULER NUSANTARA] Permintaan Jokowi soal Ekspor Porang | Tanda Tanya Penyebab Kematian Hartijo

Regional
Soal Pesepeda Ditabrak Mobil Rescue Milik Pemkab Takalar, Pelaku Kabur karena Takut dan Banyak Sorakan

Soal Pesepeda Ditabrak Mobil Rescue Milik Pemkab Takalar, Pelaku Kabur karena Takut dan Banyak Sorakan

Regional
Ludahi Petugas PLN Medan, Segini Tagihan Listrik yang Harus Dibayar Reza

Ludahi Petugas PLN Medan, Segini Tagihan Listrik yang Harus Dibayar Reza

Regional
Kisah dari Pusong Lama Aceh, Merawat Kebhinekaan dengan Toleransi Beragama

Kisah dari Pusong Lama Aceh, Merawat Kebhinekaan dengan Toleransi Beragama

Regional
Dengan Wajah Lesu, Reza Minta Maaf Telah Ludahi Petugas PLN: Saya Mengaku Salah...

Dengan Wajah Lesu, Reza Minta Maaf Telah Ludahi Petugas PLN: Saya Mengaku Salah...

Regional
Video Viral Pria Tepergok Curi Bra di Wajo, Alasannya untuk Koleksi Pribadi

Video Viral Pria Tepergok Curi Bra di Wajo, Alasannya untuk Koleksi Pribadi

Regional
Mantan Ketua DPRD Kabupaten TTU Meninggal akibat Covid-19

Mantan Ketua DPRD Kabupaten TTU Meninggal akibat Covid-19

Regional
Pemkab Karawang Akan Beri Beasiswa bagi Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Pemkab Karawang Akan Beri Beasiswa bagi Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Regional
Hina Nakes karena Tak Terima Kakak Dinyatakan Covid-19, Pemilik Akun Facebook Dilaporkan ke Polisi

Hina Nakes karena Tak Terima Kakak Dinyatakan Covid-19, Pemilik Akun Facebook Dilaporkan ke Polisi

Regional
Covid-19 di Sulut Pecah Rekor Lagi, 3 Daerah Berada di Zona Merah

Covid-19 di Sulut Pecah Rekor Lagi, 3 Daerah Berada di Zona Merah

Regional
Vaksinasi Covid-19 di Kota Sorong Baru Capai 17 Persen dari Target 305.00 Jiwa

Vaksinasi Covid-19 di Kota Sorong Baru Capai 17 Persen dari Target 305.00 Jiwa

Regional
Viral, Video Oknum PNS Aniaya Warga Tak Bermasker, Bupati: Pasti Kita Tindak Tegas

Viral, Video Oknum PNS Aniaya Warga Tak Bermasker, Bupati: Pasti Kita Tindak Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X