Warga Baduy Menangis 2 Hektar Hutan Sakral Dirusak, Dedi Mulyadi Marah

Kompas.com - 22/04/2021, 22:10 WIB
Warga Baduy menangis dan minta tolong ke pemerintah lantaran hutan sakralnya dirusak penambang emas liar. Dok. Jaro DulhaniWarga Baduy menangis dan minta tolong ke pemerintah lantaran hutan sakralnya dirusak penambang emas liar.

KOMPAS.com - Warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menangis setelah mengetahui hutan sakral mereka rusak oleh penambang emas liar. Luas lahan yang rusak tersebut mencapai dua hektar.

Warga Baduy pun meminta pemerintah untuk menjaga hutan mereka. Permintaan itu disampaikan melalui potongan video yang diunggah di media sosial oleh akun @inforangkasbitung.

"Kami mohon ke pemerintah, kami diamanatkan oleh leluhur supaya gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak, adat jangan diubah. Tapi sekarang terbukti Gunung Liman yang dirusak, minta tolong ke pemerintah," kata seorang warga Baduy dalam potongan video tersebut menggunakan bahasa lokal setempat.

Baca juga: Warga Baduy Menangis Hutan Sakralnya Dirusak, Polda Banten Bergerak, Tutup Tambang Emas Ilegal

Baca juga: Viral, Video Warga Baduy Menangis Minta Tolong, Hutan Sakralnya Dirusak Penambang Emas Liar

Sumber mata air warga Baduy

Sementara itu, Kepala Desa Cibarani, Kecamatan Lebak, Dulhani menyebutkan, luas hutan sakral yang dirusak penambang emas liar itu mencapai dua hektar. Berdasarkan pengamatannya, di hutan sakral itu ditemukan sejumlah lubang yang diduga tempat penambang liar mencari emas.

Dulhani menduga, pembuatan lubang itu sudah berlangsung lama, kemungkinan berbulan-bulan. Namun, baru diketahui karena lokasinya cukup jauh dari permukiman.

Baca juga: Hutan Sakral Baduy Dirusak Penambang Liar, Kapolda Banten: Saya Tindak Tegas, Saya Peduli Masyarakat Baduy

Dulhani mengatakan, lubang-lubang tambas emas ilegal itu berlokasi di Gunung Limun yang masuk wilayah Wewengkon Adat Kasepuhan Cibarani di Kecamatan Cirinten. Lokasi itu masih masuk hutan titipan leluhur Baduy.

Baca juga: Hutan Sakral Baduy yang Dirusak Capai 2 Hektar, Ditemukan Sejumlah Lubang Tambang Emas Liar

Hutan tersebut merupakan sumber mata air yang sangat dijaga oleh masyarakat suku Baduy. Di sana terdapat sumber aliran sungai-sungai penting di Kabupaten Lebak dan Banten, yakni Sungai Cibarani, Ciliman, Ciujung, dan Sungai Cibaso.

Dedi Mulyadi marah

Anggota DPR Dedi Mulyadihandout Anggota DPR Dedi Mulyadi

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPR yang konsen pada isu lingkungan, Dedi Mulyadi, marah setelah mengetahui hutan sakral suku Baduy dirusak hingga membuat warga menangis. Dedi menyebut perusakan itu sungguh memalukan.

"Malu kita sebagai orang beragama melakukan perusakan. Ditangisi orang Baduy," kata Dedi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (22/4/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah 200 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Gentong Tasikmalaya

Sudah 200 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Gentong Tasikmalaya

Regional
Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Regional
Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Regional
Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Regional
Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Regional
Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Regional
Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Regional
Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Regional
Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

Regional
Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Regional
Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Regional
Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Regional
Hari Ketiga Larangan Mudik di Blora, 127 Kendaraan Diputar Balik

Hari Ketiga Larangan Mudik di Blora, 127 Kendaraan Diputar Balik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X