Hutan Sakral Baduy yang Dirusak Capai 2 Hektar, Ditemukan Sejumlah Lubang Tambang Emas Liar

Kompas.com - 22/04/2021, 21:34 WIB
Warga Baduy menangis dan minta tolong ke pemerintah lantaran hutan sakralnya dirusak penambang emas liar. Dok. Jaro DulhaniWarga Baduy menangis dan minta tolong ke pemerintah lantaran hutan sakralnya dirusak penambang emas liar.

LEBAK, KOMPAS.com - Hutan adat yang disakralkan oleh masyarakat suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Hutan tersebut kini gundul lantaran adanya aktivitas tambang emas liar.

Kepala Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Lebak, Dulhani, mengatakan, total luas area hutan yang dirusak mencapai 2 hektar.

"Mereka merusak segalanya, hutannya gundul sama gurandil (penambang emas liar), kira-kira dua hektar," kata Dulhani kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (22/4/2021).

Di lahan tersebut, kata Dulhani, ditemukan lubang-lubang yang diduga untuk mencari emas di dalam tanah. Ada sejumlah lubang yang ditemukan.

Baca juga: Viral, Video Warga Baduy Menangis Minta Tolong, Hutan Sakralnya Dirusak Penambang Emas Liar

Dari kontur tanahnya, dugaan pembuatan lubang tersebut sudah berlangsung berbulan-bulan. Namun, baru diketahui baru-baru ini lantaran lokasinya cukup jauh dari permukiman penduduk.

"Lokasinya di Gunung Liman, masuk ke wilayah Wewengkon Adat Kasepuhan Cibarani di Kecamatan Cirinten, masih hutan titipan leluhur Baduy," kata Dulahni.

Hutan tersebut selama ini dijaga oleh masyarakat suku Baduy lantaran menjadi sumber aliran sungai-sungai penting di Kabupaten Lebak dan Banten, yakni Sungai Cibarani, Ciliman, Ciujung, dan Cibaso.

Namun, kini hutan tersebut malah dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Dulhani menduga pelakunya berasal dari luar Desa Cibarani dan berjumlah beberapa orang.

Sebelumnya, warga Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menangis saat mengetahui hutannya dirusak oleh pelaku penambang emas liar.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Malu Sebagai Orang Beragama Merusak Hutan, Ditangisi Warga Baduy

Melalui potongan video, seorang warga Baduy meminta tolong ke pemerintah untuk ikut serta menjaga hutan titipan yang disakralkan oleh masyarakat adat suku Baduy.

Potongan video tersebut beredar luas dan viral di media sosial.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permohonan Rehabilitasi 4 Pejabat Pemkot Makassar yang Ditangkap karena Narkoba Dikabulkan

Permohonan Rehabilitasi 4 Pejabat Pemkot Makassar yang Ditangkap karena Narkoba Dikabulkan

Regional
Januari-April 2021, 35 Warga Brebes Terjangkit DBD, 1 Balita Meninggal

Januari-April 2021, 35 Warga Brebes Terjangkit DBD, 1 Balita Meninggal

Regional
5 Tahanan BNN Sumut Kabur, Ombudsman: Ada Kelalaian dan SDM Kurang

5 Tahanan BNN Sumut Kabur, Ombudsman: Ada Kelalaian dan SDM Kurang

Regional
Sederet Fakta 2 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK, Pelaku Berjumlah 20 Orang dan Senjata Korban Dirampas

Sederet Fakta 2 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK, Pelaku Berjumlah 20 Orang dan Senjata Korban Dirampas

Regional
Atas Saran Dukun, Bocah Ini Jalani Ritual Agar Tidak Nakal, Ditenggelamkan Orangtua di Bak Mandi hingga Tewas

Atas Saran Dukun, Bocah Ini Jalani Ritual Agar Tidak Nakal, Ditenggelamkan Orangtua di Bak Mandi hingga Tewas

Regional
Berkaca dari Kasus Telur Asli Dikira Palsu, Ini Tips Memilih Telur yang Baik...

Berkaca dari Kasus Telur Asli Dikira Palsu, Ini Tips Memilih Telur yang Baik...

Regional
Putra Sulung Risma Pertanyakan Janji Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya 2020

Putra Sulung Risma Pertanyakan Janji Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya 2020

Regional
Komplotan Pencuri Modus Pijat Beraksi di Dalam Angkot, 3 Cincin Korban Raib

Komplotan Pencuri Modus Pijat Beraksi di Dalam Angkot, 3 Cincin Korban Raib

Regional
Mudik Dilarang, Omzet Penjual Ketupat di Madiun Turun 50 Persen

Mudik Dilarang, Omzet Penjual Ketupat di Madiun Turun 50 Persen

Regional
Eri Cahyadi Minta Lurah dan Camat di Surabaya Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Lebaran

Eri Cahyadi Minta Lurah dan Camat di Surabaya Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Lebaran

Regional
Permohonan Kasasi Jaksa Ditolak MA, Jerinx Segera Bebas

Permohonan Kasasi Jaksa Ditolak MA, Jerinx Segera Bebas

Regional
Seorang Tahanan Ditemukan Meninggal, Ternyata Positif Covid-19 Berdasarkan Tes Antigen

Seorang Tahanan Ditemukan Meninggal, Ternyata Positif Covid-19 Berdasarkan Tes Antigen

Regional
Satgas Nemangkawi Kontak Senjata dengan KKB Lekagak Telenggen, Seorang Personel Tertembak

Satgas Nemangkawi Kontak Senjata dengan KKB Lekagak Telenggen, Seorang Personel Tertembak

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Mei 2021

Regional
Puskesmas di Deli Serdang Tetap Buka meski 21 Nakesnya Positif Covid-19

Puskesmas di Deli Serdang Tetap Buka meski 21 Nakesnya Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X