Empat Pemuda Sekap 7 Anak Dalam Mobil, HP Dirampas lalu Diturunkan di Jalan Raya

Kompas.com - 22/04/2021, 17:12 WIB
Ilustrasi anak terkunci di dalam mobil shutterstock/Ole_CNXIlustrasi anak terkunci di dalam mobil

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Polisi menangkap empat remaja B (22), I (24) Ir (23) dan AM (18) di sejumlah tempat dalam Kabupaten Aceh Utara, Rabu (21/4/2021).

Mereka menyekap tujuh anak-anak dalam mobil Suzuki Ertiga Nopol BK 1747 XU di Desa Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (20/4/2021) pukul 2.30 WIB.

Di mobil itu, semua handphone korban diambil para pelaku. Setelah mengambil handphone, korban diturunkan di jalan raya. Korban berusia belasan tahun.

Baca juga: Suami Bakar Diri Depan Rumah Mertua gara-gara Istri Minta Cerai, Ini Kronologinya 

Modus pura-pura tanya alamat

Keluarga korban membuat laporan ke Porles Aceh Utara. Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Fauzi, Kamis (22/4/2021) menyebutkan, modus keempat remaja itu yakni penipuan untuk memiliki handphone korban.

Awalnya para tersangka berpura-pura menanyakan alamat seseorang pada korban, mereka meminta bantu pada korban untuk menunjukkan alamat dengan meminta para korban untuk ikut dalam mobil.

Saat dalam perjalanan inilah para pelaku meminta korban menyerahkan handphone. Lalu setiba di jalan kawasan Desa Matang kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara semua korban diturukan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Viral, Video Perundungan Bocah Dilempar ke Kali oleh Pemuda di Bogor, Kapolres: Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Dua tersangka masih DPO

Dia menyebutkan, aksi itu merupakan aksi kedua selama bulan ini.

“Mereka ini aksinya di Panton Labu, Aceh Utara terus. 18 April 2021 mereka juga mengambil dua handphone remaja di Panton Labu,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Fauzi melalui WhatsApp, Kamis (22/04/2021). 

Dia menyebutkan, saat ini, dua tersangka lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami juga menyita tujuh ponsel dari pelaku. Mobil yang digunakan untuk menyekap anak-anak ini belum kita temukan bersama dua tersangka lainnya,” kata AKP Fauzi.

Mereka dijerat dengan pasal 363 jo 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

“Kami imbau dua tersangka lainnya menyerahkan diri,” pungkas AKP Fauzi.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Ganjar Juga Kader, Tapi Aspirasi dari Bawah untuk Puan'

"Ganjar Juga Kader, Tapi Aspirasi dari Bawah untuk Puan"

Regional
Tingginya Kasus Covid-19 Karawang, Satgas: Warga Antre Masuk IGD, Nakes Harus Bikin Prioritas Mana yang Dirawat

Tingginya Kasus Covid-19 Karawang, Satgas: Warga Antre Masuk IGD, Nakes Harus Bikin Prioritas Mana yang Dirawat

Regional
Kasus Covid-19 Kebumen Melonjak, Bupati: Sampai 1.000, Saya Tutup Semua

Kasus Covid-19 Kebumen Melonjak, Bupati: Sampai 1.000, Saya Tutup Semua

Regional
Detik-detik Truk Pengangkut 17 Warga Terbalik, 3 Tewas dan 14 Terluka

Detik-detik Truk Pengangkut 17 Warga Terbalik, 3 Tewas dan 14 Terluka

Regional
Wilayahnya Urutan 4 Covid-19, Camat Rancasari Bandung dan Staf Kunker ke Yogya, Ini Penjelasannya

Wilayahnya Urutan 4 Covid-19, Camat Rancasari Bandung dan Staf Kunker ke Yogya, Ini Penjelasannya

Regional
Detik-detik 9 Preman Obrak-abrik Warung Makan, 3 Orang Beri Perintah, 6 Lainnya Eksekutor

Detik-detik 9 Preman Obrak-abrik Warung Makan, 3 Orang Beri Perintah, 6 Lainnya Eksekutor

Regional
Ketersediaan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Kota Malang Hanya Tersisa Separuh

Ketersediaan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Kota Malang Hanya Tersisa Separuh

Regional
Cerita AS Pria yang Tantang Pegang Mayat Pasien Covid-19, Diamankan Polisi karena Dianggap Memprovokasi

Cerita AS Pria yang Tantang Pegang Mayat Pasien Covid-19, Diamankan Polisi karena Dianggap Memprovokasi

Regional
10 Orang di Madiun Positif Covid-19, Bermula Satu Warga Sakit Sepulang dari Surabaya

10 Orang di Madiun Positif Covid-19, Bermula Satu Warga Sakit Sepulang dari Surabaya

Regional
Jika Kasus Covid-19 Harian Tembus 50, Aktivitas Malam Minggu di Makassar Dihentikan

Jika Kasus Covid-19 Harian Tembus 50, Aktivitas Malam Minggu di Makassar Dihentikan

Regional
Pengakuan Komplotan Spesialis Pencuri Anjing di Papua, Semalam Dapat 7 Ekor dan Raup Uang Jutaan

Pengakuan Komplotan Spesialis Pencuri Anjing di Papua, Semalam Dapat 7 Ekor dan Raup Uang Jutaan

Regional
Sambil Menangis, Spesialis Pencuri Anjing di Papua: Saya Malu Sama Orangtua

Sambil Menangis, Spesialis Pencuri Anjing di Papua: Saya Malu Sama Orangtua

Regional
Sejumlah Bupati di Jabar ke Bali Saat Kasus Covid-19 Tinggi, Ini Kata Ridwan Kamil

Sejumlah Bupati di Jabar ke Bali Saat Kasus Covid-19 Tinggi, Ini Kata Ridwan Kamil

Regional
Kepala Inspektorat Sikka, 2 Staf dan Sopir Positif Rapid Antigen

Kepala Inspektorat Sikka, 2 Staf dan Sopir Positif Rapid Antigen

Regional
Bupati Madiun Berikan Kewenangan Camat dan Kades Larang Hajatan, Ini Penyebabnya

Bupati Madiun Berikan Kewenangan Camat dan Kades Larang Hajatan, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X