Tangani Kasus KDRT Komisionernya, KIP Jateng Bakal Gelar Sidang Etik

Kompas.com - 16/04/2021, 18:09 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah membentuk majelis etik terkait laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh salah satu anggota komisionernya.

Majelis etik ini ditetapkan sejak Kamis (15/4/2021) setelah KIP Jateng menggelar rapat pleno komisioner pada Senin (12/4/2021).

Ketua KIP Jateng Sosiawan mengatakan, dalam rapat pleno memutuskan untuk menerima laporan kasus KDRT dari Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jateng.

Baca juga: Pegiat HAM Jateng Lakukan KDRT ke Istri, Korban Trauma tapi Masih Tinggal Serumah

Kasus KDRT yang dilakukan oleh SH mantan pegiat hak asasi manusia (HAM) ini dilaporkan pada 8 April 2021.

"Kami telah menindaklanjuti dengan pembentukan majelis etik yang diawali dengan menetapkan nama-nama yang dipilih dan dikonfirmasi kesediaannya menjadi majelis etik," jelasnya di kantor KIP Jateng, Jumat (16/4/2021).

Majelis etik tersebut berasal dari akademisi, tokoh masyarakat dan Komisi Informasi Pusat.

Di antaranya Sri Suhandjati Sukri selalu akademisi dari UIN Walisongo, Emang Sulaiman selaku tokoh masyarakat dari MUI Jateng dan Gede Narayana selaku Ketua Komisi Informasi Pusat.

"Majelis etik bersifat final dan mengikat. Tidak ada yang bisa mempengaruhi rekomendasi dari majelis etik dari pihak manapun. Mereka bebas, mandiri dan profesional," ujarnya.

Baca juga: Istri Pegiat HAM Jadi Korban KDRT 10 Tahun, Tak Laporkan Suaminya Demi Hal Ini

Selanjutnya, majelis etik akan menggelar sidang etik pertama selambat-lambatnya lima hari kerja setelah ditetapkan.

Sementara pelaksanaan sidang etik harus menyampaikan hasil rekomendasi untuk menjatuhkan sanksi selambatnya 20 hari kerja setelah sidang pertama dimulai.

"Apabila terbukti ada pelanggaran kode etik, majelis akan memberikan rekomendasi sanksi ringan, sedang, dan berat. Dalam hal anggota KIP dijatuhi sanksi berat berupa pemberhentian tetap, Ketua komisi mengusulkan kepada Gubernur," ujarnya.

Adapun hukuman yang diberikan yakni sanksi ringan berupa teguran lisan dan tertulis. Sanksi sedang berupa pembebasan tugas selama 3 bulan. Lalu sanksi berat pemberhentian tetap.

Dia menambahkan saat ini pihaknya telah menyepakati untuk membebastugaskan sementara SH dari tugas dan wewenang selaku anggota komisioner.

"Kesepakatan pleno kami seperti itu. Karena ini menyangkut trust publik. Supaya tidak ada konflik kepentingan. Jadi kita memberhentikan dulu dari tugas dan wewenangnya," katanya.

Koordinator JPPA Jateng, Nihayatul Mukaromah, meminta keterbukaan informasi selama penanganan kasus tersebut.

Baca juga: Pejabat Publik dan Pegiat HAM Diduga Pukuli Istri di Depan Anak yang Masih Kecil, KDRT Terjadi Selama 10 Tahun

Pihaknya menilai upaya yang dilakukan KIP Jateng menindaklanjuti laporan kasus masih sebatas langkah normatif dan terkesan lamban.

"Karena ini adalah haknya korban memang kita melihat bahwa terkesan lamban KIP memproses pelaporan yang kami sampaikan kemarin Juga ada indikasi membela pelapor. Mengingat sebenarnya kekerasan sudah pernah dilaporkan 2016. KIP sudah pernah melakukan mediasi dengan pelapor. Kalau kita lihat tadi jawabannya komisioner atau Ketua semua normatif sesuai aturan," ujarnya.

Sementara terkait kondisi korban, ia mengatakan korban masih dilakukan upaya pemulihan psikologis karena masih trauma dengan KDRT yang menimpanya.

KDRT yang dialami korban memang tidak hanya terjadi 27 Maret 2021 di depan kedua anaknya yang masih kecil, tapi sudah dialami sekitar 10 tahunan.

Baca juga: Jadi Korban KDRT Lebih 10 Tahun, Warga Semarang Alami Luka Fisik dan Psikis

"Kondisi kalau secara psikologis masih pemulihan. Anak yang pertama masih SD juga kita akseskan pemulihan karena melihat secara langsung kejadian. Sampai saat ini korban belum siap bertemu di publish maka meminta perwakilan dari JPPA," ucapnya.

Pihaknya juga sudah mengadu ke kepolisian terkait kasus KDRT tersebut sejak 29 maret 2021.

"Kemarin sifatnya pengaduan ke kepolisian. Infonya masih proses penyelidikan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Lalai, Mobil Pikap di Pelabuhan Baubau Tercebur ke Laut

Sopir Lalai, Mobil Pikap di Pelabuhan Baubau Tercebur ke Laut

Regional
Kasus Penyalahgunaan Bio Solar di Manokwari, 7 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Kasus Penyalahgunaan Bio Solar di Manokwari, 7 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2022

Regional
3 Tersangka Korupsi Dana Pemilu di Seram Bagian Barat Dijebloskan ke Bui

3 Tersangka Korupsi Dana Pemilu di Seram Bagian Barat Dijebloskan ke Bui

Regional
Aniaya Junior hingga Babak Belur, 20 Polisi di Jambi Diperiksa

Aniaya Junior hingga Babak Belur, 20 Polisi di Jambi Diperiksa

Regional
Hendak Panah Warga Saat Acara Hajatan, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap

Hendak Panah Warga Saat Acara Hajatan, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap

Regional
Masuki Tahap Pembangunan Pilar, Rel Layang Palang Joglo Solo Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Masuki Tahap Pembangunan Pilar, Rel Layang Palang Joglo Solo Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Regional
Janjian Duel Antar 2 Kelompok Remaja, 9 Pelajar di Kota Serang Diamankan

Janjian Duel Antar 2 Kelompok Remaja, 9 Pelajar di Kota Serang Diamankan

Regional
Mobil Mazda CX7 Mendadak Terbakar di Palembang

Mobil Mazda CX7 Mendadak Terbakar di Palembang

Regional
Mengenal Bentang Alam Pulau Papua, dari Gunung hingga Lembah

Mengenal Bentang Alam Pulau Papua, dari Gunung hingga Lembah

Regional
Rakernas Apeksi di Padang, Pemangkasan Honorer Jadi Pembahasan

Rakernas Apeksi di Padang, Pemangkasan Honorer Jadi Pembahasan

Regional
Jalan Tol di Pandeglang Mulai Dibangun, Jakarta ke Tanjung Lesung Cuma 2,5 Jam

Jalan Tol di Pandeglang Mulai Dibangun, Jakarta ke Tanjung Lesung Cuma 2,5 Jam

Regional
Tak Hanya Dimutasi, Camat Pembuat Video ala Citayam Fashion Week Juga Dapat Peringatan

Tak Hanya Dimutasi, Camat Pembuat Video ala Citayam Fashion Week Juga Dapat Peringatan

Regional
Warga Mempawah Tolak Nama Pelabuhan Tanjungpura, Gubernur Kalbar: Pusat yang Putuskan

Warga Mempawah Tolak Nama Pelabuhan Tanjungpura, Gubernur Kalbar: Pusat yang Putuskan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 8 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 8 Agustus 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.