Detik-detik Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Berawal dari Tangan Anaknya Berdarah Usai Lepas Infus

Kompas.com - 16/04/2021, 17:09 WIB
Ilustrasi perawat. ShutterstockIlustrasi perawat.

KOMPAS.com - Seorang perawat salah satu rumah sakit swasta di Palembang, Sumatera Selatan, diduga dianiaya oleh keluarga pasien.

Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang Komisaris Polisi M. Abdullah memaparkan kronologi peristiwa tersebut.

Kamis (15/4/2021) siang itu, JT menjemput anaknya yang dirawat di sebuah rumah sakit swasta.

Ketika hendak pulang, infus di tangan pasien dilepas oleh korban. Setelah jarum infus dilepas, tangan pasien mengeluarkan darah.

Hal tersebut memancing emosi JT.

"Kemudian pelaku ini meminta korban untuk datang ke ruang perawatan anaknya. Korban akhirnya datang bersama teman perawatnya yang lain untuk meminta maaf," ujar Abdullah kepada Kompas.com, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Video Viral Perawat di Palembang Ditampar, Disuruh Sujud, lalu Ditendang Keluarga Pasien

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diminta bersujud minta maaf

Belum sempat meminta maaf, korban ditampar oleh JT. Ia juga menyuruh sang perawat untuk bersujud memohon maaf kepada keluarganya.

Korban menuruti perintah JT. Namun, diduga karena emosinya meluap-luap, JT kembali melakukan serangan fisik kepada si perawat.

Mengetahui kejadian itu, rekan-rekan seprofesi korban berusaha melerai dan menahan JT agar tidak melakukan perbuatannya itu lagi.

Mereka kemudian segera membawa korban keluar ruangan untuk menolongnya.

Baca juga: Kronologi Keluarga Pasien Aniaya Perawat Gara-gara Cabut Jarum Infus

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Batal, Objek Wisata Alam di Tasikmalaya Buka Saat Libur Nataru

PPKM Level 3 Batal, Objek Wisata Alam di Tasikmalaya Buka Saat Libur Nataru

Regional
Hamil 6 Bulan, Gadis Korban Asusila yang Digilir 5 Pemuda Lapor Polisi

Hamil 6 Bulan, Gadis Korban Asusila yang Digilir 5 Pemuda Lapor Polisi

Regional
Ibu Muda Mengaku Diperkosa 4 Teman Suami, Terduga Pemerkosa Malah Laporkan Balik Korban

Ibu Muda Mengaku Diperkosa 4 Teman Suami, Terduga Pemerkosa Malah Laporkan Balik Korban

Regional
Kisah Haru di Balik Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Ibunya Meninggal Berpelukan hingga Jasad Anak di Gendongan Ibu

Kisah Haru di Balik Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Ibunya Meninggal Berpelukan hingga Jasad Anak di Gendongan Ibu

Regional
Jokowi Minta KLHK dan Perusahaan Swasta Tanam Pohon di Sungai Kapuas dan Melawi

Jokowi Minta KLHK dan Perusahaan Swasta Tanam Pohon di Sungai Kapuas dan Melawi

Regional
Cerita Lengkap Nakes Didenda Rp 2 Miliar Usai Sidak Makanan Berformalin di Luwu Timur

Cerita Lengkap Nakes Didenda Rp 2 Miliar Usai Sidak Makanan Berformalin di Luwu Timur

Regional
Ribuan TKI Akan Tiba di Batam pada Akhir Tahun

Ribuan TKI Akan Tiba di Batam pada Akhir Tahun

Regional
Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Regional
Melawan Saat Dibekap, Gadis Ini Lolos dari Pemerkosaan di Salon Langganan

Melawan Saat Dibekap, Gadis Ini Lolos dari Pemerkosaan di Salon Langganan

Regional
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Regional
21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

Regional
Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dari Motor, Kejang, Lalu Meninggal, Warga Panik Dikira Kena Covid-19

Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dari Motor, Kejang, Lalu Meninggal, Warga Panik Dikira Kena Covid-19

Regional
Keluarga Korban Covid-19 di Kabupaten Madiun Diminta Biaya Pemakaman, Disebut untuk Mandikan Jenazah

Keluarga Korban Covid-19 di Kabupaten Madiun Diminta Biaya Pemakaman, Disebut untuk Mandikan Jenazah

Regional
Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Regional
Tengkleng Porsi Jumbo Bu Harsi Dianggap Mahal dan Viral, Ini Faktanya

Tengkleng Porsi Jumbo Bu Harsi Dianggap Mahal dan Viral, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.