Kisahkan Detik-detik Suaminya Ditembak KKB, Istri: Dia Terkapar, Saya Panggil Papa Iyan Bangun..

Kompas.com - 13/04/2021, 13:21 WIB
Keluarga korban penembakan KKB 2 orang guru, tiba di kampung halaman Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (12/04/2021) KOMPAS.com/MUH. AMRAN AMIRKeluarga korban penembakan KKB 2 orang guru, tiba di kampung halaman Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (12/04/2021)
Editor Khairina

KOMPAS.com- Jenazah Oktovianus Rayo, guru yang bertugas di Sekolah Dasar (SD) Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, tiba di rumah duka di Lembang Sa'dan Pebulian, Kecamatan Sa'dan, Senin (12/4/2021).

Korban pertama yang ditembak oleh KKB ini juga disambut isak tangis keluarga yang sudah beberapa hari menanti pemulangan jenazah korban ke Toraja Utara.

Saat tiba di rumah duka, istri korban, Natalina, yang selamat dari penyergapan kelompok kriminal bersenjata di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, jatuh pingsan akibat trauma dan larut dalam kesedihan yang dialami.

Natalina, istri almarhum Oktavianus mengatakan, suaminya ditembak oleh KKB hingga tewas. Namun, karena situasi saat itu mencekam, dia dan beberapa warga lainnya berusaha menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di kamar mandi.

“Setelah saya lihat sudah sunyi, sudah tidak ada orang, saya keluar dari kamar tempat saya sembunyi melihat almarhum sudah terkapar di depan, dia sudah lipat kaki dan telentang, kasihan. Saat itu saya masih sempat panggil, Papa Iyan bangun... Papa Iyan bangun tapi saya masih lihat dia punya mata terputar, mungkin dia masih lirik saya atau bagaimana. Saat itu saya bilang Papa Iyan saya pergi sembunyi lari ke belakang dan lompat ke kamar mandi,” kata Natalina, saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Isak Tangis Sambut Jenazah 2 Guru yang Ditembak KKB, Istri Histeris dan Pingsan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Natalina mengatakan, saat ia lompat ke kamar mandi, ia menginjak seng dan berbunyi lalu ia pergi ke rumah tetangganya meminta tolong.

“Di rumah tetangga sekitar 5 menit saya teriak minta tolong, Erni bukakan pintu, kemudian Pak Guru membuka pintu dan saya sampaikan tolong Bapak Iyan di sana sudah kena tembak tolong dilihat dulu karena saat itu belum ada orang lalu lalang,” ucap Natalina.

Natalina mengungkapkan, saat di kamar mandi, ia bersembunyi cukup lama.

Dari kejadian jam 09.00 WIT, sekitar jam 14.00 WIT baru dievakuasi oleh pendeta-pendeta karena semua tempat sudah dikuasai oleh orang bersenjata, termasuk lingkungan sekolah.

“Di kamar mandi tempat kami sembunyi masih sempat ada orang masuk mengobrak-abrik pakai parang, dia tendang kamar mandi tetapi tidak tembus, hanya menendang 2 kali dan kami di dalam hanya diam berdoa sambil SMS teman yang lain,” ujar Natalina.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu-ibu di Nagakeo Duduk di Tengah Jalan, Adang Aparat dan Petugas Menuju Lokasi Pembangunan Waduk Lambo

Ibu-ibu di Nagakeo Duduk di Tengah Jalan, Adang Aparat dan Petugas Menuju Lokasi Pembangunan Waduk Lambo

Regional
Tak Sempat Naik ke Eskavator, Pendulang Emas Tewas Diterkam Harimau, Begini Ceritanya

Tak Sempat Naik ke Eskavator, Pendulang Emas Tewas Diterkam Harimau, Begini Ceritanya

Regional
Begal Payudara Beraksi di Jalanan Kota Padang, Incar Korban Bersepeda

Begal Payudara Beraksi di Jalanan Kota Padang, Incar Korban Bersepeda

Regional
Kekecewaan Yoris, Anak Korban Pembunuhan Subang, 'Kami Semua Tahilan Mendoakan Mama dan Adik, Papa Malah Main Golf...'

Kekecewaan Yoris, Anak Korban Pembunuhan Subang, "Kami Semua Tahilan Mendoakan Mama dan Adik, Papa Malah Main Golf..."

Regional
Kronologi Warga Merangin Tewas Diterkam Hariamu Saat Mendulang Emas

Kronologi Warga Merangin Tewas Diterkam Hariamu Saat Mendulang Emas

Regional
Aniaya Mantan Pacar, WN Nigeria di Bali Ditangkap Polisi

Aniaya Mantan Pacar, WN Nigeria di Bali Ditangkap Polisi

Regional
Kesal Istrinya Dipaksa Ajukan Pinjol, Pria Ini Bakar Kakak Ipar, Begini Kronologinya

Kesal Istrinya Dipaksa Ajukan Pinjol, Pria Ini Bakar Kakak Ipar, Begini Kronologinya

Regional
Masyarakat Adat Minta Lokasi Pembangunan Waduk Lambo Direlokasi

Masyarakat Adat Minta Lokasi Pembangunan Waduk Lambo Direlokasi

Regional
Kisah Gibran Hilang 6 Hari di Gunung Guntur hingga Alami Hal Mistis, Kejadian Serupa Timpa Afrizal Pada Juli 2020

Kisah Gibran Hilang 6 Hari di Gunung Guntur hingga Alami Hal Mistis, Kejadian Serupa Timpa Afrizal Pada Juli 2020

Regional
Pendulang Emas di Merangin Jambi Tewas Diterkam Harimau

Pendulang Emas di Merangin Jambi Tewas Diterkam Harimau

Regional
Menko PMK Kaget Saat Kunjungi Kampus Muhammadiyah Babel: Dulu Bangunannya Kecil...

Menko PMK Kaget Saat Kunjungi Kampus Muhammadiyah Babel: Dulu Bangunannya Kecil...

Regional
Mengaku Bisa Ambil Uang Gaib, Pria di Palembang Tipu Korban hingga Rp 1,2 M

Mengaku Bisa Ambil Uang Gaib, Pria di Palembang Tipu Korban hingga Rp 1,2 M

Regional
Tangis Rokaya, TKI Asal Indramayu, Saat Minta Pulang ke Jokowi: Pak Presiden, Bantu Saya

Tangis Rokaya, TKI Asal Indramayu, Saat Minta Pulang ke Jokowi: Pak Presiden, Bantu Saya

Regional
Ditinggal Makan Ayahnya, Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Aiq Bukaq

Ditinggal Makan Ayahnya, Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Aiq Bukaq

Regional
Pengakuan Pria yang Bakar Mimbar Masjid Raya Makassar: Saya Menyesal...

Pengakuan Pria yang Bakar Mimbar Masjid Raya Makassar: Saya Menyesal...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.