Kota Blitar Andalkan Posko PPKM Mikro Hadapi Kemungkinan Mudik Dini

Kompas.com - 13/04/2021, 05:42 WIB
Wali Kota Blitar Santoso menjawab pertanyaan wartawan di Kantor DPRD Kota Blitar, Senin (12/4/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIWali Kota Blitar Santoso menjawab pertanyaan wartawan di Kantor DPRD Kota Blitar, Senin (12/4/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar akan memanfaatkan posko-posko PPKM Mikro di tingkat RT, RW dan kelurahan sebagai basis antisipasi kedatangan pemudik lebih awal.

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, posko-posko yang terbentuk selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro akan efektif digunakan sebagai basis pemantauan pemudik.

Menurut Santoso, karena luasan wilayah yang dipantau oleh posko tergolong kecil maka pemantauan melalui posko-posko tersebut akan lebih teliti dan efektif.

"Terutama bagi ketua posko yang tingkat RW (rukun warga) selalu memonitor perkembangan. Kalau ada tamu-tamu yang hadir di wilayahnya," ujar Santoso, kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Blitar, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Tertutup Awan, Tim Pemantau di Bukit Banjarsari Blitar Gagal Lihat Hilal

Santoso mengatakan, posko PPKM Mikro di Kota Blitar harus melakukan observasi kepada setiap pemudik yang memasuki wilayahnya.

Jika ditemukan pemudik yang terindikasi terjangkit Covid-19, kata dia, pihak posko harus segera berkoordinasi dengan otoritas kesehatan setempat.

"Kalau memang di situ ada indikasi mereka (pemudik) terkena, ya segera ditangani oleh puskesmas. Supaya tidak berkembang lebih jauh," ujar dia.

Santoso mengatakan, pada prinsipnya Pemkot Blitar akan mengupayakan cara agar larangan mudik yang telah dikeluarkan pemerintah pusat dapat terlaksana dengan baik.

Baca juga: KKB Bakar Helikopter, Kapolda: Mereka Ingin Ganggu Aktivitas Penerbangan

Sementara terkait larangan mudik bagi PNS, Santoso menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada PNS di lingkungan Pemkot Blitar yang kedapatan melanggar.

Santoso mengatakan, aturan terkait larangan mudik bagi PNS sudah jelas diatur dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri.

"Ya PNS jelas itu edaran dari Menteri itu tidak diperkenankan mudik mulai tanggal 6 hingga 17 Mei. Di situ sudah jelas. Jadi harus dipatuhi," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangka Belitung Surplus Listrik, Pasokan Masjid hingga Bandara Terjaga Selama Lebaran

Bangka Belitung Surplus Listrik, Pasokan Masjid hingga Bandara Terjaga Selama Lebaran

Regional
Guru Mengaji di Ciamis Dijemput Densus 88 Saat Akan Belanja ke Pasar, Keluarganya Kaget

Guru Mengaji di Ciamis Dijemput Densus 88 Saat Akan Belanja ke Pasar, Keluarganya Kaget

Regional
Selama Libur Lebaran, Pemprov Jambi Tutup Semua Tempat Wisata

Selama Libur Lebaran, Pemprov Jambi Tutup Semua Tempat Wisata

Regional
Taman Nasional Kelimutu Ditutup Selama Liburan Idul Fitri, Cegah Penyebaran Covid-19

Taman Nasional Kelimutu Ditutup Selama Liburan Idul Fitri, Cegah Penyebaran Covid-19

Regional
Diselamatkan Polisi dari Amukan Massa, Pria Ini Malah Sabetkan Senjata Tajam ke Penolongnya, Ini Kronologinya

Diselamatkan Polisi dari Amukan Massa, Pria Ini Malah Sabetkan Senjata Tajam ke Penolongnya, Ini Kronologinya

Regional
503 PMI Telah Pulang ke Blitar, 9 Positif Covid-19

503 PMI Telah Pulang ke Blitar, 9 Positif Covid-19

Regional
OTT Bupati Nganjuk, Sejumlah Berkas Disita dari Kantor BKD

OTT Bupati Nganjuk, Sejumlah Berkas Disita dari Kantor BKD

Regional
Dakwah Melalui Secangkir Kopi

Dakwah Melalui Secangkir Kopi

Regional
Crazy Rich yang Sebar Uang Rp 100 Juta Ternyata Bagi-bagi Bonus, Ini Penjelasannya

Crazy Rich yang Sebar Uang Rp 100 Juta Ternyata Bagi-bagi Bonus, Ini Penjelasannya

Regional
Klaster Tarawih Muncul di Purbalingga, 3 RT 'Lockdown'

Klaster Tarawih Muncul di Purbalingga, 3 RT "Lockdown"

Regional
Video Wanita Sebar Uang Rp 100 Juta dari Balkon Viral, Ternyata Pengusaha, Ini Dia Sosoknya

Video Wanita Sebar Uang Rp 100 Juta dari Balkon Viral, Ternyata Pengusaha, Ini Dia Sosoknya

Regional
Mengacu PPKM Mikro, Wali Kota Eri Izinkan Warga Surabaya Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Mengacu PPKM Mikro, Wali Kota Eri Izinkan Warga Surabaya Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Regional
Bus BST Terserempet KA Bathara Kresna di Solo, Berawal dari Pelanggaran Marka Jalan

Bus BST Terserempet KA Bathara Kresna di Solo, Berawal dari Pelanggaran Marka Jalan

Regional
Doni Monardo: Kalau Telanjur Mudik Wajib Karantina, Apa Pun Alasannya

Doni Monardo: Kalau Telanjur Mudik Wajib Karantina, Apa Pun Alasannya

Regional
Pemulung di Kupang Temukan Jasad Bayi dalam Tumpukan Sampah, Diduga Baru Berusia Sehari

Pemulung di Kupang Temukan Jasad Bayi dalam Tumpukan Sampah, Diduga Baru Berusia Sehari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X