Perjalanan Diam-diam Lukas Enembe ke Papua Nugini yang Berbuntut Teguran Keras Mendagri Tito

Kompas.com - 06/04/2021, 05:20 WIB
Mendagri Muhammad Tito Karnavian bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua, Senin (5/4/2021) Dok Staff Khusus Gubernur PapuaMendagri Muhammad Tito Karnavian bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua, Senin (5/4/2021)

KOMPAS.com - Gubernur Papua Lukas Enembe pergi kek Vanimo, Papua Nugini, bersama dua kerabatnya, Hendrik Abidondifu dan Ellin Wenda, Rabu (31/3/2021).

Lukas dan dua kerabatnya itu melewati jalur tikus dengan menumpang ojek. Setelah dua hari di Vanimo, Lukas bersama dua kerabatnya dideportasi Pemerintah Papua Nugini karena dinilai tinggal secara ilegal.

Baca juga: Bertemu Mendagri di Jayapura, Ini yang Disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe...

 

Kemudian pada Jumat siang, dengan didampingi Konsulat RI untuk Vanimo, Allen Simarmata, Lukas beserta dua kerabatnya melintas kembali ke Indonesia melalui PLBN Skouw, Kota Jayapura.

Baca juga: Gubernur Lukas Enembe ke Papua Nugini Tanpa Izin, Mendagri: Apa Pun Alasannya, Itu Salah

Lukas mengaku pergi ke Papua Nugini untuk berobat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya pergi untuk terapi saraf kaki, kalau saraf otak kita sudah terapi di Jakarta. Sama-sama konsul saya di sana, sejak hari pertama," ujar Lukas.

Baca juga: Pergi ke Papua Nugini Lewat Jalur Tradisional, Gubernur Papua Lukas Enembe Mengaku Hendak Terapi Saraf

Sementara Konsulat RI untuk Vanimo, Allen Simarmata mengaku baru mengetahui keberadaan Lukas di Vanimo pada Kamis (1/4/2021).

"Beliau dua hari di sana, saya baru tahu kemarin (Kamis)," kata dia.

Sebelum menyeberang kembali ke Indonesia, Lukas Enembe cukup lama berada di titik batas PNG, ia menunggu di dalam mobil.

 

Deportasi

Lukas Enembe dideportasi oleh imigrasi Papua Nugini lantaran "illegal stay" atau menjadi pelintas ilegal di negara tersebut.

 

Sehingga saat kembali ke Indonesia, Lukas beserta dua kerabatnya harus melewati pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua, Novianto Sulastono mengatakan, pemerintah Papua Nugini menetapkan Lukas dan dua kerabatnya sebagai imigran ilegal karena tidak memiliki dokumen resmi.

"Dari pemerintah Papua Nugini yang menyatakan bahwa beliau ini illegal stay di sana, kita sebut pelintas ilegal," ujarnya.

Teguran keras

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur keras Lukas Enembe karena menyeberang ke Papua Nugini tanpa izin.

Tito menyampaikan langsung teguran itu saat menemui Lukas di Jayapura, Senin (5/4/2021).

"Sementara saya sudah berikan sanksi teguran keras," kata Tito di Jayapura.

Saat pertemuan dengan Tito, Lukas mengaku kepergiannya ke Papua Nugini untuk mengobati kakinya yang sedang sakit.

 

Tito mengatakan, yang dilakukan Lukas jelas menyalahi aturan.

Harusnya sebagai kepala daerah, Lukas meminta izin terlebih dahulu.

Tentu saja Kemendagri tidak akan melarang jika ada seorang kepala daerah yang meminta izin untuk berobat.

"Sampai hari ini Pak Gubernur (Lukas Enembe) tidak pernah mengajukan izin ke Kemendagri, tidak pernah. Kalau memang urgent sekali, komunikasi dengan saya sebagai otoritas yang memberikan izin, setelah itu surat menyusul, makanya saya mau temuin," ucap Tito. (Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi|Editor : Dheri Agriesta, Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 4 Diperpanjang, 36 Ruas Jalan di Kota Tegal Kembali Ditutup Barikade Beton

PPKM Level 4 Diperpanjang, 36 Ruas Jalan di Kota Tegal Kembali Ditutup Barikade Beton

Regional
Pengantin Baru Buang Bayi ke Sumur Tetangga, Ini Faktanya

Pengantin Baru Buang Bayi ke Sumur Tetangga, Ini Faktanya

Regional
Ditinggal Ambil Bansos ke Balai Desa, 2 Rumah Ludes Terbakar

Ditinggal Ambil Bansos ke Balai Desa, 2 Rumah Ludes Terbakar

Regional
Polisi Berhasil Ungkap Identitas 2 Jenazah DPO Teroris Poso

Polisi Berhasil Ungkap Identitas 2 Jenazah DPO Teroris Poso

Regional
Dapat Bonus Rumah, Ayah Apriyani Rahayu: Belum Bisa Masuk, Mau Dikasih Perabot dan Taman

Dapat Bonus Rumah, Ayah Apriyani Rahayu: Belum Bisa Masuk, Mau Dikasih Perabot dan Taman

Regional
Biaya Sewa Heli Wagub Uu Rp 600 Juta, Ridwan Kamil: Jabar Luas, Wajar dari Sisi Kebutuhan

Biaya Sewa Heli Wagub Uu Rp 600 Juta, Ridwan Kamil: Jabar Luas, Wajar dari Sisi Kebutuhan

Regional
Ribuan Pelajar di Malang Disuntik Vaksin Sinovac

Ribuan Pelajar di Malang Disuntik Vaksin Sinovac

Regional
Ridwan Kamil: Daerah yang Tinggi Vaksinasi, Tingkat Kematiannya Rendah

Ridwan Kamil: Daerah yang Tinggi Vaksinasi, Tingkat Kematiannya Rendah

Regional
Kisah Perjuangan 6 Dokter Srikandi Bantu Warga Isoman dengan Telekonsultasi

Kisah Perjuangan 6 Dokter Srikandi Bantu Warga Isoman dengan Telekonsultasi

Regional
Jual Hasil PCR Tanpa Tes, Oknum Pegawai Klinik di Balikpapan Jadi Tersangka

Jual Hasil PCR Tanpa Tes, Oknum Pegawai Klinik di Balikpapan Jadi Tersangka

Regional
Cerita Bupati Maluku Tengah dan Istrinya Jadi Petani Selama Masa Pandemi, Hasil Panen Dibagi ke Masyarakat

Cerita Bupati Maluku Tengah dan Istrinya Jadi Petani Selama Masa Pandemi, Hasil Panen Dibagi ke Masyarakat

Regional
Tekan Kasus Kematian Pasien Isoman, Begini Langkah Pemkab Bantul

Tekan Kasus Kematian Pasien Isoman, Begini Langkah Pemkab Bantul

Regional
Soal IRT Meninggal Diduga karena Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Penjelasan KIPI Sulut

Soal IRT Meninggal Diduga karena Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Penjelasan KIPI Sulut

Regional
Formasi CPNS dan PPPK 2021 untuk Dokter Spesialis di Blora Sepi Peminat

Formasi CPNS dan PPPK 2021 untuk Dokter Spesialis di Blora Sepi Peminat

Regional
PPKM Level 3 Diperpanjang, Lhokseumawe Masih Tutup Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka

PPKM Level 3 Diperpanjang, Lhokseumawe Masih Tutup Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X