Hujan dan Angin Kencang, Listrik di Sejumlah Wilayah Kota Makassar Padam

Kompas.com - 02/04/2021, 19:01 WIB
Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy meresmikan gedung pelayanan gizi terpadu di Desa Lumpangan, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Selasa (2/3/2021). Dok Eka. KOMPAS.com/NURWAHIDAHPelaksana Tugas (PLT) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy meresmikan gedung pelayanan gizi terpadu di Desa Lumpangan, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Selasa (2/3/2021). Dok Eka.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Selatan pada Jumat (2/4/2021).

Akibat hal itu, listrik di sebagian wilayah Kota Makassar padam karena kabel putus tertimpa pohon tumbang.

Baca juga: Bioskop di Surabaya Kembali Beroperasi, Karaoke dan Panti Pijat Tunggu Asesmen

Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman membenarkan terjadi pemadaman listri di sejumlah wilayah Kota Makassar. Andi Sudirman mengaku telah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait masalah itu.

“Pemadaman terjadi akibat adanya pohon tumbang. Saat ini pihak PLN sedang berupaya menyelesaikan permasalahannya,” kata Andi Sudirman lewat keterangan tertulis yang diterima, Jumat.

Andi Sudirman juga menyampaikan laporan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang terkait kondisi elevasi Waduk Bilibili yang masih dalam range normal.

Ia pun mengimbau seluruh warga untuk berhati-hati, karena selain curah hujan yang tinggi, ancaman pohon tumbang akibat angin kencang juga perlu diwaspadai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga meminta kepada warga di hilir Sungai Jeneberang, khususnya sempadan sungai, agar dapat menghindar dari lokasi.

Pasalnya, BBWS Pompengan Jeneberang sebelumnya mengeluarkan surat peringatan agar masyarakat bisa mengantisipasi banjir, dan menghindari lokasi sempadan Sungai Jeneberang.

“Informasi yang kami terima, kondisi elevasi Sungai Jeneberang hilir sudah berangsur normal, tapi saya minta masyarakat di hilir Sungai Jeneberang tetap tenang dan tetap mengantisipasi dampak banjir,” ujarnya.

Baca juga: Pengakuan Pengojek yang Antar Gubernur Lukas Enembe ke Papua Nugini, Awalnya Tidak Kenal hingga Dibayar Rp 100.000

Andi Sudirman mengungkapkan, informasi dari BBWS Pompengan Jeneberang, kondisi elevasi sungai jeneberang hilir saat ini berada pada tingkat +31,60 Mdpl, sedangkan elevasi waspada pada angka +31,79 Mdpl dan elevasi siaga +32,24 Mdpl.

“Kondisi elevasi Sungai Jeneberang hilir masih dalam batas normal, meskipun sebelumnya BBWS menyampaikan data ketinggian elevasi Sungai Jeneberang hilir pada pukul 07.45 berada pada angka 32,00 mdpl. Kami akan tetap berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait untuk memantau perkembangan kondisi elevasi Sungai Jeneberang dan beberapa tempat lainnya,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 8 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Blitar, Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Ada 8 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Blitar, Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Regional
Peternak di Blitar Kehilangan Tas Berisi Uang Rp 427 Juta Saat Ganti Ban Mobil yang Kempes

Peternak di Blitar Kehilangan Tas Berisi Uang Rp 427 Juta Saat Ganti Ban Mobil yang Kempes

Regional
Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Regional
Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Hasil Otopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Hasil Otopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Regional
Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Regional
Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Regional
Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Regional
Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Regional
Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Regional
Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Regional
Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Regional
Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Regional
Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Regional
Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.