KLB Moeldoko Ditolak, Demokrat Pekanbaru Tiba-tiba Dibanjiri Bunga Papan Ucapan Selamat

Kompas.com - 01/04/2021, 15:03 WIB
Ketua DPC Partai Demokrat Pekanbaru Agung Nugroho dan pengurus saat melihat karangan bungan ucapan selamat atas ditolaknya KLB kubu Moeldoko, yang dipajang di kawasan kantor DPC Demokrat Pekanbaru di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (1/4/2021). KOMPAS.COM/IDONKetua DPC Partai Demokrat Pekanbaru Agung Nugroho dan pengurus saat melihat karangan bungan ucapan selamat atas ditolaknya KLB kubu Moeldoko, yang dipajang di kawasan kantor DPC Demokrat Pekanbaru di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (1/4/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Papan bunga membanjiri Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pekanbaru di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (1/4/2021).

Papan bunga itu dikirim sejumlah masyarakat, pasca pengesahan hasil Konferensi Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan mengangkat Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko jadi Ketua Umum Partai Demokrat, ditolak pemerintah.

Pantauan Kompas.com, ada puluhan papan bunga yang terpampang di halaman depan  Kantor DPC Demokrat Pekanbaru.

Baca juga: Demokrat Solo Bersyukur Hasil KLB Deli Serdang Ditolak Kemenkumham


Papan bunga tersebut berisi ucapan selamat atas ditolaknya KLB kubu Moeldoko oleh Menkumham.

Selain itu, di papan bunga juga menyebut AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) The True Leader, yang artinya pemimpin sejati.

Tertera di bagian bawahnya pengirim papan bunga. Beberapa diantaranya, dari masyarakat Kecamatan Tuah Madani Cinta Demokrat, masyarakat Marpoyan Damai yang cinta demokrasi, emak-emak Pekanbaru dukung AHY, masyarakat Rumbai yang cinta demokrasi, dan ada juga dari simpatisan Partai Demokrat Kelurahan Tobek Godang Pekanbaru.

Baca juga: Langkah Kubu Moeldoko Usai Ditolak Kemenkumham, Terima dan Lanjut ke PTUN

Warga ramai-ramai kirim bunga...

Ketua DPC Demokrat Pekanbaru Agung Nugroho saat diwawancarai Kompas.com mengaku kaget dengan adanya papan bunga yang memenuhi pekarangan kantornya.

"Tadi malam saya dapat informasi dari sekretariat DPC Demokrat Pekanbaru bahwasanya ada warga ramai-ramai mengirim karangan bunga. Saya pun bersama pengurus lain langsung ke kantor mengecek. Tenyata sudah banyak ucapan selamat penolakan KLB kubu Moeldoko," kata Agung, Kamis siang.

Dia menyebutkan, karangan bunga tersebut dikirim oleh sejumlah masyarakat dari berbagai kecamatan di Pekanbaru.

Baca juga: Demokrat Kubu Moeldoko Tak Disahkan Pemerintah, AHY: Kabar Baik bagi Demokrasi

Untuk itu, Agung memberikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat karena telah mendukung demokrasi.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan kepada demokrat dan kami mengapresiasi semangat masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya yang mengutamakan kepentingan demokrasi di atas segala kepentingan," ucap Agung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Bolehkan Shalat Idul Fitri di Kota Pontianak, tapi...

Pemerintah Bolehkan Shalat Idul Fitri di Kota Pontianak, tapi...

Regional
Kisah Keluarga Nekat Mudik ke Bandung Jalan Kaki, Berbekal Rp 120.000 dan Jumpa Dermawan

Kisah Keluarga Nekat Mudik ke Bandung Jalan Kaki, Berbekal Rp 120.000 dan Jumpa Dermawan

Regional
Pemuda Ini Ditangkap Usai Peras Jutaan Rupiah Seorang Ibu dan Minta Kencan di Hotel, Ini Ceritanya

Pemuda Ini Ditangkap Usai Peras Jutaan Rupiah Seorang Ibu dan Minta Kencan di Hotel, Ini Ceritanya

Regional
Danau yang Muncul Setelah Badai Seroja di Kupang Mulai Kering, Begini Penjelasan Ahli Geologi

Danau yang Muncul Setelah Badai Seroja di Kupang Mulai Kering, Begini Penjelasan Ahli Geologi

Regional
Tak Kapok 3 Kali Ditangkap Polisi, Perempuan Ini Menipu Lagi hingga Rp 48 Miliar

Tak Kapok 3 Kali Ditangkap Polisi, Perempuan Ini Menipu Lagi hingga Rp 48 Miliar

Regional
Pemuda Pancasila Blora Bantah Anggotanya Terlibat Aksi Premanisme di Pasar Jepon

Pemuda Pancasila Blora Bantah Anggotanya Terlibat Aksi Premanisme di Pasar Jepon

Regional
Wisata Dibuka Saat Lebaran, Gibran Tegaskan Hanya untuk Pengunjung Warga Solo dan Sekitarnya

Wisata Dibuka Saat Lebaran, Gibran Tegaskan Hanya untuk Pengunjung Warga Solo dan Sekitarnya

Regional
Ajak Istri dan 2 Anak Balita Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Dani Trauma Dituduh Modus

Ajak Istri dan 2 Anak Balita Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Dani Trauma Dituduh Modus

Regional
Mencekam, KKB Tembaki Polres Puncak, Warga Ketakutan Jadi Sasaran, Ini Kata Kapolda Papua

Mencekam, KKB Tembaki Polres Puncak, Warga Ketakutan Jadi Sasaran, Ini Kata Kapolda Papua

Regional
Soal Dugaan Pernikahan Siri Aiptu Tomy dan Nani, Wanita Pengirim Sate Beracun, Ini Penjelasan Polisi

Soal Dugaan Pernikahan Siri Aiptu Tomy dan Nani, Wanita Pengirim Sate Beracun, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Soal Mudik Lokal Solo Raya, Gibran: Sejauh Ini Masih Kami Bolehkan

Soal Mudik Lokal Solo Raya, Gibran: Sejauh Ini Masih Kami Bolehkan

Regional
Satu Keluarga Pemudik dari Tangerang Dikarantina di Solo Technopark, 2 Positif Swab Antigen

Satu Keluarga Pemudik dari Tangerang Dikarantina di Solo Technopark, 2 Positif Swab Antigen

Regional
Hari Pertama Larangan Mudik, 3.169 Kendaraan yang Hendak Masuk Jatim Disuruh Putar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, 3.169 Kendaraan yang Hendak Masuk Jatim Disuruh Putar Balik

Regional
Jaringan Internet Terganggu, Warga Jayapura Terpaksa ke Daerah Lain untuk Lakukan Aktivitas Daring

Jaringan Internet Terganggu, Warga Jayapura Terpaksa ke Daerah Lain untuk Lakukan Aktivitas Daring

Regional
Mudik dari Gombong ke Bandung Jalan Kaki, Dani Bawa Istri dan 2 Balita, Berbekal Uang Rp 120.000

Mudik dari Gombong ke Bandung Jalan Kaki, Dani Bawa Istri dan 2 Balita, Berbekal Uang Rp 120.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X