Sejarah Pulau Nasi di Aceh, Bermula Cerita Bekal Nasi Bungkus

Kompas.com - 28/03/2021, 08:00 WIB
Kapal sarat penumpang dari Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar, memasuki muara pelabuhan Krueng Aceh, Banda Aceh, Sabtu (21/10/2017). Kapal kayu milik nelayan  yang mengangkut penumpang dan juga barang tersebut, merupakan sarana transportasi andalan masyarakat pulau terluar di Aceh yang melayani jalur pulau Aceh, Pulau Nasi dan beberapa pulau lainnya. ANTARA FOTO/AMPELSAKapal sarat penumpang dari Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar, memasuki muara pelabuhan Krueng Aceh, Banda Aceh, Sabtu (21/10/2017). Kapal kayu milik nelayan yang mengangkut penumpang dan juga barang tersebut, merupakan sarana transportasi andalan masyarakat pulau terluar di Aceh yang melayani jalur pulau Aceh, Pulau Nasi dan beberapa pulau lainnya.

KOMPAS.com- Pulau Nasi. Demikian pulau seluas 2.731, 87 hektare itu diberi nama.

Pulau ini masuk dalam bagian gugusan Pulo Aceh, Kecamatan Aceh Besar yang terdiri dari sepuluh pulau kecil dan tiga pulau besar.

Untuk menuju pulau di ujung barat Indonesia ini, butuh waktu selama 45 menit melalui pelabuhan Ulee Lheuee atau Lampulo.

Baca juga: Sederet Fakta Temuan Butiran Emas di Pesisir Pantai, Penjelasan Ahli hingga Peringatan Bupati pada Warga

Asal usul penamaan Pulau Nasi

Ilustrasi pulauBARRY KUSUMA Ilustrasi pulau
Melansir buku Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara, Aceh Pagar Raya di Barat Laut Nusantara, sejarah penamaan Pulau Nasi bermula dari kisah nasi bungkus.

Sebab, dahulu, butuh waktu setengah hari untuk menempuh perjalanan agar bisa sampai ke pulau tersebut.

Warga pun biasanya membawa nasi bungkus sebagai bekal perjalanan yang disantap saat menuju pulau atau ketika sampai di tempat tersebut.

Kemudian, suatu ketika, beberapa orang menempuh perjalanan ke pulau besar yang terletak di utara Pulau Nasi.

Lantaran membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama, nasi bungkus bekal yang mereka bawa pun menjadi basi.

Mereka lalu membawa beras selama di perjalanan. Sehingga pulau di utara Pulau Nasi itu diberi nama Pulau Breueh. Dalam Bahasa Indonesia artinya adalah Pulau Beras.

Baca juga: Kisah Kampung Pitu, Hanya Dihuni 7 Keluarga sejak Dulu hingga Pantang Gelar Pertunjukan Wayang Kulit

 

Ilustrasi pulauKOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Ilustrasi pulau
Juga dikenal sebagai Pulau Peunaso

Oleh masyarakat sekitar, Pulau Nasi juga dikenal sebagai Pulau Peunaso.

Menurut keyakinan masyarakat, nama Peunaso diberikan oleh Sultan Iskandar Muda yang ketika menjelang persiapan pernikahannya dengan Putro Phang mengirimkan orang-orang dari daratan Aceh yang dipimpin seorang bangsawan yang dikenal dengan sebutan Raja Kandang.

Orang-orang itu dikirim untuk bertani buah-buahan dan sayur-sayuran yang akan dibawa untuk bekal pelayaran ke Pahang.

Adapun buah-buahan tersebut diperuntukkan sebagai buah tangan (asoe talam-isi talam) dari seorang calon suami.

Pulau ini disebut Pulau Peunaso (Pulau Pengisi) karena proses isi-mengisi secara timbal balik tersebut.

Baca juga: Kisah Mbah Sim, Hilang di Magelang, Ditemukan 30 Tahun Kemudian di Probolinggo berkat Unggahan Foto

Kehidupan masyarakat di Pulau Nasi

Ilustrasi nelayanKOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Ilustrasi nelayan
Pulau ini mayoritas dihuni oleh penduduk etnis Aceh. Tetapi ada pula suku pendatang lain seperti Jamee dan Minangkabau.

Pulau Nasi ditempati kurang lebih 1.315 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak kurang lebih 397.

Pulau ini terdiri dari lima desa, yakni Desa Deudap, Desa Lamteng, Desa Alue Reuyeung, Desa Janeng dan Desa Rabo.

Mayoritas penduduk pulau nasi bekerja sebagai petani dan nelayan.

Pulau Nasi memiliki beberapa pantai dengan hamparan pasir putih. Kondisi ini membuat Pantai Nasi memiliki daya tarik khas, terutama dalam hal pariwisata.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Regional
Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Regional
Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Regional
Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Regional
Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Regional
Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Regional
Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Regional
Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

Regional
Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Regional
Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Regional
Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Regional
Hari Ketiga Larangan Mudik di Blora, 127 Kendaraan Diputar Balik

Hari Ketiga Larangan Mudik di Blora, 127 Kendaraan Diputar Balik

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X