Pesan Menag untuk Perguruan Tinggi Agama Islam: Sebarkan Ajaran Islam Wasathiyyah

Kompas.com - 26/03/2021, 20:46 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

SURABAYA, KOMPAS.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta perguruan tinggi agama Islam di Indonesia menyebarkan benih mazhab Islam Wasathiyyah (toleran) atau Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh alam.

"Perguruan tinggi agama Islam saya harap menyebarkan DNA madzhab Islam yang wasathiyyah (toleran) atau ajaran agama Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh alam," kata Yaqut saat Peringatan 50 tahun Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Khofifah: Untuk Menjaga Suasana yang Sudah Kondusif...

Ajaran Islam yang dimaksud adalah ajaran Islam dalam konteks Indonesia, bukan Islam yang menyebar permusuhan dan kebencian.

Sebagai pusat literasi agama, kata dia, perguruan tinggi agama Islam wajib berpartisipasi aktif mengedukasi dan mencerahkan masyarakat.

Apalagi, di tengah kuatnya narasi ajaran agama yang banyak ditafsirkan sebagai alat politik ketimbang inspirasi.

"Harus ada upaya sistematis untuk mengarahkan energi umat Islam ke arah yang lebih esensial ajaran Islam. Sehingga agama akan lebih kontributif terhadap peradaban," ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Metode dakwah Wali Songo menurutnya bisa direplikasi sebagai salah satu cara yang paling relevan saat ini.

Metode tersebut sangat santun dan mengedepankan nilai kemanusiaan.

"Model dakwah wali songo bisa ditiru dalam berdakwah, tanpa pertempuran, tanpa pertumpahan darah, berdakwah dengan cara damai tapi Islam bisa terus membumi," jelasnya.

Baca juga: Pesan WhatsApp Tak Kunjung Dibalas, Perempuan Ini Antar Mayat Bayi ke Rumah Pacarnya

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Masdar Hilmy mengatakan, semangat wasathiyyah Sunan Ampel berusaha diterjemahkan dan dijembatani dengan mengusung konsep serta paradigma keilmuan integrated twin towers sejak perubahan status kelembagaan dari IAIN menjadi UIN pada 2013.

"UINSA berupaya memasukkan nilai-nilai, pemikiran, ajaran dan gerakan dakwah Kanjeng Sunan Ampel ke dalam seluruh relung sendi kehidupan akademik," jelas Masdar seperti dikutip dari Antara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjaga Pintu Air Hilang Diseret Buaya, Biasa Beri Makan dan Tak Pernah Usir Hewan Itu

Penjaga Pintu Air Hilang Diseret Buaya, Biasa Beri Makan dan Tak Pernah Usir Hewan Itu

Regional
Viral Sampah APD Berserakan di TPU Pondok Rajeg Cibinong, Ini Penjelasan Polisi

Viral Sampah APD Berserakan di TPU Pondok Rajeg Cibinong, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Klaster Desa Manduraga di Purbalingga, 30 Warga Positif Covid-19

Klaster Desa Manduraga di Purbalingga, 30 Warga Positif Covid-19

Regional
RSLI Surabaya Kembali Temukan Pasien Covid-19 Varian Delta, Hasil Tracing Pencegatan Suramadu

RSLI Surabaya Kembali Temukan Pasien Covid-19 Varian Delta, Hasil Tracing Pencegatan Suramadu

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Juni 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Juni 2021

Regional
Dua Hari Penyekatan di Bandung, 26 Kendaraan Diputar Balik, 8 Pengendara Reaktif

Dua Hari Penyekatan di Bandung, 26 Kendaraan Diputar Balik, 8 Pengendara Reaktif

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 19 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 19 Juni 2021

Regional
Besok, Grobogan Kembali Terapkan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja

Besok, Grobogan Kembali Terapkan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Juni 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Juni 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Juni 2021

Regional
Dosen yang Dicium Eks Rektor Unipar Jember Dipersilakan Lapor Polisi

Dosen yang Dicium Eks Rektor Unipar Jember Dipersilakan Lapor Polisi

Regional
Pemred Media Online Tewas Ditembak OTK di Dalam Mobil, Ini Kata Polisi

Pemred Media Online Tewas Ditembak OTK di Dalam Mobil, Ini Kata Polisi

Regional
Fakta Baru Kekerasan Seksual pada Siswa SMA di Batu, Dilakukan di 'Bathtub' hingga Kapal Pesiar

Fakta Baru Kekerasan Seksual pada Siswa SMA di Batu, Dilakukan di "Bathtub" hingga Kapal Pesiar

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Keterisian Ruang Isolasi di Kota Tegal Lampaui 90 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Keterisian Ruang Isolasi di Kota Tegal Lampaui 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X