Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Siswi SMK Disiram Air Keras Saat COD: Badan Sakit, Seperti Terbakar...

Kompas.com - 19/03/2021, 10:17 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - Siswi SMK di Brebes, R (16), menceritakan detik-detik dirinya disiram air keras oleh seorang pengendara motor di sekitar Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah.

“Saya tidak kenal karena ditutupi rapat. Dia menyiram dua kali ke badan saya. Awalnya tidak kerasa apa-apa. Setelah sampai di rumah badan saya sakit semua seperti terbakar,” katanya kepada wartawan, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Kisah Lengkap Abrip Asep, Hilang Saat BKO Tsunami 2004 di Aceh hingga Ditemukan di RSJ

Setelah itu, R melihat ada pesan muncul di laman Facebooknya dari yang berisi soal dendam.

“Isi pesannya itu ada kalimat 'Dendam saya sudah terbalas' sesuai pesan di akun Facebook yang dikirimkan kepada saya,” katanya.

Tak berselang lama, akun pengirim pesan itu ditutup.

Saat COD

Ilustrasi penganiayaanShutterstock Ilustrasi penganiayaan

R menceritakan, sebelum kejadian itu, dirinya mendapat pesanan kosmetik melalui media sosial.

Lalu R dan pemesan janji akan melakukan cash on delivery (COD) tak jauh dari rumah korban. Namun, saat korban menunggu di lokasi yang telah disepakati, pemesan ta kunjung datang.

R akhirnya memilih pulang. Dalam perjalanan ke rumah itulah R disiram air keras.

"Saat sampai di lokasi, korban tidak ketemu calon pembelinya, akhirnya pulang. Di tengah perjalanan pulang, ia disiram dengan air keras oleh pengendara sepeda motor tak dikenal," kata Kapolsek Wanasari AKP Mulyono, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/3/2021).

Saat ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk segera menangkap pelaku.

Baca juga: Siswi SMK Korban Penyiraman Air Keras di Brebes Akhirnya Dirujuk ke Rumah Sakit

Dirujuk ke rumah sakit

Siswi korban penyiraman air keras oleh petugas dirujuk ke RSUD Brebes dari Kediamannya di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari Brebes, Kamis (18/3/2021) (Dok. Humas Brebes)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Siswi korban penyiraman air keras oleh petugas dirujuk ke RSUD Brebes dari Kediamannya di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari Brebes, Kamis (18/3/2021) (Dok. Humas Brebes)

Kasus tersebut mendapat perhatian dari Bupati Brebes Idza Priyanti. Pihaknya segera meminta R untuk dirawat di rumah sakit.

Hal itu dilakukan setelah Idza melihat langsung kondisi korban di kediamannya di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari.

"Kejadiannya ternyata sejak Januari, namun kami baru tahu tadi malam. Langsung kami merespons dan kita rujuk ke RSUD Brebes," kata Idza di RSUD Brebes, Kamis.

Idza pun berjanji akan membantu biaya perawatan dan meminta polisi segera mengusut kasus tersebut.

 

Baca juga: Orangtua Korban Penyiraman Air Keras di Brebes Jual Motor untuk Biaya Perawatan Anak

"Kami akan memberikan perlindungan. Dan harapannya bisa segera kembali pulih dan sehat bisa melakukan aktivitas kembali," pungkas Idza.

Seperti diberitakan sebelumnya, R alami luka di bagian pipu. Hal itu membuat dirinya sulit berbicara, mengunyah dan menelan makanan.

Tak hanya itu, kedua tangan dan paha, serta bagian pipi kanannya melepuh. Semua luka lepuhnya dibalut menggunakan kain kassa.

R mengaku kesakitan usai penyiraman air keras itu.

(Penulis : Kontributor Tegal, Tresno Setiadi | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hubungan Asmara Sesama Jenis di Balik Pembunuhan Bos Kerajinan Tembaga di Boyolali

Hubungan Asmara Sesama Jenis di Balik Pembunuhan Bos Kerajinan Tembaga di Boyolali

Regional
Sempat Ditutup 6 Jam, Akses Padang-Solok Dibuka Kembali

Sempat Ditutup 6 Jam, Akses Padang-Solok Dibuka Kembali

Regional
Maju Pilkada Banten 2024, Arief R Wismansyah Ikut Penjaringan 3 Partai

Maju Pilkada Banten 2024, Arief R Wismansyah Ikut Penjaringan 3 Partai

Regional
Bocah Penjual Kue yang Tewas Kecelakaan di Pontianak Dikenal Gigih, Emoh Pulang Sebelum Dagangan Habis

Bocah Penjual Kue yang Tewas Kecelakaan di Pontianak Dikenal Gigih, Emoh Pulang Sebelum Dagangan Habis

Regional
Soal Pengangguran, Pj Gubernur Sebut Banten Jadi Tujuan Mencari Pekerjaan

Soal Pengangguran, Pj Gubernur Sebut Banten Jadi Tujuan Mencari Pekerjaan

Regional
Naskah Kuno Banyuwangi Diusung Perpusnas Masuk ke Ingatan Kolektif Nasional 2024

Naskah Kuno Banyuwangi Diusung Perpusnas Masuk ke Ingatan Kolektif Nasional 2024

Kilas Daerah
Bikin Gempar Undip, Nicholas Saputra Motivasi Mahasiswa Hadapi Ketidakpastian Masa Depan

Bikin Gempar Undip, Nicholas Saputra Motivasi Mahasiswa Hadapi Ketidakpastian Masa Depan

Regional
LKPD Kabupaten HST Kembali Raih Opini WTP dari BPK

LKPD Kabupaten HST Kembali Raih Opini WTP dari BPK

Regional
3 Warga Gunungkidul yang Jalan Kaki ke Jakarta untuk Temui Prabowo Sampai Purworejo, Minta Jalan Tol Masuk Gunungkidul

3 Warga Gunungkidul yang Jalan Kaki ke Jakarta untuk Temui Prabowo Sampai Purworejo, Minta Jalan Tol Masuk Gunungkidul

Regional
Banjir Rob Pantura Sayung Demak Mulai Surut, Pemotor: Masih Mengganggu

Banjir Rob Pantura Sayung Demak Mulai Surut, Pemotor: Masih Mengganggu

Regional
PAN Usung Istri Bupati di Pilkada Kabupaten Solok 2024

PAN Usung Istri Bupati di Pilkada Kabupaten Solok 2024

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 65 Kali Selama 6 Jam, Status Siaga

Gunung Ile Lewotolok Meletus 65 Kali Selama 6 Jam, Status Siaga

Regional
Polisi Tangkap Penipu Modus Jual Barang di Aplikasi Belanja Online

Polisi Tangkap Penipu Modus Jual Barang di Aplikasi Belanja Online

Regional
Kecelakaan di Pontianak, 2 Bocah Penjual Kue Meninggal

Kecelakaan di Pontianak, 2 Bocah Penjual Kue Meninggal

Regional
Longsor di Sitinjau Lauik, 2 Warga Dilaporkan Hilang, Diduga Tertimbun

Longsor di Sitinjau Lauik, 2 Warga Dilaporkan Hilang, Diduga Tertimbun

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com