Kasus Dugaan Penjualan Senjata ke KKB, Polisi Serahkan Berkas 6 Tersangka ke Kejaksaan

Kompas.com - 04/03/2021, 16:17 WIB
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol, Muhamad Syaripudin, Danpomdam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy saat memberikan keterangan pers kepada waratwan di Kantor Polresta Pulau Ambon, Selasa (23/2/20210) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol, Muhamad Syaripudin, Danpomdam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy saat memberikan keterangan pers kepada waratwan di Kantor Polresta Pulau Ambon, Selasa (23/2/20210)

 

AMBON, KOMPAS.com - Penyidik Polresta Pulau Ambon menyerahkan berkas enam tersangka kasus dugaan penjualan senjata api dan amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kepada Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon.

Penyerahan berkas enam tersangka dilakukan setelah penyidik merampungkan penyidikan kasus tersebut pada dua hari lalu.

Baca juga: Telepon Keluarga dan Mengaku Diculik, Pria Ini Ternyata Berbohong, Sengaja Kabur karena Ada Masalah

"Sudah tahap satu berkas enam tersangka penjualan senjata api sudah kita serahkan ke JPU," kata Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Isack Leatemia kepada Kompas.com, Kamis (4/3/2021).

Berkas enam tersangka yang telah diserahkan kepada jaksa itu di antaranya, milik Bripka SHP dan Bripda MRA yang merupakan oknum anggota Polresta Pulau Ambon.

Lalu, berkas milik empat tersangka lain, yakni SN, RM, HN, dan AT.

"Yang kita tangani itu enam dan untuk yang oknum TNI itu ditangani di POM," ujar Isack.

Setelah diserahkan kepada JPU, berkas tersebut akan diteliti oleh jaksa.

"Jadi JPU teliti berkasnya dulu kalau sudah oke akan diberikan P21 untuk tahap dua tapi kalau belum rampung jaksa pasti akan berikan petunjuk untuk P19. Jadi penyidik masih menunggu saat ini," ungkapnya.

Sebelumnya, aparat Polresta Pulau Ambon menangkap enam orang karena diduga terlibat bisnis penjualan amunisi dan senjata kepada KKB di Papua.

Baca juga: Sederet Fakta Oknum TNI dan Polisi Jual Senjata dan Amunisi ke KKB, Pelaku Terancam Hukuman Mati

 

Dari enam tersangka yang ditangkap dua di antaranya merupakan anggota Polresta Pulau Ambon yakni Bripka SHP dan Bripda MRA.

Akibat perbuatannya, keenam tersangka dijerat dengan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati dan penjara seumur hidup. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar Tatap Muka Dimulai, Satu Murid dan Guru di Wonogiri Positif Covid-19

Belajar Tatap Muka Dimulai, Satu Murid dan Guru di Wonogiri Positif Covid-19

Regional
Ini Panduan Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi untuk Warga Riau

Ini Panduan Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi untuk Warga Riau

Regional
Bayi di Riau Ini Menderita 'Omphalocele', Lahir dengan Organ Perut di Luar, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Bayi di Riau Ini Menderita "Omphalocele", Lahir dengan Organ Perut di Luar, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Regional
Hendak 'Selfie' Saat Sunrise, Wisatawan Tewas Tercebur Bersama Motornya ke Laut

Hendak "Selfie" Saat Sunrise, Wisatawan Tewas Tercebur Bersama Motornya ke Laut

Regional
Ramadhan di Padang: Karaoke hingga Diskotek Harus Tutup, Jika Nekat Buka Denda Mulai Rp 50 Juta

Ramadhan di Padang: Karaoke hingga Diskotek Harus Tutup, Jika Nekat Buka Denda Mulai Rp 50 Juta

Regional
Pasca-banjir Bandang NTT, Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur Sudah Dibuka Kembali

Pasca-banjir Bandang NTT, Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur Sudah Dibuka Kembali

Regional
Mengenal Meugang, Tradisi Unik Jelang Ramadhan, Eratkan Kebersamaan Melalui Daging Sapi

Mengenal Meugang, Tradisi Unik Jelang Ramadhan, Eratkan Kebersamaan Melalui Daging Sapi

Regional
Kakek 75 Tahun di Tulungagung Selamat dari Reruntuhan Rumahnya Saat Gempa

Kakek 75 Tahun di Tulungagung Selamat dari Reruntuhan Rumahnya Saat Gempa

Regional
Dikira Diculik, Ternyata Kepala SMPN 1 Beoga Sembunyi di Semak-semak Saat Ditembaki KKB

Dikira Diculik, Ternyata Kepala SMPN 1 Beoga Sembunyi di Semak-semak Saat Ditembaki KKB

Regional
Jemaah An Nadzir Gowa Mulai Puasa Ramadhan Hari ini

Jemaah An Nadzir Gowa Mulai Puasa Ramadhan Hari ini

Regional
Bocah 9 Tahun di Padang Pariaman Dicabuli Ayah Tiri Saat Ibunya Terlelap

Bocah 9 Tahun di Padang Pariaman Dicabuli Ayah Tiri Saat Ibunya Terlelap

Regional
Tercatat 9 Kali Gempa Susulan di Malang, Ini Penjelasan BMKG

Tercatat 9 Kali Gempa Susulan di Malang, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Kota Malang dan 12 Nama Julukannya, dari Paris Van East Java hingga Kota Susu

Kota Malang dan 12 Nama Julukannya, dari Paris Van East Java hingga Kota Susu

Regional
'Saya Melihat Jatuhan Biji-biji Es Sebesar Kedelai, Keponakan Saya Malah Ketakutan'

"Saya Melihat Jatuhan Biji-biji Es Sebesar Kedelai, Keponakan Saya Malah Ketakutan"

Regional
Echa Si Putri Tidur Asal Banjarmasin Akhirnya Bangun Setelah 9 Hari Terlelap

Echa Si Putri Tidur Asal Banjarmasin Akhirnya Bangun Setelah 9 Hari Terlelap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X