Kompas.com - 04/03/2021, 16:09 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (22/2/2021). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (22/2/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memperketat pengetesan Covid-19 di pintu masuk internasional.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil menyusul ditemukannya varian baru virus corona dari Inggris atau B.1.1.7 UK di Karawang, Jawa Barat.

"Saya titip masukan kepada pemerintah pusat agar pintu masuk itu testingnya harus serius. Apakah dari Singapura ke Batam, pesawat ke Bali. Kalau Jabar sendiri kan bukan pintu masuk utama internasional," kata pria yang akrab disapa Emil itu di Bandung, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Kronologi 2 TKI Asal Karawang Terpapar Virus Corona B.1.1.7

Emil memastikan, dua warga Karawang yang terpapar B.1.1.7 telah dinyatakan sembuh.

Berdasarkan riwayat perjalanan, kedua pekerja migran datang dari Arab Saudi yang masuk lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Pintu masuknya dari Cengkareng sudah di-treatment di Jakarta. Tapi waktu setelah selesainya ada beberapa prosedur. Jadi dipulangkan tanpa tes, sehingga pas dites lagi, masih positif. Tapi sekarang sudah sembuh, per hari ini, Kamis, dua kasus itu sudah tidak ada," tutur Emil.

Baca juga: Masyarakat Diminta Waspada akan Varian Baru Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Emil mengatakan, karakter varian baru virus corona tersebut memiliki tingkat penularan lebih cepat dan butuh waktu lebih lama dalam proses penyembuhannya.

Namun, virus tersebut tetap bisa diantisipasi dengan cara disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

"Jadi treatment-nya enggak ada beda, asal kita pakai masker, disiplin 3M. Sebetulnya seberat apapun virus itu, tidak gimana, cuma penularannya lebih cepat dan disiplinnya harus lebih tinggi," kata Emil.

Sebelumnya, Emil meminta tim dari Universitas Padjadjaran untuk meneliti tentang varian baru virus corona tersebut.

Ia meminta Unpad menganalisis agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat menentukan langkah antisipatif menghadapi varian baru dari virus corona itu.

"Apakah sama perlakuan 3M dan 3T ini. Kami mohon agar ada penelitian, sehingga kami selaku pengambil keputusan secara tepat, bisa merespons dengan cara terukur," kata dia.

Namun, Emil mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap menjalankan protokol kesehatan dalam tiap aktivitas.

"Ikhtiar kita sesuaikan dan kita tingkatkan," kata Emil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X