Viral Video Mobil Berlapis Emas Senilai Rp 20 M Catut Lambang Keraton Yogyakarta

Kompas.com - 04/03/2021, 16:13 WIB
Foto tangkapan layar video mobil yang viral mencatut nama Keraton Yogyakarta ISTFoto tangkapan layar video mobil yang viral mencatut nama Keraton Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video berdurasi 6 menit 18 detik menunjukkan sebuah mobil dihiasi dengan logam mulia seperti emas, viral di media sosial.

Dalam video, mobil tersebut bertuliskan King of King's. Tak sampai di situ, di bagian mobil tampak sebuah lambang yang diklaim sebagai lambang keraton.

"Ini 20 miliar, ini bentuk 20 miliar. Kalau sudah kaya gini lambangnya keraton, luar biasa ini. Ngayogyahadiningrat," kata seorang pria di video tersebut.

Baca juga: Sepasang Pelajar SMP di Buton Selatan Menikah, Sempat Ditolak KUA, Menang di Pengadilan Agama


Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan Kridhomardowo, KPH Notonegoro memberikan klarifikasi setelah melihat video tersebut.

"Lambang e wae kleru (Lambangnya saja salah)," ucap Kanjeng Noto ditemui di Keraton Yogyakarta, Kamis (4/3/2021).

Kanjeng Noto menduga video tersebut hanya digunakan sebagai lucu-lucuan.

Namun, menantu Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut mengimbau kepada warga agar lebih bijak menggunakan lambang Keraton Yogyakarta atau Praja Cihna Keraton Yogyakarta

"Bisa jadi lucu-lucuan saja. Kan mereka sebenarnya bisa bikin logo sendiri kenapa pakai punya orang," kata dia.

Menurut dia, Praja Cihna atau lambang keraton tidak boleh digunakan untuk sembarangan apalagi tanpa izin dari pihak Keraton Yogyakarta.

"Kalau ditiru pun sebenarnya kan tidak boleh. Jadi itu memang yang punya kewenangan memakai Praja Cihna itu keraton. Saya yakin itu tanpa izin," ujarnya.

Baca juga: Sepasang Kekasih Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA Buton Selatan, Keluarga: Mereka Saling Mencintai

Masyarakat pun dimbau untuk tidak menggunakan Praja Cihna tanpa seizin keraton. Menurutnya kesadaran masyarakat akan hukum ini masih kurang.

"Ini kesadaran hukum masyarakat yang kurang, sebenarnya logo itu kan ada kepemilikannya tidak bisa sembarang," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BBWS Bengawan Solo Langsung Tindak Lanjuti Usulan Nelayan Brondong kepada Presiden Jokowi

BBWS Bengawan Solo Langsung Tindak Lanjuti Usulan Nelayan Brondong kepada Presiden Jokowi

Regional
Meski Diduga Sakit Jiwa, Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Tetap Diproses Hukum

Meski Diduga Sakit Jiwa, Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Tetap Diproses Hukum

Regional
Ganjar Minta Kapal dari Negara Berbahaya Tak Berlabuh di Jateng

Ganjar Minta Kapal dari Negara Berbahaya Tak Berlabuh di Jateng

Regional
Kemungkinan Bawa Varian Baru Covid-19, Sampel Genome 13 ABK Asing di Cilacap Diperiksa

Kemungkinan Bawa Varian Baru Covid-19, Sampel Genome 13 ABK Asing di Cilacap Diperiksa

Regional
Sebelum Ditangkap, Buronan Teroris Sempat Minta Didoakan karena Punya Masalah

Sebelum Ditangkap, Buronan Teroris Sempat Minta Didoakan karena Punya Masalah

Regional
Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Regional
Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

Regional
Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Regional
Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Regional
Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Regional
Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Regional
Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Mei 2021

Regional
2 Lokasi di Sidoarjo serta Bangkalan Ditembak Orang Tak Dikenal, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

2 Lokasi di Sidoarjo serta Bangkalan Ditembak Orang Tak Dikenal, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X