Tipu Warga hingga Rp 705 Juta, Seorang Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi Online Ditahan

Kompas.com - 02/03/2021, 11:10 WIB
Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto (duduk bagian kiri) sedang menggelar konferensi pers terkait sejumlah kasus di wilayah hukum Polres Sumba Barat, Minggu (28/2/2021). KOMPAS.com/DOKUMEN POLRES SUMBA BARATKapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto (duduk bagian kiri) sedang menggelar konferensi pers terkait sejumlah kasus di wilayah hukum Polres Sumba Barat, Minggu (28/2/2021).

WAIKABUBAK, KOMPAS.com - Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap kasus penipuan investasi bodong online yang menimpa sejumlah warga dengan total kerugian mencapai Rp 705.800.000.

Polisi telah menetapkan seorang warga berinisial JNM sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Sementara terduga tersangka lain, G, belum ditangkap.

Saat ini, G masih menjalani proses hukum di Polres Pati, Jawa Tengah.

Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto mengatakan, pihaknya mengusut kasus penipuan investasi online tersebut setelah menerima laporan dari korban berinisial YYD.

Laporan polisi itu terdaftar dengan nomor LP/B/26/I/Res.1.11./2021/NTT/RES SB/SPKT pada 24 Februari 2021.

Sebelumnya, YYD bergabung dengan sebuah perusahaan investasi online dengan nama Maximal Perdays pada 19 Januari 2021. 

Baca juga: 2 Orang Dilantik sebagai Sekda Papua dalam Sehari, Dance Flassy: Pelantikan Saya Disetujui Gubernur

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perusahaan Investasi Maximal Perdays tersebut mempromosikan, yakni dengan berinvestasi minimal Rp 500.000, maka keanggotaannya akan mendapat keuntungan per harinya sebesar enam persen. Dan, investasi tersebut akan berjalan selama 40 hari," kata Arianto kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Senin (1/3/2021) malam.

"Dan, apabila dapat merekrut anggota baru, perekrutnya akan mendapat bonus 10 persen dari nominal investasi anggota yang bergabung (join) tersebut," ujar Arianto menambahkan.

Saat itu, YYD berinvestasi senilai Rp 5 juta dan merekrut sebanyak 28 orang untuk bergabung ke Maximal Perdays. Total investasi YYD dan 28 orang tersebut adalah Rp 62 juta.

Kemudian, YYD sempat mendapatkan transfer bonus harian sebesar Rp 300.000 dari Maximal Perdays hingga 22 Januari 2021.

"Pada hari Minggu tanggal 23 Januari 2021, pihak Maximal Perdays tidak lagi mentransfer bonus harian kepada saksi (YYD) sampai dengan dilaporkan perkara tersebut ke pihak Kepolisian Resor Sumba Barat," ungkap Arianto.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam 25 Hari, NTT Diguncang 89 Kali Gempa Bumi

Dalam 25 Hari, NTT Diguncang 89 Kali Gempa Bumi

Regional
 Sempat Divonis Bebas, Pelaku Kini Dipenjara 200 Bulan, Ini Perjalanan Kasus Ayah Pemerkosa Anak di Aceh

Sempat Divonis Bebas, Pelaku Kini Dipenjara 200 Bulan, Ini Perjalanan Kasus Ayah Pemerkosa Anak di Aceh

Regional
Banyak Istri Gugat Cerai Suami sejak Awal 2021, Ini Pemicunya

Banyak Istri Gugat Cerai Suami sejak Awal 2021, Ini Pemicunya

Regional
Profil Tendius Gwijangge, Pimpinan KKB yang Serang dan Sandera Warga di Yahukimo

Profil Tendius Gwijangge, Pimpinan KKB yang Serang dan Sandera Warga di Yahukimo

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas pada Jumat Pagi, Meluncur 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas pada Jumat Pagi, Meluncur 1.000 Meter

Regional
Kronologi Oknum Polisi Bakar Istrinya hingga Tewas, Berawal Cekcok Masalah Rumah Tangga

Kronologi Oknum Polisi Bakar Istrinya hingga Tewas, Berawal Cekcok Masalah Rumah Tangga

Regional
Ada 39 Klaster Covid-19 di Wonogiri, Didominasi Perjalanan hingga Keluarga

Ada 39 Klaster Covid-19 di Wonogiri, Didominasi Perjalanan hingga Keluarga

Regional
KKB Serang Pekerja Bangunan di Yahukimo Pakai Senjata Rampasan dari Anggota TNI yang Gugur

KKB Serang Pekerja Bangunan di Yahukimo Pakai Senjata Rampasan dari Anggota TNI yang Gugur

Regional
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Guyur Klaten

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Guyur Klaten

Regional
Catat, Ini 12 Poin Pembatasan Aktivitas Ekonomi hingga Wisata di Banyuwangi

Catat, Ini 12 Poin Pembatasan Aktivitas Ekonomi hingga Wisata di Banyuwangi

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Wonogiri Meningkat, Ini Penjelasan Bupati

Kematian Pasien Covid-19 di Wonogiri Meningkat, Ini Penjelasan Bupati

Regional
Pemkot Tasikmalaya Wajibkan Kelurahan Isolasi Kampung Zona Merah, Warga Bandel Berkerumun Dibubarkan

Pemkot Tasikmalaya Wajibkan Kelurahan Isolasi Kampung Zona Merah, Warga Bandel Berkerumun Dibubarkan

Regional
KKB yang Tewaskan Pekerja Bangunan di Yahukimo Diduga Pelaku Pembunuhan 2 Personel TNI

KKB yang Tewaskan Pekerja Bangunan di Yahukimo Diduga Pelaku Pembunuhan 2 Personel TNI

Regional
KA Baturraden Ekspres Relasi Purwokerto-Bandung PP Diluncurkan, Ini Jadwal dan Tarifnya

KA Baturraden Ekspres Relasi Purwokerto-Bandung PP Diluncurkan, Ini Jadwal dan Tarifnya

Regional
Saat Bupati, Dandim, dan Kapolres Karawang Gerebek Tempat Hiburan Malam, Ini yang Ditemukan

Saat Bupati, Dandim, dan Kapolres Karawang Gerebek Tempat Hiburan Malam, Ini yang Ditemukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X