Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Kompas.com - 01/03/2021, 10:57 WIB
Ilustrasi tewas SHUTTERSTOCKIlustrasi tewas
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Seorang perempuan muda berinisial M (20), ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar hotel di Kediri, Jawa Timur.

Jenazah korban tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas hotel dengan posisi tergeletak di lantai dan bersimbah darah.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut.

Baca juga: Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Ditemukan luka di bagian kepala

Kepala Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Eko Prasetyo mengatakan, korban tewas tersebut diketahui baru beberapa jam berada di hotel itu.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan, korban diketahui warga Bandung, Jawa Barat.

Adapun penyebab tewasnya korban diduga kuat akibat pembunuhan.

Pasalnya, saat pertama kali ditemukan tergeletak di lantai kamar dan terdapat luka di bagian kepala korban.

Baca juga: Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Ditemukan koper dan alat kontrasepsi

Eko mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara itu polisi menemukan sejumlah barang bukti, antara lain dua koper dan alat kontrasepsi.

"Ya tadi ditemukan satu alat kontrasepsi," jelasnya, Minggu (28/2/2021) malam.

Satu koper yang ditemukan tersebut diketahui merupakan milik korban. Sedangkan satu kopernya lagi masih dilakukan pemeriksaan.

Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada tiga orang saksi di lokasi kejadian.

"Saat ini ada 3 saksi yang kami mintai keterangan." pungkas Kapolres.

Baca juga: Tak Terima Anaknya Dianiaya Oknum Polisi, Taha: Kalau Sampai Pelakunya Tidak Dihukum Lihat Saja

Dilakukan otopsi

Untuk mengungkap kasus kematian korban tersebut, Eko mengaku masih melakukan pendalaman penyelidikan.

Jenazah korban sendiri saat ini sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan proses otopsi.

"Sedangkan jenazah korban sudah kita bawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani otopsi," ujar

Pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban, namun, diduga kuat akibat pembunuhan.

"Kami tunggu hasil otopsi dulu," ujar Eko.

Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim | Editor : Robertus Belarminus



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X