Pesan Ridwan Kamil: Setelah Divaksin, Jangan Euforia Seolah Bebas...

Kompas.com - 14/01/2021, 11:15 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai Rapat Koordinasi Progress Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan dua Juta Masker dari BNPB kepada Pemprov Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai Rapat Koordinasi Progress Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan dua Juta Masker dari BNPB kepada Pemprov Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau kepada para penerima vaksin Covid-19 agar tak euforia setelah penyuntikan.

Ia menegaskan, penyuntikan tak langsung membuat tubuh kebal terhadap virus tersebut.

Hal itu ia katakan berdasarkan pengalamannya yang sudah menjalani rangkaian uji vaksin Sinovac dari Biofarma.

"Jadi tolong diedukasi juga setelah divaksin jangan euforia seolah bebas karena antibodinya dalam teori kami baru muncul tiga bulan kemudian," kata Emil, sapaan akrabnya dalam konferensi pers, Rabu (13/1/2021) kemarin.

Baca juga: Ridwan Kamil Ceritakan Efek 2 Kali Disuntik Vaksin Covid-19: Pegal dan Linu 1 Jam, Ngantuk...

Mereka yang menolak vaksin, membahayakan keselamatan masyarakat...

Emil pun sempat membuat video yang menjelaskan soal vaksin Covid-19 lewat akun instagram pribadinya.

Ia juga mengajak para tokoh masyarakat yang punya pengaruh agar turut serta menjadi penerima vaksin.

"Maka kami mengajak influencer dan publik figur untuk bersama-sama bela negara karena mereka yang menolak itu bisa masuk ke kategori membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar dengan penolakannya, itulah kenapa ada sanksi dan hukuman dari dua Undang-undang yaitu Undang-Undang wabah dan kekarantinaan kesehatan," tuturnya.

Baca juga: Gaya Santai Ridwan Kamil, Bahas Efek Samping hingga Hoaks soal Vaksin

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil)

Vaksin sebagai titik terang pandemi

Ia berharap semua elemen masyarakat bisa kompak menyambut hadirnya vaksin sebagai titik terang berakhirnya pandemi.

Ia pun siap menjawab pertanyaan publik soal vaksin lantaran sudah menjadi relawan.

"Mudah-mudahan semua kompak dan saya adalah referensi utama karena saya adalah relawan, saya disuntik ketika vaksin itu belum pasti, nah lega juga," kata Ridwan Kamil. 

"Alhamdulilah, BPOM sudah memberikan rilis bahwa berhasil tes yang dilakukan di Bandung dengan lebih dari 50 persen yaitu 65,3."

"Dari laporan tim vaksin di tubuh saya sebagai relawan itu muncul 99 persen antibodinya tiga bulan setelah penyuntikan," jelasnya. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Regional
Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X