Simpan 2,4 Ton Bahan Pembuat Bom Ikan, Warga Bangkalan Ditangkap

Kompas.com - 29/12/2020, 06:10 WIB
MB, tersangka kepemilikan bahan peledak bom ikan ditangkap polisi. KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALMB, tersangka kepemilikan bahan peledak bom ikan ditangkap polisi.

SURABAYA, KOMPAS.com - Gudang penyimpanan bom ikan digeledah tim gabungan Baharkam Polri dan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim di Bangkalan Jawa Timur.

Sebanyak 2,4 ton bahan peledak bom ikan diamankan dalam penggerebekan tersebut.

Dalam penggeledahan selain mengamankan barang bukti 2,4 ton bahan peledak bom ikan, tim gabungan polisi juga menangkap pemilik bahan peledak berinisial MB (43) warga Bangkalan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Tak Terima Ditegur Satpam, 2 Pemuda Lempar Bom Ikan ke PN Probolinggo

Bahan-bahan peladak yang berhasil diamankan adalah potasium chlorate, sodium perchlorate, belerang, potasium nitrate, butir selongsong detonator, bubuk bahan detonator, bubuk bahan peledak, hingga beragam jenis sumbu peledak.

Melalui pengungkapan itu, polisi mengaku telah menyelamatkan laut Indonesia dan biota yang ada di dalamnya dari bahaya bom ikan.

"Bom ikan memiliki daya ledak sampai radius 50 meter persegi," kata Kepala Baharkam Polri Komjen Agus Andrianto kepada wartawan di Surabaya, Senin (28/12/2020).

Tersangka MB merakit sendiri bom ikan di rumahnya, dengan cara menggunakan botol aqua yang diisi dengan potasium chlorate yang dicampur belerang dan arang.

"Sedangkan untuk pembakarnya adalah botol aqua yang sudah diisi potasium chlorate yang disambungkan detonator sehingga menimbulkan efek ledakan saat dibakar," ujarnya.

Baca juga: Cerita Maisaroh, Rumah Dilempari 6 Bom Ikan dan Saudara Jadi Korban

Kepada penyidik, tersangka MB mengaku bahan peledak yang dimilikinya adalah pesanan warga Makasar.

Pelaku menjual bahan peledak secara eceran, seperti potasium chlorate dijual dengan harga Rp 35.000 per kilogram, dan sumbu detonator dijual secara terpisah dengan harga Rp 20.000 per buah.

Tersangka dijerat pasal 1 ayat (1) undang–undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan atau pasal 122 undang–undang nomor 22 tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X