Polisi Bersenjata Laras Panjang Amankan Gereja Saat Ibadah Natal di Solo

Kompas.com - 23/12/2020, 13:32 WIB
Personel polisi melaksanakan sterilisasi di Gereja Katolik ST Paulus Kleca Jalan Belimbing 18 Kerten Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/12/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPersonel polisi melaksanakan sterilisasi di Gereja Katolik ST Paulus Kleca Jalan Belimbing 18 Kerten Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/12/2020).

 

SOLO, KOMPAS.com - Personel polisi bersenjata laras panjang diterjunkan untuk mengamankan gereja pada ibadah Natal 2020 di Solo, Jawa Tengah.

Mereka akan mengamankan 16 gereja prioritas pertama karena memiliki jumlah jemaat terbanyak.

Kabag Ops Polresta Solo Kompol I Ketut Sukarda mengatakan, penerjunan personel bersenjata laras panjang untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat ibadah Natal.

"Setiap gereja besar yang yang jemaatnya mungkin batasnya 50 persen, bahkan malah tidak ada 50 persen dari kapasitas gedung kita siapkan nanti personel bersenjata laras panjang. Disamping dari Bhabinkamtibmas, Babinsa juga ditebalkan oleh Dalmas yang bawa senjata laras panjang," katanya di sela memimpin sterilisasi di Gereja Katolik ST Paulus Kleca Jalan Belimbing 18 Kerten Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Misa Natal di Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto Hanya untuk Warga Lokal

Sukarda juga mengatakan, dalam melakukan pengamanan akan melibatkan dari internal gereja. Petugas internal gereja ini untuk memantau setiap jemaat yang datang ke gereja.

"Karena (internal gereja) yang tahu persis ini jemaat sini atau tidak, orang-orang asing atau tidak maka kita perdayakan dengan maksimal," ungkap dia.

Sukarda menambahkan setiap jemaat yang masuk ke dalam gereja dilarang membawa tas. Jemaat hanya boleh membawa barang yang diperlukan untuk beribadah.

"Seandainya masih ada kita filter di pintu masuk," kata dia.

Kemudian, lanjut Sukarda, pada pelaksanaan ibadah Natal tidak ada kendaraan yang berhenti di depan gereja. Jemaat yang membawa kendaraan harus berhenti sekitar 5 meter sebelum gereja.

"Pengurus gereja sudah kita kumpulkan di Polresta tidak ada kendaraan apapun berhenti di depan gereja. Itu sudah komitmen. Kita akan pantau terus," ujarnya.

Baca juga: Gereja di Jabar Bakal Merayakan Malam Misa Natal Secara Virtual

Dikatakan Sukarda dari 16 gereja prioritas pertama yang melaksanakan ibadah misa Natal ada sebanyak 13 gereja.

Sedangkan sisanya melaksanakan melalui virtual atau daring. Sebagian besar gereja melaksanakan ibadah misa Natal, Kamis (24/12/2020) sore.

"Jadi yang hadir (tatap muka) melaksanakan ibadah Natal ada 13 gereja," terangnya.

Kendati digelar tatap muka, pengurus gereja maupun jemaat diimbau tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

"Potensi kerumuman khususnya di saat pandemi bisa teratasi tentu tidak begitu saja dibiarkan tetap ada pendampingan dari anggota, internal, berputar mengingatkan terus supaya tidak ada klaster baru Covid-19 saat ibadah Natal," kata Sukarda.

Kapolresta Solo,Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, berdasarkan klasifikasi ada 16 gereja di Solo yang masuk dalam prioritas pertama pengamanan karena memiliki jumlah jemaat terbanyak.

"Berdasarkan hasil identifikasi kita 16 gereja ini merupakan gereja yang memiliki jumlah jemaat terbanyak," kata Ade.

Meski demikian, Ade mengatakan, gereja yang jumlah jemaatnya sedikit tetap mendapatkan pengamanan polisi pada pelaksanaan ibadah Natal.

Hal tersebut untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada warga saat melaksanakan ibadah Natal.

Terpisah, Seksi keamanan Gereja Katolik ST Paulus Kleca, Susilo mengatakan selain menggelar tatap muka, ibadah misa Natal juga digelar secara daring.

Dia menerangkan setiap jemaat yang datang ke gereja wajib menerapkan protokol kesehatan. Jemaat wajib mencuci tangan.

Kemudian sebelum masuk gereja, jemaat dicek suhu tubuhnya menggunakan thermogun yang telah disiapkan di pintu masuk.

"Untuk jarak yang du dalam gereja sudah kita beri tanda silang," kata Susilo.

Menurut Susilo jumlah jemaat yang melaksanakan ibadah di gereja pada hari normal atau sebelum wabah pandemi Covid-19 mencapai 3.500 orang.

Namun, karena pandemi Covid-19 jumlah jemaat yang melaksanakan ibadah Natal dibatasi.

"Misa Natal kita laksanakan dua kali besuk (Kamis) malam. Dan tanggal 25 Desember 2020 kita laksanakan jam 6 dan 8 pagi," ungkap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X