Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Kompas.com - 01/12/2020, 16:44 WIB
Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19 SHUTTERSTOCK/FunKey FactoryIlustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Yogyakarta Agus Sudrajat meninggal dunia pada Selasa (1/12/2020). Sebelumnya Agus sempat dirawat di Rumah Sakit Sardjito lantaran terpapar Covid-19.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti membenarkan hal tersebut. Dirinya mendapatkan informasi meninggalnya Agus Sudrajat pada jam 10.00 pagi tadi.

"Ya saya dapat informasi pada pukul 10.00 WIB, Pak Agus Sudrajat Kepala Dinsos Yogyakarta meninggal dunia di Rumah Sakit Sardjito, sekarang lagi diurus pemakaman dan sebagainya," kata Haryadi, saat dihubungi wartawan, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: 3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, Agus Sudrajat meninggal karena terpapar Covid-19 dan disertai komorbid yaitu jantung dan diabetes.

"Pak Agus menyiapkan bantuan perjalanan bagi warga yang membutuhkan, menyiapkan dapur umum untuk melayani warga yang membutuhkan, Pak Agus menyiapkan dan mengetuai shelter baik yang di Jl Veteran maupun di Tegalrejo," ujar Heroe.

Lanjut Heroe, Agus Sudrajat juga bertugas dalam mencarikan warga tempat pemakaman bagi warga yang mengalami kesulitan saat mencari lokasi pemakaman.

"Banyak hal lainnya yang telah dilakukan di tengah perjuangan untuk membantu dan menyelamatkan warga masyarakat dari Covid-19," ujar Heroe.

Pemakaman Agus dilakukan oleh tim BPBD Kota Yogyakarta. Dari RS Sardjito, jenazah langsung dibawa ke Pemakaman Sarilaya Gedongkiwo Mantrijeron.

Baca juga: Pemerintah Luncurkan Pedoman Perubahan Perilaku Pencegahan Covid-19 dalam 77 Bahasa Daerah

Haryadi mengatakan, virus corona ini harus benar-benar diperhatikan dan menjadi pelajaran bagi Pemkot Yogyakarta untuk menegakkan protokol kesehatan sebaik-baiknya di lingkungan kerja atau pada saat berinteraksi dengan masyarakat.

"Saya menegaskan agar protokol kesehatan selalu ditegakkan dan diawasi, baik itu untuk masyarakat yang datang ke Balaikota maupun teman-teman kerja yang melaksanakan tugas di tengah-tengah masyarakat," kata dia.

Namun, Haryadi mengaku belum akan menerapkan kembali work from home (WFH) di lingkungan Balaikota.

"Saya rasa tidak, kita mengikuti peraturan di atasnya. Per hari ini tidak ada rencana menerapkan WFH, tetapi ada unit instansi Kota Yogyakarta yang melakukan WFH dan me-lockdown tempat kerja," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X