Kompas.com - 02/11/2020, 22:40 WIB
Siaga Hadapi La Nina KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoSiaga Hadapi La Nina

KOMPAS.com - Kepala Bidang Data BMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman mengatakan, terdapat potensi fenomena La Nina melanda beberapa wilayah di Bali.

"Di Bali baru mulai musim hujan itu kemarin, dasarian ketiga, tapi kalau ini konsisten sudah masuk dari bulan Oktober. Sebelum masuk bulan Oktober juga sudah ada hujan, di Jembrana hampir tiap hari. Bali memang jadi salah satu provinsi yang terpengaruh La Nina, tapi paling banyak terpengaruh itu Indonesia bagian timur karena dekat dengan pasifik," kata Iman saat dihubungi, dikutip dari Antara, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Hadapi La Nina, Mentan Ajak Petani Semangka dan Blewah di Jombang Gunakan Asuransi

Ia menjelaskan, La Nina sebenarnya fenomena global, yaitu adanya penurunan suhu muka laut di lautan pasifik sehingga menyebabkan suhu lebih hangat justru di sebelah baratnya pasifik.

"Suhu muka laut di Indonesia hangat otomatis tekanan udaranya di Indonesia akan rendah. Kalau suhu dingin di pasifik tekanannya akan jadi lebih tinggi. Jadi angin akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, artinya akan bergerak dari pasifik ke Indonesia," katanya.

Baca juga: La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

Angin yang berasal dari pasifik mengandung uap air dan punya massa udara basah.

Dengan kondisi Indonesia memasuki musim hujan, maka uap air akan bertambah yang berasal dari pasifik menuju Indonesia.

Iman mengatakan, untuk besaran potensinya tergantung dari masing-masing lokasi.

Jika lokasinya cukup basah, curah hujan akan bertambah. Seperti Bali, sampai akhir tahun akan terpengaruh La Nina dengan kekuatan yang bervariasi.

"Saat ini La Nina indeksnya sudah menuju moderat. Sebelumnya di bulan Juli itu lemah dan sekarang cukup signifikan apalagi moderat. Walaupun sekarang -1,02, indeksnya masih kecil. Jadi kalau moderat itu -1 sampai -1,5, kalau lemah -0,5 sampai -1, sekarang posisinya -1,02. Kalau masih di antara -0,5 sampai -1 masih normal," ucapnya.

Fenomena La Nina berpotensi menyebabkan naiknya curah hujan dan meningkatnya intensitas hujan.

"Aktivitas melaut harus diwaspadai juga. Laut saat ini gelombang ke selatan potensinya di atas 2 meter, tapi biasanya kalau di musim hujan gelombang itu tidak akan setinggi di musim kemarau. Tetapi perlu mewaspadai kalau ada gangguan siklon. Itu yang menyebabkan angin kencang dan gelombang tinggi," katanya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X