Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Kompas.com - 26/10/2020, 18:50 WIB
Rektor UGM Panut Mulyono ditemui mengikuti kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Komplek Candi Prambanan Rabu (11/3/2020) petang KOMPAS.COM/MARKUS YUWONORektor UGM Panut Mulyono ditemui mengikuti kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Komplek Candi Prambanan Rabu (11/3/2020) petang

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Gadjah Mada ( UGM) Panut Mulyono telah menemui pendemo yang berkemah di jalan masuk menuju kampus tepatnya di jalan Boulevard UGM.

Ia mengatakan, pihaknya telah menjelaskan persoalan kepada mahasiswa. Selain itu, pihaknya juga telah menerima aspirasi dari mahasiswa yang berkemah tersebut.

"Jumat saya ketemu, mahasiswa camping sudah selesai dan jelaskan persoalannya bisa saling pengertian, masukan dari mahasiswa ya diterima," katanya, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Kenang Jakob Oetama, Rektor UGM: Beliau Tokoh Pers Legendaris

Rektor UGM menjelaskan, mahasiswa tidak sepenuhnya mengerti apa yang dia maksudkan,. Sejak awal, Panut tidak melarang mahasiswa untuk unjuk rasa atau demonstrasi.

"Mahasiswa tidak sepenuhnya tahu apa yang saya maksudkan. Saya tidak melarang demo, tetapi saya larang demo anarkis. Silahkan dicari apakah ada peraturan rektor soal larangan demo. Yang saya larang demo anarkis. Kemarin diimbau tidak usah (turun ke jalan) karena masih pandemi, tidak ada yang jamin tidak ada efek samping rusuh," katanya.

Diberitakan sebelumnya, unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa UGM ini tergolong unik.

Kali ini, mereka menggelar aksi dengan camping di Jalan Boulevard UGM.

Baca juga: Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Menteri Aksi Propaganda BEM UGM Aji Wibowo mengatakan, aksi camping di kampus ini merupakan bentuk perlawanan dan protes kepada pihak kampus.

"Mari kita menyambut rektorat dengan satir, sindiran, dan juga perlawanan," kata Aji kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Aji mengatakan, pihak kampus secara tidak langsung melarang mahasiswa menggelar unjuk rasa turun ke jalan.

"Kami tidak boleh turun ke jalan untuk aspirasi yang sebenarnya itu hak asasi manusia. Menyampaikan aspirasi dengan demonstrasi disangka biang kerusuhan," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Regional
Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Regional
Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Regional
Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Regional
Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Regional
Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Regional
Pejabat di Riau yang Positif Covid-19 Bertambah, Kabar Terakhir Kadiskominfotik Riau Juga Sakit

Pejabat di Riau yang Positif Covid-19 Bertambah, Kabar Terakhir Kadiskominfotik Riau Juga Sakit

Regional
Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama

Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama

Regional
'Pandemi Belum Berakhir, Ini Buktinya, Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Bergiliran'

"Pandemi Belum Berakhir, Ini Buktinya, Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Bergiliran"

Regional
Polri dan TNI Cegah Politik Uang Jelang Pilkada, Bentuk Tim Patroli hingga Kerja Sama dengan Bank

Polri dan TNI Cegah Politik Uang Jelang Pilkada, Bentuk Tim Patroli hingga Kerja Sama dengan Bank

Regional
Hujan Deras Sebabkab Tanah Longsor di Cianjur, Akses Jalan Kadupandak Putus

Hujan Deras Sebabkab Tanah Longsor di Cianjur, Akses Jalan Kadupandak Putus

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang, Tatu-Pandji Pamer Prestasi, Nasrul-Eki Bicarakan Pengangguran

Debat Pamungkas Pilkada Serang, Tatu-Pandji Pamer Prestasi, Nasrul-Eki Bicarakan Pengangguran

Regional
Perjalanan 3 Camat di Jember Dihukum Tak Naik Gaji Setahun, Bermula Ucapan Terima Kasih ke Calon Bupati

Perjalanan 3 Camat di Jember Dihukum Tak Naik Gaji Setahun, Bermula Ucapan Terima Kasih ke Calon Bupati

Regional
Turnamen Sepak Bola dengan Ribuan Penonton, Digelar Saat PSBB, Kapolres dan Satgas Covid-19 Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola dengan Ribuan Penonton, Digelar Saat PSBB, Kapolres dan Satgas Covid-19 Tak Tahu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X