Jika Ada Rumah Sakit Covid-kan Pasien, Ganjar: Lapor Gubernur, Biar Semua Tenang

Kompas.com - 05/10/2020, 22:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat jika terdapat indikasi rumah sakit yang meng- covid-kan pasien bisa melapor ke kanal aduan Lapor Gub milik Pemprov Jateng.

"Kalau ada masyarakat atau informasi yang merasakan kerugian dalam proses pengobatan laporkan ke kami saja. Ada kok aplikasi Lapor Gub sampaikan nanti biar kami yang ngecek biar semua tenang," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (5/10/2020).

Ganjar berharap agar masyarakat mempercayakan penanganan pasien ke otoritas kesehatan.

"Masyarakat pasrahkan saja kepada otoritas kesehatan agar mereka yang tentukan. Kalau ada yang tidak benar laporkan kepada kami. Agar kami melakukan eksaminasi kalau perlu kita audit kita datangi. Daripada nanti ramai ke mana-mana. Saya sendiri juga dengar komentar yang beda-beda. Kita sangat menghormati profesi," ujarnya.

Baca juga: Bertemu Ganjar, Moeldoko: Jangan Semua Kematian Selalu karena Covid-19

Ganjar menegaskan, isu terkait pasien rumah sakit yang dicovidkan sebenarnya sudah beredar sejak bulan Juli lalu.

Namun, kabar tersebut muncul tatkala Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bertemu dirinya membicarakan definisi ulang tentang kematian pasien yang selalu dikaitkan dengan Covid-19.

"Sejak Juli pak Moeldoko menanyakan ke saya bagaimana kondisinya di Jateng. So far dari rumah sakit di Jateng belum menemukan," katanya.

Hanya saja, ada sebagian masyarakat masih belum memahami aturan yang ditetapkan oleh Kemenkes.

"Kalau laporan dari masyarakat diceknya masyarakat yang tidak paham atau mungkin ini harus mengikuti ketentuan Kemenkes. Kalau Kemenkes ciri-ciri seperti ini maka dianggap hasilnya belum muncul. Nah hasilnya muncul kapan maka harus kita clearance," ucapnya.

Ganjar mengungkapkan, sebelum Moeldoko datang ke kantor Gubernur Jateng pada 1 Oktober lalu, pihaknya memastikan bahwa otoritas kesehatan sudah berkomitmen terkait surat dokter yang menangani pasien.

"Kalau komitmen dari kita sudah. Maka seminggu sebelum Pak Moeldoko ke sini kita sudah minta ngecek dua hal, satu seluruh yang meninggal kita minta checking surat dokter mana yang berhak menentukan kematian dan sakit apa itu otoritas dari kesehatan," ungkapnya.

Baca juga: Persi Pastikan Tak Ada RS yang Nakal Meng-Covid-kan Pasien Meninggal

Setelah itu, lanjut dia sejak minggu lalu jika ada pasien yang meninggal dipastikan surat keterangan dari dokter harus ada.

"Maka sebelum itu di-launching maka harus ada data pendukung yang valid kalau tidak, enggak boleh diumumkan. Lebih baik di-delay, Gubernur tanggung jawab," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kalbar Tes Swab Antigen Acak Penumpang Kapal dari Kayong Utara

Dinkes Kalbar Tes Swab Antigen Acak Penumpang Kapal dari Kayong Utara

Regional
Setahun Pandemi, Tak Satu Pun Warga Suku Baduy Kena Covid-19, Ini Rahasianya

Setahun Pandemi, Tak Satu Pun Warga Suku Baduy Kena Covid-19, Ini Rahasianya

Regional
Baru 2 Bulan Menikah, Seorang Istri Tewas Dibunuh Suami, Motifnya Cemburu

Baru 2 Bulan Menikah, Seorang Istri Tewas Dibunuh Suami, Motifnya Cemburu

Regional
RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

Regional
KPU Magelang Tetapkan Nur Aziz-Mansyur Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Magelang Tetapkan Nur Aziz-Mansyur Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Kontak Senjata TNI dan KKB di Intan Jaya, Kogabwilhan III: Jumat Siang Masih Terjadi Baku Tembak

Kontak Senjata TNI dan KKB di Intan Jaya, Kogabwilhan III: Jumat Siang Masih Terjadi Baku Tembak

Regional
Rekam dan Sebarkan Video Adegan Panas Pasien di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Rekam dan Sebarkan Video Adegan Panas Pasien di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Petugas Berjaga Kuburan Paus, Khawatir Warga Ambil Tulang Belulang

Petugas Berjaga Kuburan Paus, Khawatir Warga Ambil Tulang Belulang

Regional
Diduga Dianiaya OTK, Karyawati Minimarket yang Hamil Terluka di Perut, Begini Kondisinya

Diduga Dianiaya OTK, Karyawati Minimarket yang Hamil Terluka di Perut, Begini Kondisinya

Regional
Viral di Medsos, Unila Ngotot Mahasiswa KKN Turun Lapang ke Desa-desa, Padahal Kasus Covid-19 Tinggi

Viral di Medsos, Unila Ngotot Mahasiswa KKN Turun Lapang ke Desa-desa, Padahal Kasus Covid-19 Tinggi

Regional
2 Warga Papua Dianiaya OTK, Salah Satunya Tewas di Tempat

2 Warga Papua Dianiaya OTK, Salah Satunya Tewas di Tempat

Regional
Marak Prostitusi di Sepanjang Jalur Puncak Bogor Berkedok Penawaran Vila

Marak Prostitusi di Sepanjang Jalur Puncak Bogor Berkedok Penawaran Vila

Regional
Letusan Gunung Api Sebabkan Pemanasan Global? Ini Penjelasan Ahli ITB

Letusan Gunung Api Sebabkan Pemanasan Global? Ini Penjelasan Ahli ITB

Regional
Informasi PPKM Tahap Kedua di Banyumas Simpang Siur, Bupati: Inginnya Enggak Ada PPKM

Informasi PPKM Tahap Kedua di Banyumas Simpang Siur, Bupati: Inginnya Enggak Ada PPKM

Regional
Adik Bupati Minahasa Utara Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pemecah Ombak

Adik Bupati Minahasa Utara Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pemecah Ombak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X