Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19, Satu Kawasan di Manahan Solo Ditutup

Kompas.com - 03/09/2020, 12:29 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani.

SOLO, KOMPAS.com - Sebanyak 13 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Klaster Manahan, di Kelurahan Manahan, Solo, Jawa Tengah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani isolasi mandiri.

"Dari 13 orang yang dinyatakan positif Covid-19 semuanya ditarik ke rumah sakit untuk menjalani isolasi mandiri di sana," kata Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani di Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2020).

Menurut dia, 13 orang positif Covid-19 dari Klaster Manahan itu sebagian besar kondisinya sehat atau tidak bergejala alias OTG.

"Kondisi mereka OTG. Makanya ditarik ke rumah sakit jangan sampai menularkan ke yang lain," ungkap Ahyani.

Baca juga: Manahan Solo Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19, ada sekitar 70 orang yang berkontak dengan pasien positif Covid-19 tersebut.

"Sudah di-swab semua tapi hasilnya belum keluar," terang pria yang menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Solo.

Sambil menunggu hasil swab-nya keluar, terang dia, satu kawasan tempat di mana 13 orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu tinggal ditutup sementara.

Penutupan ini dilakukan sebagai upaya Satgas Penanganan Covid-19 untuk memutus rantai penyebaran penyakit yang diketahui belum ada obatnya itu.

Selama ditutup, jelas Ahyani, warga kawasan Manahan yang diduga menjadi sumber penularan Covid-19 tidak diperbolehkan keluar masuk.

Begitu juga warga yang berasal dari luar wilayah tidak diperbolehkan masuk. Adapun kebutuhan logistik disiapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X