Pabrik Bioethanol di Mojokerto Terbakar, Warga Dengar Ledakan Keras Seperti Bom

Kompas.com - 10/08/2020, 19:54 WIB
Ledakan terjadi di bagian sebuah pabrik bioethanol di Mojokerto, Senin (10/8/2020). SURYA.co.id/M ROMADONILedakan terjadi di bagian sebuah pabrik bioethanol di Mojokerto, Senin (10/8/2020).

KOMPAS.com - Kebakaran terjadi di salah satu bagian pabrik bioethanol milik PT EAN di Jalan Raya Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (10/8/2020).

Kapolsek Gedeg AKP Edy Purwo mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

"Hingga petang ini kami masih di lokasi untuk melakukan penyelidikan terkait dengan peristiwa itu," kata Edy seperti dikutip dari Antara, Senin.

Menurutnya, sejumlah kendaraan pemadam kebakaran terus berjibaku memadamkan api di bagian pabrik tersebut.

"Pemadaman masih terus dilakukan, sementara kami juga masih mengumpulkan data-data terkait dengan peristiwa itu," katanya.

Baca juga: Seorang Guru SD Positif Covid-19, Aktif Mengajar di Rumah Siswa Selama Pandemi

Polisi belum mengetahui penyebab kebakaran. Saat ini, pihaknya juga belum bisa memastikan korban akibat peristiwa kebakaran tersebut.

"Kami masih belum tahu berapa jumlah korbannya," katanya.

Ledakan keras

Sementara itu, seorang warga setempat, Galih mengatakan, sempat mendengar ledakan keras akibat kebakaran itu.

"Ada ledakan yang cukup keras terdengar. Warga juga sempat berhamburan keluar rumah terkait dengan kebakaran ini," katanya.

Warga lainnya, Rivani (50) mengaku mendengar suara ledakan seperti bom.

"Suara ledakan sangat keras seperti bom," kata Rivani dikutip dari Surya.co.id.

 

Rivani mendengar ledakan sebanyak dua kali saat hendak menunaikan shalat Ashar. Ledakan itu membuat perabotan di rumahnya bergetar.

"Saya langsung keluar rumah karena takut rumah roboh," kata Rivani.

Rivani dan beberapa warga setempat menuju lokasi kebakaran kebakaran karena cemas dengan dampak ledakan itu.

Baca juga: Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

"Banyak rumah warga yang rusak akibat terkena guncangan dari ledakan pabrik Bioethanol," kata dia.

Samian (64), mengaku rumahnya terkena dampak parah akibat ledakan tersebut. Rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

"Plafon rumah hancur berantakan bahkan pintu rumah juga rusak terkena guncangan ledakan," kata dia.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Mirip Suara Bom, Ledakan di Pabrik Bioethanol di Mojokerto Sangat Keras, para Korban Terbakar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X