Jelang Pilkada Tasikmalaya, Puluhan Ribu Pemilih Meninggal Masih Terdaftar di DPT

Kompas.com - 07/08/2020, 16:16 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HANDININGIlustrasi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, menemukan sebanyak 29.175 calon pemilih yang diketahui sudah meninggal masih terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap ( DPT) Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu.

Temuan itu hasil dari proses pemutakhiran data calon daftar pemilih yang akan ditetapkan untuk DPT Pilkada Serentak Kepala Daerah Kabupaten Tasikmalaya 2020.

"Sesuai hasil sementara pengawasan kami di lapangan, petugas masih saja menemukan puluhan ribu data dari DPT 2019 yang bermasalah termasuk pencocokkan dan penelitian data juga yang tidak sesuai," jelas Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).

"Tapi, dari hasil pengawasan terhadap proses pencocokan dan penelitian data para pemilih menjadi krusial. Karena, data pemilih yang meninggal masih ada, pindah domisili masih ada, perubahan status, data ganda banyak ditemukan oleh Panwascam." 

Baca juga: Pilkada Tasikmalaya, Golkar Turunkan SK Usung Iwan Saputra-Iip

Dodi menambahkan, sesuai hasil pengawasan dan data dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat, pihaknya mengetahui jumlah bersumber dari DP4 Kemendagri sebanyak 1.379.954 calon pemilih dan DPT Pileg 2019 lalu sebanyak 1.366.465.

Hasil data pengawasan pencocokan verifikasi faktual di 351 Desa se-Kabupaten Tasikmalaya yang telah dilakukan diketahui sebanyak 29.175 orang meninggal dunia tapi masih masuk pada data pemilih, 13.389 sudah pindah domisili, data ganda ditemukan sebanyak 14.426 calon pemilih dan diketahui bukan penduduk daerah setempat sebanyak 4.985 orang.

Pihaknya pun menemulan saat pelaksanaan proses pencocokan di Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, ada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang telah melaksanakan tugasnya tidak sesuai aturan.

Baca juga: Uu Ruzhanul Ulum Optimistis PPP Menang Lagi di Pilkada Tasikmalaya

Sekarang ini temuan itu sudah ditangani oleh Bawaslu untuk dievaluasi dan telah berkoordinasi dengan KPU daerah setempat.

"Kita sekarang membutuhkan partisipasi dari masyarakat berkaitan dengan pengawasan supaya dalam penyusunan daftar pemilih lebih akurat. Jangan sampai ketika adanya temuan dibiarkan hingga menjadi permasalahan. Akan tetapi, untuk DPT di Pilkada serentak ini pencocokan di lapangan terus diaqasi supaya sesuai aturan," tambahnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X