Kompas.com - 24/06/2020, 18:45 WIB
Petugas sedang memeriksa kondisi jenazah bayi yang dibuang ke sungai di wilayah Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dok: Polsek CampakaPetugas sedang memeriksa kondisi jenazah bayi yang dibuang ke sungai di wilayah Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

CIANJUR, KOMPAS.com - Penemuan jenazah bayi di sungai di Kampung Cibodas, Desa Pasawahan, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (20/6/2020) menggegerkan warga setempat.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa lokasi sekitar penemuan dan menghimpun keterangan saksi-saksi.

Baca juga: Warga Cianjur Diimbau Antisipasi DBD

Polisi kemudian menangkap seorang pemuda berinisial HS (26) yang merupakan warga desa setempat.

Perwira Urusan Humas Polres Cianjur Ipda Ade Novi Dwiharyanto mengatakan, penangkapan HS berdasarkan hasil penyelidikan yang mengarah kepada pelaku pembuangan bayi.

"Pelaku sudah dijadikan tersangka. Ia merupakan kekasih dari perempuan yang melahirkan bayi tersebut, dan diduga ayah korban," kata Ade kepada Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Cerita Sedih Istri Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Video Call Sebelum Penyerangan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus ini bermula saat tersangka HS menjemput kekasihnya yang berinisial K untuk dibawa ke mess tempat kerja tersangka.

Setibanya di mess tersangka, K yang saat itu dalam kondisi hamil tua merasakan mulas dan beranjak ke jamban untuk buang air besar.

"Namun, di dalam WC dia malah melahirkan," ujar Ade.

Baca juga: Mengenang Serma Rama Wahyudi, Ahli Kendaraan Tempur yang Jago Bahasa Asing

Menurut Ade, berdasarkan pengakuan HS, saat K masuk ke kamar mandi, dia mendengar teriakan minta tolong.

Saat menyusul ke kamar mandi, HS melihat sesosok bayi sudah tergeletak di lantai.

"Sementara kekasihnya karena syok langsung tidak sadarkan diri," ucap Ade.

Saat ini penyidik masih mendalami keterangan tersangka dan saksi-saksi untuk mengungkap kasus yang sempat menggegerkan warga setempat itu.

"Termasuk untuk mengungkap apakah bayi yang diduga dibuang tersangka itu sudah dalam keadaan meninggal atau masih hidup," kata Ade.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X