Banyak Orang Tak Kenakan Masker, Pemkot Yogyakarta Berencana Tutup Malioboro

Kompas.com - 09/06/2020, 23:28 WIB
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat di kawasan Maliobiro menjelaskan pentingnya hidup sehat, salah satunya dengan rajin mencuci tangan. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAWakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat di kawasan Maliobiro menjelaskan pentingnya hidup sehat, salah satunya dengan rajin mencuci tangan.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi masih mendapati ada warga yang beraktivitas di Malioboro tidak menjalankan protokol Covid-19.

Heroe pun sudah meminta Dinas Pariwisata Yogyakarta dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Malioboro untuk berpatroli menertibkan yang orang tidak dispilin menjalankan protokol Covid-19.

Jika dalam dua hari mendatang masih ditemukan orang yang tidak menjalankan protokol Covid -19, maka Malioboro diusulkan untuk ditutup sementara.

"Ditutup minimal tiga hari, sampai semua semuanya siap jalankan protokol Covid -19," ujar Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam keterangan tertulis, Selasa (09/06/2020).

 

Baca juga: Warga dan Pedagang yang Tak Kenakan Masker di Malioboro Akan Diusir

Menurut Heroe, sikap tegas ini perlu dilakukan, karena keramaian di Malioboro sudah mulai menggeliat.

Jika ketidakdisiplinan dalam menjalankan protokol Covid-19 ini dibiarkan, dikhawatirkan Malioboro akan bisa berubah jadi tempat yang tidak aman dan nyaman bagi siapa pun.

"Kita harus saling menjaga, tidak terkecuali. Harus bisa ciptakan Malioboro yang aman dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung. Kuncinya satu, pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan," kata Heroe.

Baca juga: Sri Sultan: Kalau di Malioboro Ada yang Positif, Tracing-nya Rekoso

Heroe juga mengungkapkan, Pemerintah Kota Yogyakarta sedang menyiapkan aturan dan protokol untuk menuju new normal.

 

Hanya saja, ketika Malioboro masih banyak yang tidak menerapkan protokol Covid-19, artinya jalan menuju masa transisi new normal belum bisa diterapkan.

"Semua tempat umum atau public space, baik kelompok usaha, sosial atau apapun harus terkondisi protokol Covid - 19 secara konsekuen dijalankan. Bagi yang belum siap jalankan protokol Covid- 19, sebaiknya tidak usah buka dahulu," jelas Heroe.

Baca juga: Warga Kumpul-kumpul Tanpa Masker, Sri Sultan HB X Ancam Tutup Malioboro

Heroe berharap semua pihak mempunyai kesadaran dan rasa tanggung jawab untuk disiplin menjalankan protokol Covid-19. Termasuk saat berada di kawasan Malioboro.

"Para pedagang, tukang becak, kusir andong, dan semuanya harus ikut tanggung jawab terhadap protokol Covid -19 bisa dijalankan di Malioboro," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X