Bupati Aceh Tengah Minta Maaf Penyaluran BLT Terlambat

Kompas.com - 12/05/2020, 12:33 WIB
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, saat menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos RI kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos Takengon, Aceh Tengah, Aceh. KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SPBupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, saat menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos RI kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

TAKENGON, KOMPAS.com - Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) di daerah itu, karena terlambat dalam menyalurkan berbagai jenis bantuan, termasuk Bantuan Langsung Tunai ( BLT) Desa.

Hal itu disampaikan Shabela Abubakar dalam kegiatan launching penyerahan BST senilai Rp 600.000 kepada KPM dari sejumlah desa yang dilaksanakan di Kantor Pos Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Selasa (12/5/2020) pagi.

Menurut Shabela, keterlambatan penyerahan bantuan bukan tanpa alasan, mengingat pemerintah daerah ingin melakukan proses pendataan dan penyaluran yang benar.

Kesalahan data kata dia, berpotensi menyebabkan kekisruhan antarmasyarakat.

Baca juga: Gara-gara Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19, Warga Segel Kantor Kades

“Kami mohon maaf atas segala keterlambatan ini. Kami ingin proses yang benar. Karena kami tidak mau ditekan oleh siapapun dan pihak mana pun," kata Shabela. 

"Karena kesalahan data akan menimbulkan keributan, huru hara. Karena ada yang dua kali, ada yang tidak mendapat."

"Ada yang berhak dapat dan ada yang tidak berhak malah dapat. Ini yang kita hindari, maka kita agak terlambat."

Pemerintah Pusat hingga tingkat Kabupaten lanjut Shabela, akan menyalurkan sejumlah jenis bantuan, diantaranya BST, BLT dan bantuan sembako dan dana desa.

Baca juga: Bantuan di Kabupaten Bogor Bermasalah, Para Kades Jadi Bulan-bulanan Warga

Gejolak sosial akibat salah data

 

Potensi munculnya gejolak sosial akibat ketidakmerataan akan terjadi apabila pemerintah tidak berhati-hati dalam menyalurkan.

“Kalau tidak hati-hati akan terperosok. Kalau tidak hati-hati kami bisa jadi bulan-bulanan di Medsos. Kami mohon maaf saudara-saudara, mungkin dari wartawan, kami tidak ingin jadi bulan-bulanan di Medsos, maka kami menunggu data yang benar,” sebut Shabela.

Dia menyebutkan, selama penanganan Covid-19 pihaknya mendapatkan kritikan dari beberapa pihak yang mengatakan Pemkab terlambat dalam menyalurkan bantuan dan cenderung diam tidak menjawab kritikan itu.

Namun segala alasan terkait keterlambatan menurutnya memiliki alasan yang sangat jelas.

Pihaknya menerima segala bentuk kritikan kepada Pemkab Aceh Tengah terutama Dinas Sosial di daerah itu terkait keterlambatan penyaluran berbagai rencana penyaluran bantuan.

Pada kesempatan itu, Shabela juga menyampaikan agar dana BST dari Kemensos RI senilai Rp 600.000 selama tiga bulan yang diterima oleh warga yang berhak dapat digunakan oleh untuk segala keperluan selama wabah corona masih ditangani oleh pemerintah.

Baca juga: Hanya 9 Keluarga Tercatat Jadi Penerima Bansos di Warakas, Warga Pertanyakan Data Kemensos

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korupsi Dana Proyek Jalan, Kadis PU Ngada Ditahan Kejaksaan

Diduga Korupsi Dana Proyek Jalan, Kadis PU Ngada Ditahan Kejaksaan

Regional
Penumpang Lion Air Surabaya-Pontianak Akan Transit di Bandara Soetta

Penumpang Lion Air Surabaya-Pontianak Akan Transit di Bandara Soetta

Regional
64 Kepala SMP di Riau yang Mengundurkan Diri Akhirnya Kembali Bekerja

64 Kepala SMP di Riau yang Mengundurkan Diri Akhirnya Kembali Bekerja

Regional
Akses Menuju Pusat Kota Pekanbaru Tergenang Banjir, Timbulkan Kemacetan

Akses Menuju Pusat Kota Pekanbaru Tergenang Banjir, Timbulkan Kemacetan

Regional
TNI dan Polri Ikut Cari Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Kabur Saat Hendak Diisolasi

TNI dan Polri Ikut Cari Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Kabur Saat Hendak Diisolasi

Regional
Saat Transpuan Menjadi Pejabat Publik di Sikka, Bunda Mayora: Berkatilah Seluruh Kegiatanku

Saat Transpuan Menjadi Pejabat Publik di Sikka, Bunda Mayora: Berkatilah Seluruh Kegiatanku

Regional
Gubernur Kepri Positif Corona, Sudah 739 Warga Tanjungpinang Jalani Swab

Gubernur Kepri Positif Corona, Sudah 739 Warga Tanjungpinang Jalani Swab

Regional
Layanan Jenguk Ditutup, RSUD 45 Dinyatakan Klaster Baru Covid-19

Layanan Jenguk Ditutup, RSUD 45 Dinyatakan Klaster Baru Covid-19

Regional
25 Karyawan Perusahaan di Pesisir Barat Lampung Positif Covid-19

25 Karyawan Perusahaan di Pesisir Barat Lampung Positif Covid-19

Regional
Laporkan Jerinx SID ke Polisi, IDI Bali: Organisasi Kami Merasa Terhina

Laporkan Jerinx SID ke Polisi, IDI Bali: Organisasi Kami Merasa Terhina

Regional
Utamakan Keselamatan Anak, Pemkot Serang Perpanjang Belajar Online

Utamakan Keselamatan Anak, Pemkot Serang Perpanjang Belajar Online

Regional
Korsleting, Ruang Operasi RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Terbakar

Korsleting, Ruang Operasi RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Terbakar

Regional
Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Regional
Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Regional
Hindari Kecurangan, Pembagian Daging Kurban Pakai Barcode

Hindari Kecurangan, Pembagian Daging Kurban Pakai Barcode

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X