Djoko Santoso Meninggal, Anies Baswedan: Almarhum Tak Pernah Pensiun dalam Memikirkan Bangsa

Kompas.com - 10/05/2020, 16:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan ungkapan duka kepada kelurga almarhum mantan Panglima TNI Djoko Santoso di sela prosesi pemakaman di San Diego Hlills, Karawang, Minggu (10/5/2020). KOMPAS.COM/FARIDAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan ungkapan duka kepada kelurga almarhum mantan Panglima TNI Djoko Santoso di sela prosesi pemakaman di San Diego Hlills, Karawang, Minggu (10/5/2020).

KARAWANG, KOMPAS.com - Sejumlah pejabat menghadiri pemakaman mantan Panglima TNI Djoko Santoso di San Diego Hills, Karawang, Minggu (10/5/2020).

Jenazah Djoko tiba di San Diego Hills sekitar pukul 13.52 WIB. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman.

Terdapat sejumlah pejabat yang hadir di pemakaman Djoko, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Baca juga: Bagi Prabowo, Djoko Santoso Prajurit Sejati yang Berintegritas Tinggi

Anies tiba sekitar pukul 13.45 WIB.

Di mata Anies, Djoko Santoso tak pernah pensiun memikirkan bangsanya.

"Memang beliau sudah purnawirawan, sudah pensiun secara resmi, tetapi almarhum tidak pernah pensiun dalam memikirkan bangsa ini," ujar Anies usai upacara pemakaman.

Bagi Anies, Djoko selalu menomorsatukan bangsa dan negara.

Cintanya kepada bangsa dan negara tanpa syarat. Ia pun kerap mengajak Anies berdiskusi mengenai berbagai hal.

"Jadi ada masalah apapun di bangsa ini, beliau menelepon, menanyakan, selalu peduli," kata dia.

Anies menerima kabar Djoko Santoso berpulang pukul 07.00 WIB.

Sepekan terakhir ia kerap berkomunikasi dengan istri Djoko untuk menanyakan perkembangan kondisi kesehatan.

"Terakhir kali berjumpa beliau datang ke kantor saya. Almarhum sering main ke kantor, sering memberikan nasihat, sering memberikan pengalaman," ungkap Anies.

Baca juga: Mengenang Perjalanan Djoko Santoso, dari Panglima TNI hingga Kiprahnya di Dunia Politik

Anies juga menyampaikan ungkapan duka dan mendoakan mantan Panglima TNI itu.

"Almarhum adalah seorang patriot, kita semua berduka. Kita percaya Insya Allah almarhum ditinggikan derajatnya di sisi Allah, dan apa yang menjadi dharma baktinya akan mengalir pahala tanpa henti kepada almarhum," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, mantan Panglima TNI Djoko Santoso dikebumikan secara militer di Blok Isya N Nomor 1, San Diego Hills.

Inspektur upacara pemakaman dipimpin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman.

 

Djoko yang juga mantan KSAD itu meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat karena mengalami pendarahan di otak.

Ia meninggal pada pukul 06.30 WIB, Minggu (10/5/2020).

Djoko merupakan Panglima TNI pada periode 2007-2010.

Dia kemudian terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X