Terjadi Ledakan di Ramayana Medan, Polisi Tak Temukan Residu Bahan Peledak

Kompas.com - 26/03/2020, 06:32 WIB
Beberapa orang melintas dan memerhatikan lokasi terjadinya ledakan di stand Recheese dan Fountain di komplek pertokoan Ramayana di Jalan Sisingamangaraja, Medan pada Rabu (25/3/2020) siang. Tim Jibom Satbrimob Polda Sumut diturunkan ke lokasi namun tidak ditemukan tanda-tanda residu bahan peledak. IstimewaBeberapa orang melintas dan memerhatikan lokasi terjadinya ledakan di stand Recheese dan Fountain di komplek pertokoan Ramayana di Jalan Sisingamangaraja, Medan pada Rabu (25/3/2020) siang. Tim Jibom Satbrimob Polda Sumut diturunkan ke lokasi namun tidak ditemukan tanda-tanda residu bahan peledak.

 

MEDAN, KOMPAS.com - Sebuah ledakan terjadi di komplek pertokoan Ramayana di Jalan Sisingamangaraja, Medan, pada Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.

Polisi tidak menemukan adanya residu bahan peledak

Dari rekaman suara wawancara yang diperoleh, Kapolrestabes Medan Kombes Pol JE Isir di lokasi kejadian mengatakannya kepada wartawan.

Dijelaskannya, pascaledakan upaya yang dilakukan kepolisian seperti biasa sesuai protap yang ada kita melakukan pengamanan di TKP.

Baca juga: Kisah Heroik 3 TNI, Jadi Korban Ledakan di Pom Bensin Mini Probolinggo saat Bantu Warga

Pihaknya meminta tim Jibom Satbrimob Polda Sumut untuk melakukan pengecekan dan sterilisasi. Pasca pengecekan tim Jibom, lanjutnya, dinyatakan steril.

"Tidak ada residu-residu bahan peledak. Ada tercium gas," katanya, Rabu (25/3/2020) sore. 

Kemudian, dilakukan serah terima TKP dan dilakukan langkah-langkah yang melibatkan tim labfor dan tim identifikasi dari Polda Sumut yang saat ini masih melakukan penelusuran dan penyelidikan lebih lanjut. 

Dikatakannya, ledakan bertitik tumpu berdekatan di stand Richeese dan Fountain.

Baca juga: Pom Bensin Mini Meledak, 49 Orang Alami Luka Bakar, 1 Meninggal

 

Dua korban luka

Beberapa orang melintas dan memerhatikan lokasi terjadinya ledakan di stand Recheese dan Fountain di komplek pertokoan Ramayana di Jalan Sisingamangaraja, Medan pada Rabu (25/3/2020) siang. Tim Jibom Satbrimob Polda Sumut diturunkan ke lokasi namun tidak ditemukan tanda-tanda residu bahan peledak.Istimewa Beberapa orang melintas dan memerhatikan lokasi terjadinya ledakan di stand Recheese dan Fountain di komplek pertokoan Ramayana di Jalan Sisingamangaraja, Medan pada Rabu (25/3/2020) siang. Tim Jibom Satbrimob Polda Sumut diturunkan ke lokasi namun tidak ditemukan tanda-tanda residu bahan peledak.
Akibat ledakan, ada 2 korban FP dan Y, mengalami luka ringan. Pihaknya juga masih mendalami apakah ledakan ini diakibatkan oleh gas (gas tabung atau permanen).

Sekaligus meminta ke pihak pengelola, lay out secara terpusat gas di dalam gedung dan juga Richeese maupun Fountain.

Dari hasil pengecekan di TKP, menurutnya, terlihat sekilas ada dugaan tersebut dan akan didalami.

Baca juga: Wabah Corona, Kebun Binatang Medan Sepi hingga Resmi Ditutup Sebulan

"Memang ada tabung gas yang sifatnya stand alone. Berarti ada tabung tas, ada jaringan pipa yang masuk ke sentra dapurnya ini yang lagi kita minta lay out-nya," katanya.

Dikatakannya, untuk sementara TKP akan ditutup untuk kepentingan penyidikan dan jika penyidikan sudah selesai, maka pihaknya akan mengumumkan (declare) penyidikan selesai.

"Soal waktu berapa lama ditutup, tak bisa saya pastikan. Tergantung penyidikan. Sejauh ini dari deteksi tim Jibom tak ada tanda-tanda residu bahan peledak," katanya. 

Baca juga: Hasil Tracing, 205 Orang Pernah Kontak dengan 2 Pasien Positif Corona di Medan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X