Pemkot Kediri Siapkan Rp 20,3 Miliar untuk Penanganan Virus Corona

Kompas.com - 24/03/2020, 06:11 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KEDIRI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menyiapkan anggaran sebesar Rp 20,3 miliar untuk menangani kasus penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Jumlah anggaran tersebut bisa bertambah sesuai kebutuhan.

Anggaran itu bersumber dari pos perubahan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 15,3 miliar dan dana alokasi khusus (DAK) fisik atau dana bantuan operasional kesehatan di puskesmas sebesar Rp 5 miliar.

Baca juga: Sewa Pesawat 3 Bulan, Pemprov NTT Ingin Mempermudah Mobilitas Dokter Spesialis Paru

Pemkot Kediri akan menggunakan skema belanja tidak terduga dan perubahan dana alokasi umum (DAU) jika dana itu masih kurang.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, sebagian besar anggaran digunakan untuk membeli perlengkapan pencegahan seperti masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pelindung diri (APD) untuk rumah sakit serta puskesmas.

"Masker, hand sanitizer, dan disinfektan nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Fauzan Adima dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (23/3/2020).

Sebagian anggaran juga digunakan perbaikan ruang isolasi RS Gambiran, Kota Kediri.

Pemkot Kediri telah melakukan sejumlah langkah untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus corona di wilayahnya.

Langkah pertama dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 15 Maret 2020.

Pemkot Kediri juga telah melakukan penyemprotan disinfektan, pemasangan tempat cuci tangan di berbagai tempat publik, dan menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

Regional
Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Regional
Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Regional
Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X