Kompas.com - 23/03/2020, 12:43 WIB

KOMPAS.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Surakarta memiliki inovasi untuk mengatasi minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis untuk menangani pasien coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Inovasi itu adalah memproduksi sendiri APD untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dengan tetap menerapkan standar yang telah disesuaikan.

RSUD Dr Moewardi pun mampu memproduksi 200-250 APD menggunakan bahan standar pabrikan, yakni polypropylene spundbound bagi tenaga medis yang merawat pasien Covid-19.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD Moewardi Bambang S W, inovasi itu dilatarbelakangi sulitnya mencari APD di pabrikan.

Baca juga: 100.000 APD Mulai Didistribusikan ke Daerah di Pulau Jawa dan Bali

“Kami kemudian mencari bahan apa yang digunakan pabrikan untuk membuat APD, ternyata ada. Kemudian kami beli dan kami jahit sendiri. Hasilnya ternyata bagus dan tetap sesuai standar,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu ia sampaikan saat pengenalan APD buatan Jawa Tengah (Jateng) bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Kantor Dinas Kesehatan Jateng, Senin (23/3/2020).

Ia melanjutkan, jika rumah sakit lain membutuhkan, pihaknya siap membantu. Apabila ada yang ingin belajar membuat, pihaknya juga siap mengajari.

Bambang pun menegaskan tetap menerapkan standar dan prosedur keamanan, seperti para penjahit dipastikan sehat, bersih, dan cuci tangan.

Baca juga: Ketua DPR Minta Realokasi Anggaran Covid-19 Prioritaskan APD Tim Medis

Dari segi harga, ADP yang dibuat sendiri hanya berbiaya Rp 50.000. Padahal di pabrikan, harganya sudah mencapai Rp 150.000.

"Selain mahal, juga sulit mencarinya. Maka dengan kami berhasil membuat APD sendiri, ini akan mampu mengatasi persoalan yang ada," ujar Bambang.

Atasi masalah APD

Sementara itu, Ganjar mempersilakan seluruh rumah sakit di Jawa Tengah untuk koordinasi dengan Dinas Kesehatan apabila membutuhkan APD.

“Kalau ada yang ingin membuatnya sendiri bisa belajar langsung. Silakan datang ke Moewardi,” tuturnya.

Menurut dia, APD memang sulit dicari. Bahkan beberapa daerah ada yang sampai memakai mantel.

“Kami kemudian berinovasi mencari bahan seperti yang dibuat pabrikan. RSUD Moewardi berhasil membuat inovasi dan kreatifitas dengan membuat APD sendiri yang hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah," kata Ganjar.

Baca juga: Gugus Tugas Corona: APD Paling Dibutuhkan Saat Ini

Usai persoalan APD teratasi, imbuh dia, pihaknya selanjutnya tengah mencari teroosan baru dalam rangka pemenuhan masker.

Untuk hand sanitizer, saat ini beberapa perusahaan dan pelajar telah menemukan cara membuatnya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan.

"Kalau bisa pemerintah daerah membantu pusat, jangan hanya membebani pusat. Harus kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah sendiri. Yakinlah, dengan doa, ketekunan, dan kemauan, semua pasti ada jalan," ujar Ganjar.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Regional
Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Regional
Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Regional
Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Regional
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Regional
Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Regional
Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Regional
Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Regional
Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Regional
Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Regional
Jawa Barat Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pertama Se-Indonesia

Jawa Barat Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pertama Se-Indonesia

Regional
Capai 80 Juta Vaksinasi, Kang Emil Buka Bandung Bike Festival 2022

Capai 80 Juta Vaksinasi, Kang Emil Buka Bandung Bike Festival 2022

Regional
Kang Emil Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

Kang Emil Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

Regional
Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Regional
Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Regional
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.