Jadi Saksi Meninggalnya Mbah Lukita yang Ditelantarkan 2 Jam di Dalam Ambulans, Ini Pengakuan Sang Sopir

Kompas.com - 18/03/2020, 13:33 WIB
Ilustrasi rumah sakit SHUTTERSTOCKIlustrasi rumah sakit

 

Respons tak menyenangkan dari rumah sakit

Berharap segera mendapat penanganan, Mbah Lukito justru ditelantarkan setibanya di rumah sakit.

Dalam kondisi kesehatan yang kian menurun, Mbah Lukito tidak mendapatkan ranjang pasien untuk memindahkan tubuhnya dari dalam ambulans.

Bahkan seorang petugas memberikan respons tak menyenangkan saat salah seroang kerabat meminta geledek atau ranjang pasien.

"Tapi sama petugas berbaju putih memakai masker jawabannya 'gledek-gledek opo wes'orak ono'," Abdul menirukan ucapan petugas rumah sakit itu.

Terpaksa, Mbah Lukita dan keluarganya menunggu di dalam mobil ambulans.

Baca juga: Ambulans Mogok, Nyawa Pesepak Bola Nigeria Ini Tak Terselamatkan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sempat diminta pindah oleh satpam

Ilustrasi parkir.Thinkstock Ilustrasi parkir.
Tak tega melihat kondisi kakeknya, sang cucu kemudian nekat masuk dan memohon pada petugas untuk memeriksa kondisi kakeknya.

Namun ternyata, Mbah Lukita tetap tidak mendapatkan pelayanan yang jelas.

"Alhamdulilah petugas kesehatan datang meskipun hanya didulek-dulek (memeriksa) dada pasien dan masuk kembali tanpa keterangan apapun," jelas dia.

Abdul mengatakan, tak berselang lama, satpam mendatangi mereka, menyebut Mbah Lukita mendapat nomor antrean 19 dan meminta keluarganya mendaftar lebih dahulu.

Namun, kata Abdul, ada seorang satpam yang meminta mereka tidak parkir di UGD.

Padahal Mbah Lukita yang saat itu belum mendapat ranjang pasien dalam keadaan sangat lemah dan tak mungkin turun dari ambulans.

"‎Karena pasien belum mendapat gledek (ranjang pasien), kami pun menunggui pasien di dalam ambulans yang terparkir di UGD lalu kami di datangi pak satpam agar tidak parkir di sini," papar dia.

Baca juga: Bukan Pengaruh Alkhohol, Tersangka Pukul Sopir Ambulans karena Emosi

Meninggal dunia

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

Abdul Rosyid tak menyangka dirinya akan menjadi saksi meninggalnya Mbah Lukita lantaran tidak segera mendapat pelayanan dan menunggu dua jam di ambulans.

Mbah Lukita mengembuskan napas terakhirnya di dalam mobil ambulans yang dibawanya.

"Sekitar dua jam kami menunggu di parkiran hingga pasien akhirnya meninggal tanpa penanganan apapun dari petugas kesehatan," ujar dia

Baca juga: Ini Penjelasan RSUD Jepara Soal Mbah Lukita yang Meninggal di Parkiran Rumah Sakit

Keterangan rumah sakit

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit
Direktur RSUD RA Kartini Jepara Dwi Susilowati mengemukakan, saat Mbah Lukita datang, kondisi IGD sedang penuh pasien.

Sehingga Mbah Lukita tidak segera mendapatkan akses masuk ke IGD.

Mbah Lukita, lanjutnya, datang tanpa surat rujukan. Sehingga mau tak mau harus melewati proses antrean

"‎Memang kondisinya 25 unit tempat tidur dan brankar saat itu sudah terpakai semua, sehingga kami juga tidak bisa memberikan brankar itu untuk pasien," jelas Dwi, Selasa (17/3/2020) dilansir dari Tribun Jateng.

Ia mengaku telah berusaha merujuk Mbah Lukita ke rumah sakit lain.

"‎Kami sudah berusaha untuk merujuk ke rumah sakit lain tapi pasien tidak bersedia, padahal kami sudah menganjurkannya," jelasnya.

Dia membenarkan bahwa ada petugas keamanan yang meminta sopir memindahkan mobil.

"Memang sempat diingatkan petugas keamanan untuk tidak parkir di ruang IGD. Tapi tidak perlu jauh-jauh juga enggak apa," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun! Mbah Lukita Meninggal di Tempat Parkir RSUD Jepara, Telantar 2 Jam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.