Waspada Virus Corona, Objek Wisata Heritage Lawang Sewu Ditutup

Kompas.com - 16/03/2020, 19:43 WIB
Obyek wisata heritage Lawang Sewu Semarang, Senin (16/3/2020) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAObyek wisata heritage Lawang Sewu Semarang, Senin (16/3/2020)

SEMARANG,KOMPAS.com - Destinasi wisata heritage Lawang Sewu Kota Semarang kini telah ditutup sementara waktu oleh pihak pengelola, Senin (16/3/2020).

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus corona atau Covid-19.

Pantauan Kompas.com, pintu gerbang Gedung Lawang Sewu ditutup dan hanya dijaga oleh petugas.

Sejumlah pengunjung yang sudah terlanjur datang, terpaksa hanya bisa berswafoto dari luar gedung.

Baca juga: Ini Langkah Pemkot Semarang Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Manager Historical Building and Museum PT KA Wisata Trisna Cahyani mengatakan, gedung Lawang Sewu mulai hari ini Senin (16/3/2020) ditutup, oleh karena itu aktivitas kunjungan wisatawan dipastikan berhenti total.

Selain gedung Lawang Sewu, pihaknya juga menutup Museum Kereta Api di Ambarawa.

"Kita tetapkan status lockdown bagi dua obyek wisata yang kami kelola saat ini yaitu Lawang Sewu dan Museum Kereta Api di Ambarawa mulai hari ini. Semua aktivitas di dua tempat itu ditutup sampai menunggu arahan dan evaluasi lebih lanjut," kata Trisna di Semarang.

Menurut Trisna, penutupan Lawang Sewu dan Museum KA juga untuk menindaklanjuti imbauan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar meminimalisir kerumunan warga di tengah wabah virus corona.

Selain itu, dia mengaku merasa kesulitan mencari alat pelindung diri yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan seperti masker dan cairan antiseptik untuk kesehatan para karyawan dan pengunjung.

"Kami mengalami kesulitan untuk mencari APD. Saat ini sedang berkoordinasi dengan Kantor Pusat untuk bantuan pengadaannya. Untuk menghindari risiko yang lebih buruk itu yang menjadi pertimbangan kami menutup sementara," katanya.

Baca juga: RSUP Kariadi Semarang Isolasi WNA Inggris Kapal MV Columbus, Pasien dalam Pengawasan Corona

Objek wisata Lawang Sewu sendiri mengalami peningkatan jumlah wisatawan tahun ini.

Selama Februari 2020, kata dia, terdapat 94.000 wisatawan yang mengunjungi Lawang Sewu.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Regional
Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Regional
Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Regional
Cerita Rasiti Temukan Naskah Kuno Berusia 200 Tahun Warisan Keluarga, Belum Diketahui Isinya

Cerita Rasiti Temukan Naskah Kuno Berusia 200 Tahun Warisan Keluarga, Belum Diketahui Isinya

Regional
KKP Dinilai Langgar Kesepakatan dengan Komisi IV soal Ekspor Benih Lobster

KKP Dinilai Langgar Kesepakatan dengan Komisi IV soal Ekspor Benih Lobster

Regional
Seorang Pria di Riau Sebulan Menculik Adik Ipar untuk Diperkosa

Seorang Pria di Riau Sebulan Menculik Adik Ipar untuk Diperkosa

Regional
Kisah Oktavia dan 8 Guru Honorer di Pedalaman NTT, 6 Tahun Tak Digaji, Tiap Hari Menyusuri Hutan

Kisah Oktavia dan 8 Guru Honorer di Pedalaman NTT, 6 Tahun Tak Digaji, Tiap Hari Menyusuri Hutan

Regional
Kebijakan Penghentian Hajatan Dikritik, Bupati Banyumas: Harus Tarik Rem Darurat

Kebijakan Penghentian Hajatan Dikritik, Bupati Banyumas: Harus Tarik Rem Darurat

Regional
Polisi Temukan Unsur Pidana dalam Acara Rizieq Shihab di Bogor

Polisi Temukan Unsur Pidana dalam Acara Rizieq Shihab di Bogor

Regional
SPP SMA Negeri Sederajat di Jabar Gratis Tahun Depan, Swasta Dapat Subsidi

SPP SMA Negeri Sederajat di Jabar Gratis Tahun Depan, Swasta Dapat Subsidi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X