Kompas.com - 16/03/2020, 17:52 WIB

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mengantisipasi virus corona dengan menyiapkan ruang isolasi cadangan di sejumlah rumah sakit.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, saat ini pihaknya telah menambah dua ruang isolasi di RSUD Banyumas dan Ajibarang.

"Sekarang ruang isolasi di Banyumas sudah banyak, RSUD Banyumas jadi empat, RSUD Ajibarang juga ada dua," kata Husein saat konferensi pers di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (16/3/2020).

Baca juga: 5 Strategi Ganjar Pranowo untuk Mencegah Virus Corona di Jateng

Selain itu, pemkab juga akan menyiapkan ruang isolasi cadangan di gedung yang akan digunakan untuk Puskesmas 2 Pekuncen dan Rumah Sakit Mata.

Dengan demikian, terdapat masing-masing 11 ruang isolasi di Puskesmas Pekuncen 2 dan 10 ruang isolasi di Rumah Sakit Mata.

"Ini hanya untuk jaga-jaga. Pengalaman di China yang maaf meninggal itu karena antre (mendapat ruang isolasi). Ruang isolasi yang memenuhi standar ada enam, empat di RSUD Banyumas dan dua di RSUD Banyumas," jelas Husein.

Selain itu, sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terdapat penambahan rumah sakit rujukan yakni Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto.

Baca juga: Ini 7 Rumah Sakit di Jateng untuk Tes Corona, Ganjar: Tak Ada Biaya

Sebelumnya, rumah sakit rujukan di Banyumas hanya RSUD Banyumas dan RSUD Margono Soekarjo.

"Kami juga kerjasama dengan rumah sakit swasta, ada Elisabeth, Wiradadi Husada, Ananda, Hermina, dan lain-lain yang besar untuk bisa menyiapkan ruang isolasi. Hari ini saya minta untuk menyiapkan," ujar Husein.

Husein mengatakan, saat ini sebanyak 202 warga Banyumas berstatus orang dalam pemantaun (ODP).

Sebanyak lima ODP sempat dirujuk ke RSUD Banyumas, dua di antaranya pasien dalam pengawasan (PDP), namun belakangan telah dinyatakan negatif corona.

"ODP hanya dipantau saja, ada yang sakit ringan, tapi tidak dirujuk ke rumah sakit, hanya rawat jalan. Puskesmas juga terus memantau, misalnya hari ini ada warga yang pulang dari Singapura atau negara-negara lain yang terjangkit," kata Husein.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.