Ini Skema Menyambut 69 ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati hingga ke Pelabuhan Indramayu

Kompas.com - 01/03/2020, 19:28 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri konferensi soal evakuasi ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Minggu (1/3/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIMenteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri konferensi soal evakuasi ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Minggu (1/3/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengevakuasi Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess, Minggu (1/3/2020) malam.

Mereka dijadwalkan mendarat dengan pesawat Garuda dari Yokohama, Jepang, sekitar pukul 23.00 WIB di Bandara Kertajati, Kabupaten Bajalengka, Jawa Barat.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, ada 69 orang terdiri dari 67 laki-laki dan dua orang perempuan yang bakal dievakuasi.

Setelah mendarat di Bandara Kertajati, mereka akan dibawa menggunakan lima bus milik RSPAD Gatot Subroto menuju Pelabuhan Indramayu.

Baca juga: 69 WNI dari Kapal Diamond Princess Tiba di Majalengka Malam Ini

"Selanjutnya, mereka akan dievakuasi dengan menggunakan KRI Suharso melalui Pelabuhan Indramayu. Jumlah ABK yang akan dievakuasi 69 orang semula 68, ditambah satu karena ada yang semula sakit dan sudah dinyatakan sembuh dan kemudian dia ikut bersama yang lain," tutur Muhadjir, dalam konferensi pers di Bandara Kertajati, Minggu sore.

Muhadjir mengatakan, sebetulnya 69 ABK telah dinyatakan sehat oleh otoritas Jepang.

Meski demikian, proses pemeriksaan intensif akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh ABK dinyatakan negatif.

"Jadi, mereka yang berangkat ini, ABK ini, sebetulnya sudah mendapatkan sertifikat status sehat dari otoritas Jepang. Karena kalau dia tidak sehat tidak boleh dievakuasi, ini yang perlu saya tegaskan," tutur dia.

"Namun demikian, kami juga akan memperdalam, mencermati lagi sesuai perintah Pak Presiden harus dengan segala kehati-hatian. Maka nanti mereka akan dites ulang dengan standar dan fasilitas yang dimiliki laboratorium penyakit infeksi Kementrian Kesehatan," tambah dia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, proses pemeriksaan para ABK dilakukan secara berjenjang mulai dari titik keberangkatan, tiba di Kertajati, hingga di KRI Suharso.

Baca juga: Jumlah WNI Kru Kapal Diamond Princess yang Dievakuasi Jadi 69 Orang

"Jelas bahkan ini dilakukan pemeriksaan lagi dalam kapal. Jadi, turun dari pesawat disinfektan, masuk dalam bus yang disiapkan menuju pelabuhan, turun dari bus disinfektan lagi, baru naik kapal. Di dalam kapal harus dilakukan pergantian, harus mandi disinfektan, sangat detail. Kami harus sadar tindakan kehati-hatian jadi moto kami, dan tidak ada tindakan berlebihan. Ini tindakan sesuai prosedur yang kami buat dan sepakati untuk dilakukan," ujar dia.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerangkan, bandara Kertajati dipilih lantaran masih minim aktivitas di area bandara sehingga skenario evakuasi lebih leluasa dilakukan.

"Movement-nya paling sedikit. Jadi, dimungkinkan flight terakhir jam 21.00 WIB. Jadi, kita mendarat pada 22.30 WIB. Tempatnya luas, jadi selama tiga hari pesawat itu tidak bergerak dari tempatnya untuk dilakukan sterilisasi oleh Kemenkes. Kalau di tempat lain kan penuh. Sterilisasi terhadap pesawat selama tiga hari. Kalau bandara dilakukan tapi tak seintensif di pesawat," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X