Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Kompas.com - 27/02/2020, 12:15 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memberikan nasi kotak kepada penyintas banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Kamis (27/2/2020). KOMPAS.COM/FARIDAWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memberikan nasi kotak kepada penyintas banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Kamis (27/2/2020).

KARAWANG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah meninimalisasi potensi banjir.

Salah satunya adalah dengan menyatukan tata ruang Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.

Sebab, menurutnya, biaya pemulihan akibat bencana (recovery) tidaklah sedikit.

Dedi menyebut, selain faktor alam, tata ruang yang tak sesuai menjadi penyebab banjir.

Karenanya, ia berharap tak ada lagi pengembangan properti, kawasan industri, sektor perdagangan dan jasa membangun di daerah persawahan dan rawa-rawa.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Bencana Banjir dan Longsor akibat Alih Fungsi Hutan

 

Dedi justru ingin rawa-rawa dipertahankan, atau membuat yang baru.

"Kalau enggak, kita repot dalam setiap tahun nanganin banjir. Misalnya Menteri PUPR nurunin (anggaran) Rp 6 triliun. Artinya recovery bencana itu mahal," kata Dedi di sela membagikan 500 nasi kotak kepada penyintas banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Kamis (27/2/2020).

Dedi juga menyarankan rumah-rumah di dataran rendah dibuat panggung dengan tinggi sekitar dua meter. Tujuannya untuk meninimalisasi dampak banjir.

"Saya nyaranin itu dari dulu," kata dia.

Dedi menyebut banjir disebabkan kerusakan di wilayah hulu dan hilir.

Di hulu, misalnya, daerah konservasi beralih fungsi, misalnya ditanami sayuran.

Sementara di hilir, yakni pendangkalan dan sedimentasi sungai serta penyumbatan oleh sampah.

"Saya berharap sungai-sungai di hilir dilebarkan, sedimentasi atau pendangkalan diangkat, membuat danau dan daerah konservasi baru," kata dia.

 

Omnibus law lingkungan

Untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan di hulu dan hilir, menurut Dedi, RTRW Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta harus disatukan.

Sebab, banjir juga disebabkan kiriman air dari wilayah hulu.

Misalnya di Jakarta dari Bogor dan Karawang melalui Sungai Cibeet.

Apalagi, dalam pembangunan di daerah, menurutnya, kerap kali tak lepas dari kepentingan pihak-pihak tertentu.

"Penangannya tidak bisa sendiri-sendiri. Dan, ini sangat mungkin bisa disatukan," ujarnya.

Baca juga: Cerita Pengungsi Banjir Karawang: Sejak Awal Tahun, Sudah 7 Kali Banjir Menerjang...

Penyatuan itu, kata Dedi, bisa terwujud dengan adanya UU omnibus law.

Dalam pembuatan UU omnibus law di bidang lingkungan, pihaknya akan menginventarisasi masalah, termasuk mendorong penyatuan RTRW itu.

"Saya sampaikan, omnibus law kan mempercepat investasi, kita sepakat. Kemudian konsevasi juga saya lihat semakin baik. Tapi pemetaan yang lebih baik harus segera ditindaklanjuti Kementerian ATR untuk merevisi tata ruang di seluruh Indonesia," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahar Panas Gunung Merapi Menerjang, Penambang Pasir di Lumajang Lari Selamatkan Diri

Lahar Panas Gunung Merapi Menerjang, Penambang Pasir di Lumajang Lari Selamatkan Diri

Regional
Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Regional
Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Regional
Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Regional
Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Regional
Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Regional
3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Regional
Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Regional
Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Regional
Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Regional
Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Regional
Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Regional
'Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan'

"Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X