Main TikTok bersama Cinta Laura Saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Kompas.com - 26/02/2020, 14:08 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berfoto bersama artis Cinta Laura saat peresmian kafe Jabarano di Melbourne, Australia, Senin (24/2/2020). Humas JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berfoto bersama artis Cinta Laura saat peresmian kafe Jabarano di Melbourne, Australia, Senin (24/2/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Aksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bermain TikTok bersama aktris Cinta Laura dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal disentil warganet (netizen).

Warganet merasa geram lantaran pada saat yang bersamaan, sejumlah daerah seperti Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Subang tengah diterjang banjir.

Ridwan Kamil, Dino, dan Cinta Laura tengah bertemu dalam sebuah acara peresmian kafe kopi pertama milik Pemprov Jabar di Melbourne, Australia.

Dalam unggahan akun Instagram @artis.indo_hits, banyak warganet menyayangkan sikap Ridwan Kamil yang dinilai tak peduli dengan kondisi banjir di Jabar.

Meski demikian, ada pula yang memberikan pembelaan.

"Bekasi banjir parah itu Kang Emil... Sibuk banget sama tiktoknya," tulis pemilik akun @oryimelda.

"Pejabat jg butuh hiburan, jgn serius2 amat, main tiktonua gak lebih dari 5 menit, sisanya mereka balik lagi ke tugas masing2, be positive," ujar @frida_meitika.

Baca juga: Tangani Banjir di Karawang, Kapolda Jabar Usul Ini ke Ridwan Kamil

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, layanan darurat telah diberikan kepada warga Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi yang terdampak banjir.

"Perangkat daerah yang menangani bencana banjir dikerahkan untuk menangani dan memberikan layanan darurat kepada masyarakat terkena dampak," ucap Setiawan di Gedung Sate, Rabu (26/2/2020).

Berdasarkan laporan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar yang berada di lokasi banjir, BPBD Jabar telah melakukan pendampingan assessment dengan membawa perahu karet.

Selain itu, logistik berupa makanan siap saji, lauk-pauk, sembako, tambahan gizi, matras, dan selimut juga sudah dikirimkan ke Kabupaten dan Kota Bekasi. BPBD Jabar pun terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten dan Kota Bekasi untuk mendata korban terdampak.

Selain wilayah Bekasi, pendampingan assessment dan pengiriman logistik juga dilakukan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang.

Banjir di Jawa Barat

Seperti diketahui, tiga daerah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi diterjang banjir, Selasa (25/2/2020).

Dari data sementara BPBD Jawa Barat, banjir di Kabupaten Karawang menyebar di delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Kutawaluyu, Jayakerta, Cilebar, Telukjambe Barat, Rengasdengklok, Tegalwaru, Pangkalan, dan Ciampel.

"Ketinggian air mulai 30 cm hingga 120 cm. Kejadian ini diakibatkan oleh hujan intensitas tinggi dan adanya luapan Sungai Cidawolong. Lokasi pengungsian sembilan titik di Desa Rengasdengklok Selatan, Rengasdengklok Utara, dan Desa Kertasari," ujar Manajer Pusdalops BPBD Jabar Budiman Wahyu saat dihubungi via pesan singkat.

Sementara itu, 3.239 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Bekasi dengan tinggi muka air mulai 100 cm hingga 200 cm.

Titik banjir tersebar di beberapa titik, seperti Kecamatan Muaragembong, Kecamatan Babelan Kota, Kecamatan Cabangbungin, Kecamatan Pebayuran, Kecamatan Sukatani, Kecamatan Tambun Utara, Kecamatan Tarumajaya, Kecamatan Cikarang Utara, Kecamatan Cikarang Pusat, Kecamatan Serang Baru, Kecamatan Cikarang Selatan, dan Kecamatan Kedungwaringin.

"Kondisi saat ini sebagian warga ada yang mengungsi ke rumah saudara dan ada yang masih bertahan di rumah. Rencana akan membuat posko pengaduan dan menyiapkan tempat pengungsian di Masjid Ar-Rayyan bila air meninggi. Tim BPBD Kabupaten Bekasi masih di lokasi memantau situasi banjir di wilayah Gembong," tuturnya.

Di Kota Bekasi, banjir melanda 10 kecamatan, antara lain Kecamatan Medan, Bekasi Utara, Jati Asih, Bekasi Barat, Rawalumbu, Mustika Jaya, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Pondok Gede, dan Kecamatan Jatisampurna dengan tinggi muka air hingga 200 cm.

"Total jumlah terdampak masih didata. 23 unit peralatan SAR air lengkap dari BPBD Bekasi diterjunkan. Pemantau tinggi muka air masih berlangsung," papar Budi.

Baca juga: Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

BPBD Jabar pun telah mendistribusikan bantuan berupa makanan siap saji, lauk-pauk, sembako, selimut, dan matras.

"Kita hanya drop di BPBD Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Yang menyebarkan mereka. Untuk status bencana masih siaga darurat," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Hari Menghilang, Seorang Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

19 Hari Menghilang, Seorang Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Regional
Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

Regional
Polisi Ringkus Komplotan Begal, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

Polisi Ringkus Komplotan Begal, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

Regional
Pemkot Semarang Upayakan Semua Siswa dan Guru Dapatkan Kuota Internet Gratis

Pemkot Semarang Upayakan Semua Siswa dan Guru Dapatkan Kuota Internet Gratis

Regional
Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

Regional
Pelaku yang Begal Ibu Hamil di Palembang Ternyata Sudah 5 Kali Beraksi

Pelaku yang Begal Ibu Hamil di Palembang Ternyata Sudah 5 Kali Beraksi

Regional
Begal Ibu Hamil, Pelaku: Saya Tidak Ada Uang untuk Makan

Begal Ibu Hamil, Pelaku: Saya Tidak Ada Uang untuk Makan

Regional
Kronologi WNA Amerika Hilang Saat Menyelam Bersama Suami di Teluk Ambon

Kronologi WNA Amerika Hilang Saat Menyelam Bersama Suami di Teluk Ambon

Regional
Pemerintah Diminta Buat Aturan Larangan Keluarga Miskin Gelar Pesta Nikah

Pemerintah Diminta Buat Aturan Larangan Keluarga Miskin Gelar Pesta Nikah

Regional
Masih Kenakan Earphone, Saiman Ditemukan Tewas dengan Luka Bakar, Diduga Tersetrum

Masih Kenakan Earphone, Saiman Ditemukan Tewas dengan Luka Bakar, Diduga Tersetrum

Regional
Perjuangan Nurmiyanti Jadi Tukang Pijat demi Sekolah Anak, Pulang Dini Hari hingga Pernah Tak Dibayar

Perjuangan Nurmiyanti Jadi Tukang Pijat demi Sekolah Anak, Pulang Dini Hari hingga Pernah Tak Dibayar

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Orangtua Tahu Perilakunya sejak Kuliah

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Orangtua Tahu Perilakunya sejak Kuliah

Regional
Jual Mi Ayam Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Warung Pedagang Ini Ramai Pembeli

Jual Mi Ayam Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Warung Pedagang Ini Ramai Pembeli

Regional
Cek Kesehatan Calon Kepala Daerah Bangka Belitung Kini Tak Lagi di Jakarta

Cek Kesehatan Calon Kepala Daerah Bangka Belitung Kini Tak Lagi di Jakarta

Regional
Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya

Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X