Diberikan Obat dari Tetangga yang Punya Gangguan Jiwa, Pria Ini Malah Menjualnya

Kompas.com - 17/02/2020, 18:47 WIB
Ilustrasi tahanan. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi tahanan.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Polisi menangkap Arif, warga Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemuda 19 tahun ini menjual pil triheksifenidil, obat yang biasa diberikan untuk penderita parkinson, secara bebas.

Padahal obat itu hanya dijual untuk orang yang diberikan resep oleh dokter.

Kepada polisi, Arif mengaku obat itu didapatnya dari seorang tetangganya yang punya gangguan jiwa.

"Sudah 2 kali. Dia tanya, 'kamu ada nomor cewek. Nanti kukasih (obat). Ada nomor lagi tidak?' Dia (minta nomor karena) tidak punya teman cewek," kata Arif ditemui di Polres Kulon Progo, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Curhat Lucinta Luna, Depresi Di-bully Berujung Konsumsi Obat Penenang

Triheksifenidil termasuk psikotropika golongan IV. Obat memberi efek penenang seperti memakai narkotika.

Selain dikonsumsi sendiri, Arif menjualnya ke orang lain untuk mendapat keuntungan.

"Polisi melakukan penyelidikan selama 5 hari. Saksi (berinisial) DA memiliki obat ini. Setelah diselidiki, obat berasal dari Arif. Kami menangkap Arif pada 11 Februari 2020," kata Kasat Narkoba Polres Kulon Progo, Ajun Komisaris Polisi Munarso.

Penangkapan Arif membuka tabir jaringannya. Secara berurutan, polisi menangkap tiga pemuda lain yang bekerja sebagai pengedar maupun kurir.

Baca juga: Polisi Temukan Obat Penenang dalam Tas Lucinta Luna

Dari pengakuan Arif, polisi menangkap pemuda asal Sidomulyo bernama Angga (23) dan mendapatkan 5 butir Yarindo. Dari Efendi, polisi kemudian menangkap Suparjo (19).

Dari nyanyian Suparjo, polisi menciduk Wahyu (23) asal Pendoworejo. Polisi bahkan mendapat 139 butir Yarindo dari Wahyu.

Yarindo sendiri memiliki efek serupa pil koplo. Orang yang mengonsumsinya bisa teler.

"Saya menjualnya ke pekerja," kata Wahyu.

Polisi akhirnya menjerat masing-masing pelaku dengan Pasal 197 Subsider 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
Jenazah Perawat di Semarang Ditolak, PPNI Jateng Bawa ke Ranah Hukum

Jenazah Perawat di Semarang Ditolak, PPNI Jateng Bawa ke Ranah Hukum

Regional
Warga Gorontalo yang Ikut Pertemuan Jemaah Tabligh di Gowa Diisolasi

Warga Gorontalo yang Ikut Pertemuan Jemaah Tabligh di Gowa Diisolasi

Regional
Dua Kasus Pertama Positif Corona di Lombok Barat, Pasien Ikut Kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa

Dua Kasus Pertama Positif Corona di Lombok Barat, Pasien Ikut Kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa

Regional
Pemakaman Jenazah Perawat Positif Corona di Semarang Ditolak Warga, Sekda Prihatin

Pemakaman Jenazah Perawat Positif Corona di Semarang Ditolak Warga, Sekda Prihatin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X