Ratusan Penderes Nira Alami Kecelakaan Kerja hingga Cacat dan Meninggal, Ini Upaya Bupati Banyumas

Kompas.com - 10/02/2020, 19:27 WIB
Penyerahan bantuan alat keselamatan penderes nira kelapa di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilogok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (10/2/2020). KOMPAS.COM/DOK HUMAS PEMKAB BANYUMASPenyerahan bantuan alat keselamatan penderes nira kelapa di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilogok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (10/2/2020).

 

BANYUMAS, KOMPAS.com - Sebanyak 702 penderes nira kelapa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kecelakaan kerja sejak tahun 2014 hingga 2019 lalu.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut.

Sebagian penderes nira kelapa tewas akibat kecelakaan kerja dan tidak sedikit yang mengalami cacat permanen.

"700 itu jumlah yang banyak. Saya sakit kalau dengar penderes jatuh dari pohon. Untuk tanda tangan santunan penderes jatuh itu saya tidak diam saja, tapi sakit betul," kata Husein di sela penyerahan alat keselamatan penderes di Desa Kasegeran, Kabupaten Banyumas, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Kurangi Risiko Kecelakaan, Penderes Nira di Desa Ini Modifikasi Alat Panjat Tebing

Untuk itu, Husein meminta agar penderes menggunakan alat keselamatan berupa sabuk pengaman.

"Saya ingin penderes selamat dan harus disiplin menggunakan alat keselamatan ini," ujar Husein.

Di Kabupaten Banyumas terdapat sekitar 26.580 penderes. Berdasarkan data Bagian Kesra Setda Kabupaten Banyumas, sejak tahun 2017 hingga Oktober 2019 terdapat 323 kasus kecelakaan penderes, di mana sebanyak 236 penderes mengalami cacat dan sebanyak 87 tewas. 

Baca juga: Mau Apa Setelah Tak Lagi Bisa Menyadap Nira?

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banyumas Erna Achmad Husein mengatakan, alat keselamatan itu merupakan bantuan dari Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia.

"Bantuan sebanyak 167 sabuk pengaman diberikan untuk penderes di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok dan Desa Kedungurang, Kecamatan Gumelar," kata Erna.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X