Cegah Virus Corona, Disnakertrans Pantau 529 TKA Asal China di Sumsel

Kompas.com - 04/02/2020, 18:24 WIB
Ilustrasi Virus Corona Stocktrek Images/Getty ImagesIlustrasi Virus Corona

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dinas Tenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera Selatan saat ini sedang memantau 529 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di daerahnya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Para TKA asal China itu diketahui bekerja di sejumlah perusahaan di 9 kabupaten, yakni Kota Palembang, Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir (OI), Prabumulih, Ogan Komering Ulu (OKU), Lahat dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kepala Dinas Disnakertrans Sumsel Koimuddin mengatakan, seluruh perusahaan yang memperkerjakan TKA asal China diminta untuk kooperatif dan melaporkan para pegawainya jika mengalami sakit.

"Jika ada yang sakit akan langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan. Kita sudah imbau untuk lapor kalau pekerja mereka sakit," kata Koimuddin, Selasa (4/2/2020).

Baca juga: RSUD Kardinah Tegal Tunggu Hasil Laboratorium Pasien Terduga Corona

Koimuddin menerangkan, 529 TKA China yang bekerja di Sumsel itu rata-rata di bidang konstruksi dan kelistrikan.

Rinciannya, 338 orang di Muara Enim, 95 orang di Lahat, 47 orang di Banyuasin, 23 orang OKI, 13 orang Muba, 4 orang di Palembang, 4 orang di OKU, 3 orang di Prabumulih, dan 2 orang di OI.

Sejak tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, para TKA tersebut dinyatakan sehat.

"Kami selalu melakukan pemantauan terhadap mereka selama di sini," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah korban jiwa akibat virus corona yang pertama kali menyebar di Wuhan, China, kian bertambah. 

Dilansir CNN, hingga Selasa (4/2/2020), terdapat 426 orang meninggal dunia akibat virus tersebut. Rinciannya, 425 di China dan seorang lainnya di Filipina. 

Baca juga: 2 Rumah Sakit Baru untuk Rawat Pasien Virus Corona Dinamai Dewa Petir dan Dewa Api

Pihak berwenang mengonfirmasi tambahan 2.345 kasus terkait virus corona di Hubei pada Senin (03/02/0202). Hal itu membuat jumlah total kasus di provinsi itu menjadi 13.522 kasus.

Otoritas kesehatan setempat mengatakan, 10.990 pasien telah dirawat di rumah sakit di Hubei, termasuk 576 yang berada dalam kondisi kritis.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X