Virus Corona, Bupati Konawe Utara Minta 10 Mahasiswa Kedokteran di Wuhan Dipulangkan

Kompas.com - 27/01/2020, 16:20 WIB
Bupati Konawe Utara Ruksamin baju kemeja putih saat pemaparan banjir di hadapan Menteri PUPR dan komisi V DPR RI di kantor gubernur Sultra (KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI) Bupati Konawe Utara saat pemaparan kondisi banjirBupati Konawe Utara Ruksamin baju kemeja putih saat pemaparan banjir di hadapan Menteri PUPR dan komisi V DPR RI di kantor gubernur Sultra (KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI)

KENDARI, KOMPAS, com - Bupati Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruksamin mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Cina untuk segera memulangkan 10 mahasiswa asal daerah itu ke Indonesia.

Hal itu dilakukan bupati menyusul mewabahnya virus corona hingga  mengakibatkan puluhan korban jiwa.

Terlebih lagi, 10 mahasiswa asal kabupaten Konawe Utara menempuh perkuliahan di Fakultas Kedokteran Hubei, Kota Wuhan yang merupakan pusat titik konsterasi wabah virus mematikan itu.

"Ini sudah saya instruksikan beberapa hari yang lalu sejak melihat pemberitaan media International tentang virus di China,"  kata Ruksamin dalam rilisnya yang diterima awak media, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Warga China yang Dirawat di Surabaya Negatif Virus Corona, Masyarakat Diminta Tak Panik

Ruksamin menegaskan, ia telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara agar segera melakukan koordinasi dengan Rektor Institute yang memfasilitasi Pemerintah Konawe Utara dengan Fakultas Kedokteran Hubei, tempat putra-putri Konawe Utara itu menimba ilmu.

"Segera berkoordinasi dengan Rektor Institute sebagai lembaga yang memfasilitasi antara Pemda dengan Universitas di China untuk  melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di China, agar mahasiswa dari Konawe Utara yang ada di China saat ini untuk segera dipulangkan dulu," tegas Ruksamin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Wabah Virus Corona, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Tak Cemas Berlebihan

Ia berharap agar 10 orang warganya segera dipulangkan karena selain sudah ada korban jiwa, cadangan makanan menipis dan transportasi juga ditutup.

"Anak-anak mengalami trauma. Jadi intinya mereka cepat dipulangkan bagaimanapun caranya, kalo perlu langsung di KBRI," ungkap dia.

Saat ini, tambah Ruksamin, sebagian WNI sudah terisolir dan menurut informasi, setibanya di tanah air semua WNI akan diperiksa kesehatannya untuk menghindari penyebaran virus corona. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.