Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kompas.com - 21/01/2020, 22:11 WIB
Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lunowa bersama istrinya dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Muhqma Guntur menjenguk anggota Brimob Polda Maluku, Barada Luky Darmadi di rumah sakit Polri Jakarta, Selasa (21/12020). Humas Polda MalukuKapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lunowa bersama istrinya dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Muhqma Guntur menjenguk anggota Brimob Polda Maluku, Barada Luky Darmadi di rumah sakit Polri Jakarta, Selasa (21/12020).

AMBON, KOMPAS.com - Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa bersama istrinya dan Kepala Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Guntur menjenguk Bharatu Luki Darmadi (26) anggota Brimob Polda Maluku, yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (11/1/2019) lalu.

Bharatu Luki mengalami luka tembak pada bagian paha kiri dalam insiden tersebut, dan kini sedang menjalani perawatan medis di RS Polri, Kramat Djati Jakarta.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat mengatakan, kondisi Bharatu Luki kini semakin membaik, setelah menjalani perawatan di RS Polri.

"Selasa siang tadi Pak Kapolda didampingi ketua PD Bhayangkari Polda Maluku, dan Dansat Brimob menjenguk anggota kita (Bharatu Luky) korban penembakan di Nduga, Papua, yang sementara dirawat di RS Polri. Kondisi anggota kita itu semakin membaik," ungkap Ohoirat, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (21/1/2020) malam.

Baca juga: Usai Dioperasi, Kondisi Brimob yang Ditembak KKB di Papua Membaik

Dia menyebut, kedatangan Kapolda Maluku dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku itu, sebagai bentuk dukungan dan penyemangat bagi Bharatu Luki.

"Pak Kapolda, bersama Ibu ketua dan Dansat Brimob, memberikan dukungan dan semangat bagi Luki, yang tengah menjalani masa penyembuhan saat ini," tutur Roem.

"Kita dan seluruh masyarakat Maluku, terus mendoakan Bharatu Luki, agar cepat sembuh sehingga bisa kembali bertugas seperti sediakala," tambah dia.

Bharatu Luky mengalami luka yang cukup serius di paha akibat terkena tem­bakan senjata api oleh kelompok kriminal ber­senjata (KKB).

Kontak senjata dengan KKB terjadi di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (11/1/2019). 

Korban merupakan anggota Brimob Polda Maluku yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa.

Baca juga: Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Papua Butuh Berbulan-bulan untuk Pemulihan

 

Luki mengalami luka tembak di bagian paha sebelah kiri saat itu terjadi kontak tembak di Bandara Kenyam antara personel Brimob Polda Maluku Pos Bandara Kenyam dengan kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya.

Sebelum terkena timah panas sekitar pukul 06.28 WIT, korban menuju ke tempat pembuangan sampah untuk membuang sampah yang berada di sekitar ujung bandara.

Sayangnya, saat baru menyeberang jalan tepatnya samping pos Brimob dengan jarak sekitar 50 meter, tiba-tiba ada bunyi rentetan tembakan yang diperkirakan dari jarak 120 meter. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Sering Dikucilkan hingga Tersulut Emosi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Sering Dikucilkan hingga Tersulut Emosi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X